Doa "Bapa Kami"

Doa Bapa Kami adalah salah satu doa utama bagi umat Katolik, yang susunan katanya sederhana namun memiliki makna yang sangat dalam karena mengandung pujian atau penyembahan, penyerahan diri, pertobatan sekaligus permohonan kepada Allah. Melalui doa ini, Yesus mengajarkan kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa, karena kita semua telah diangkat menjadi anak-anakNya.

Meski ada sedikit perbedaan dengan Doa Bapa Kami pada agama Protestan, namun sama-sama mengungkapkan cara berdoa yang benar kepada setiap orang yang percaya. Doa Bapa Kami Katolik ini mengandung tujuh permohonan yang terbagi mejadi dua bagian, yang pertama untuk memuliakan Tuhan (6:9-10), sedangkan bagian kedua untuk kebutuhan yang berdoa (6:11-13).

Dilansir katolisitas.org, berikut doa Bapa Kami Katolik (berdasarkan Mat 6:9-13)

"Bapa Kami, yang ada di surga,

dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu,

Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga

Berilah kami rejeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami

Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin."

GEREJA KATOLIK

Gereja Katolik Berbentuk Kapal Ada di Pacitan

Gereja Katolik ini memang unik. Bentuknya identik dengan sebuah bahtera. Bangunan ini dirancang oleh mahasiswa universitas Katolik di Surabaya dengan memadukan apa yang menjadi pemikiran tentang nilai-nilai Kristiani terutama gereja Katolik. Baca Selengkapnya...

DOA KATOLIK

Doa Yabes

Inilah Doa Yabes, sebuah ungkapan untuk memohon berkat, perlindungan, penyertaan serta pengarahan Tuhan. Doa umat beragama Kristen Katolik ini ada didalam Alkitab, tepatnya pada injil Perjanjian Lama yaitu Tawarikh. Menurut Alkitab, jika dipanjatkan sungguh-sungguh dengan iman, segala permohonan yang diungkapkan melalui doa ini akan dikabulkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Baca Selengkapnya...

KATOLIK INDONESIA

Ritual Sedekah Bumi di Gereja Katolik Santo Servatius Bekasi, Semua Umat Memakai Atribut Pakaian Khas Betawi

Peci hitam, celana komprang hitam, baju sadaria putih, sarung merah dan golok bagi para bapak, sedangkan bagi para ibu menggunakan kerudung putih, sarung batik dan kebaya putih, adalah atribut pakaian khas Betawi. Pakaian tersebut biasa dikenakan umat di Gereja Katolik Santo Servatius Bekasi, setiap tanggal 13 Mei pada saat mengadakan ritual sedekah bumi dan pesta rakyat yang berlangsung selama misa dan setelah misa. Sedekah bumi pada jaman dulu disebut sebagai Bebaritan, pada awalnya adalah… Baca Selengkapnya...