"De Exorcismis et Supplicationibus Quibusdam", Panduan dan Tata Cara Ritual Pembebasan Dari Setan

Buku panduan dan tata cara eksorsisme pertama kali dibuat pada tahun 1614. Setelah hampir empat abad, Vatikan memutuskan untuk memperbaharuinya. Upaya ini disetujui oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1998. Bertajuk "De Exorcismis et supplicationibus quibusdam", buku setebal 90 halaman yang ditulis dalam bahasa Latin tersebut, berisi  panduan eksorsisme bagi pastor di Gereja Katolik.

Kardinal Jorge Arturo Medina Estevez, pastor yang mengawasi revisi panduan eksorsisme itu mengatakan, jika dibandingkan dengan panduan yang dibuat pada tahun 1614, tak ada perubahan substansial. Hanya ada tambahan yang perlu diperhatikan, berupa peringatan untuk menjaga keselamatan para eksorsis yang melakukan pengusiran setan.

Para pastor yang mendapat otoritas dari gereja untuk melakukan ritual pembebasan, juga diminta berhati-hati dan dapat membedakan antara kesurupan setan dan penyakit kejiwaan. Orang yang kerasukan setan, menurut De Exorcismis, memiliki tanda antara lain ”berbicara dalam bahasa yang tak diketahui atau menunjukkan kekuatan fisik yang tak seperti lazimnya”.

Seperti yang dilakukan oleh Pastor Vincenzo Taraborelli, yang usianya sudah 80 tahun. Hampir 30 tahun lamanya ia menjadi seorang eksorsis. Setiap hari, ada puluhan orang antre di gerejanya di Roma untuk mendapatkan ‘penyembuhan’. Di  dalam ruangan tertutup, tanpa jendela, dia mengusir setan yang merasuki ‘pasien’-nya dengan doa.

Walaupun sudah berpengalaman,  sebelum mengerjakan eksorsisme, Pastor Vincenzo Taraborelli selalu meminta orang-orang yang datang ke sini untuk menemui psikolog atau psikiater. Dan meminta mereka untuk membawa prognosis dari psikolog.

Prognosis adalah  istilah kedokteran yang mengacu kepada prediksi mengenai perkembangan suatu penyakit, misalnya mengenai apakah tanda dan gejala suatu penyakit akan membaik atau malah memburuk (dan seberapa cepat), atau apakah akan terjadi komplikasi atau apakah pasien akan sembuh.Prognosis dibuat sesuai dengan deskripsi penyakit, kondisi fisik dan kejiwaan pasien, obat dan terapi yang tersedia, serta faktor-faktor lainnya.

Untuk memastikan penyakit yang diderita, Pastor Vincenzo juga  menjalin komunikasi dengan para psikiater yang mengirim pasien ke gerejanya. Sebetulnya, Romo Vincenzo bukanlah seorang pengusir iblis. Ia tak tahu seperti apa pekerjaan seorang eksorsis, apalagi mempelajarinya. Ia menjadi eksorsis secara tidak sengaja,  gara-gara seorang pastor meminta bantuannya.

Romo Vincenzo sudah menangani beragam kasus, namun menurutnya ada satu kasus yang tak mungkin terlupakan, yaitu ketika menangani seorang perempuan sudah menikah, yang menolak cinta laki-laki yang tergila-gila padanya. Laki-laki itu yang belakangan diketahui seorang pemuja setan tersebut, kemudian mengirimkan guna-guna dua kali seminggu kepada perempuan itu.

Setelah Pastor Vincenzo mulai membacakan doa, dengan berkata ‘Dengan nama Yesus, aku perintahkan kamu pergi’, perempuan itu mulai mengumpat dan memuntahkan logam-logam kecil, rambut, dan serpihan kayu. Bagi mereka yang tak meyakini dan tak pernah mengalami, cerita itu sulit dipercaya, tapi demikianlah adanya.

Romo Vincenzo mengaku sudah cukup tua untuk melakukan Eksorsisme, namun  ia  belum berniat pensiun karena sampai hari ini, karena ia tak menemukan orang yang bersedia dan dapat menggantikannya. Menurutnya,  hidup sebagai Eksorsis memang sulit dijalani. Akibatnya, tak banyak yang mau menjadi eksorsis, sebagian besar karena rasa takut. Realitanya memang seperti itu, pastur pun punya ketakutan. Apalagi para pastor yang berusia muda.

Sementara, banyak pastor yang sudah lanjut usia , masih terus diminta melakukan eksorsisme. Seperti pastur Malachi Martin yang sudah ribuan kali melakukan eksorsisme. Konon, ialah yang menjadi sumber inspirasi film The Exorcist yang disutradarai William Friedkin pada 1973. Malachi juga menulis sejumlah buku soal pengusiran setan.

Menurutnya, eksorsisme bisa penuh dengan kekerasan. Ia pernah menyaksikan kekuatan setan melemparkan barang-barang dalam ruangan, termasuk bisa mencium bau napas setan dan mendengar suara mereka.

Namun akhirnya, Malachi meninggal dunia pada bulan Juli 1999. Berdasarkan keterangan salah seorang sahabatnya, yaitu Robert Marrow, Malachi meninggal dunia setelah jatuh tersungkur akibat didorong oleh setan yang bersemayam di tubuh seorang gadis kecil yang kesurupan. Setan memang tak begitu saja ‘menyerah’ dan langsung pergi dengan sekali eksorsisme.

Selain Malachi, ada juga Pastor Gabriele, yang meninggal tanggal  16 September 2016,  pada usia 91 tahun, ketika berusaha mengusir iblis dari tubuh seorang laki-laki. Sepanjang hidupnya, Pastor Gabriele sudah ribuan kali melakukan eksorsisme. Dia merupakan eksorsis di Diosis Roma dan pendiri Asosiasi Eksorsis Internasional.

Rosa, bukan nama sebenarnya, adalah satu di antara mereka yang pernah datang minta tolong kepada Pastor Gabriele. Rosa sudah berkali-kali menemui Pastor Gabriele karena ‘dikutuk’ oleh pacar saudara laki-lakinya. Perempuan itu dan saudara Rosa merupakan anggota sekte pemuja setan. 

Pastor Gabriele berdoa dengan mengucap kalimat“Exorcizo deo immundissimus spiritus,” di depan Rosa. Perlahan perempuan itu kehilangan kesadaran dan mulai mengamuk. Pastor Gabriele melanjutkannya dengan “Recede in nomini patris!" yang artinya.  “Atas nama Tuhan, pergi lah kalian!".

Setelah menjalani eksorsisme untuk kesekian kalinya, Rosa bercerita bahwa dia sudah pernah datang ke psikiater dan dokter, tapi tak sembuh juga. Menurutnya,  tak ada gunanya pergi ke dokter. jika penyakitnya  disebabkan oleh setan.

Pada April lalu, film dokumenter tentang Pastor Gabriele, The Devil and Father Amorth, mulai tayang di bioskop-bioskop di Amerika Serikat. Film itu disutradarai oleh Williem Friedkin, sutradara film The Exorcist.

Baca juga; Makin Banyak Orang Kerasukan Setan, Namun Sangat Sedikit Yang Dapat Mengusirnya

Sumber: detik.com

 

GEREJA KATOLIK

Candi dan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Bantul

Untuk umat beragama Katolik tentunya sudah tidak asing dengan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran atau sering disebut Gereja Ganjuran. Gereja Katolik Roma ini berlokasi di Jalan Ganjuran, Sumbermulyo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55764. Tidak seperti Gereja Katolik lainnya, Gereja Ganjuran ini terkenal karena arsitektur yang bercampur dengan model arsitektur Hindu dan Jawa. Baca Selengkapnya...

DOA KATOLIK

Doa "Bapa Kami"

Doa Bapa Kami adalah salah satu doa utama bagi umat Katolik, yang susunan katanya sederhana namun memiliki makna yang sangat dalam karena mengandung pujian atau penyembahan, penyerahan diri, pertobatan sekaligus permohonan kepada Allah. Melalui doa ini, Yesus mengajarkan kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa, karena kita semua telah diangkat menjadi anak-anakNya. Baca Selengkapnya...

KATOLIK INDONESIA

Gua Maria Sumber Kahuripan - Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak, Sukabumi

Salah satu tempat ziarah dan berdoa bagi umat Katolik di Sukabumi adalah Gua Maria Sumber Kahuripan. Yang terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No.29, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat 43155, sekitar ±19.33 Km dari Kantor Bupati Sukabumi. Gua Maria Sumber Kahuripan ini diresmikan oleh Uskup Bogor, Mgr Michael Cosmos Angkur, OMF pada tanggal 30 Mei 2004. Baca Selengkapnya...