Makin Banyak Orang Kerasukan Setan, Namun Sangat Sedikit Yang Dapat Mengusirnya

Praktik untuk mengusir setan atau makhluk halus (roh) jahat lainnya dari seseorang atau suatu tempat yang dipercaya sedang kerasukan setan disebut sebagai Eksorsisme (dari Bahasa Latin akhir exorcismus, yang berasal dari Bahasa Yunani exorkizein - mendesak). Sedangkan orang yang melakukan eksorsisme, dikenal dengan sebutan eksorsis, sering kali adalah seorang rohaniwan atau seseorang yang dipercaya memiliki kekuatan atau kemampuan khusus.

Saat ini, semakin banyak film yang bercerita tentang setan dan eksorsisme, contohnya seperti The Conjuring dan Annabelle. Dan pada kenyataannya, setan seperti tak pernah kendur merayu manusia agar makin jauh dari jalan Tuhan, sehingga makin banyak orang ‘kerasukan’ setan. Oleh sebab itu, pada pertengahan April 2018 yang lalu, Vatikan menyelenggarakan ‘kursus’ bagaimana mengusir setan alias iblis. Acara ini diikuti lebih dari 200 pastor pelbagai negara.

Menurut keterangan salah satu pemberi materi, yaitu Pastor Cesare Truqui, perang melawan iblis sebenatnya sudah dimulai ketika dunia ini tercipta.  Dan akan terus berlangsung hingga kiamat. Namun pada saat ini, kita semua berada pada situasi yang kritis, karena banyak pemeluk kristiani tak lagi percaya terhadap keberadaan setan. Sedangkan jumlah eksorsis juga sangat sedikit, karena para pastor-pastor muda enggan belajar praktik pembebasan jiwa dari setan.

Seperti yang terjadi pada Asosiasi Eksorsis Internasional,  yang disokong oleh Vatikan, jumlah anggotanya hanya 250 pendeta dari Gereja Katolik, Anglikan, dan Kristen Ortodoks. Padahal, kasus dugaan kerasukan setan seperti di Italia saja , melonjak tiga kali lipat menjadi 500 ribu kejadian dalam setahun.

Demikian yang dijelaskan oleh Pastor Benigno Palilla, seorang eksorsis dari Sisilia, Italia.  Dalam waktu dua setengah tahun terakhir saja, Pastor Benigno Palilla telah melakukan sekitar 50 kali ritual pengusiran setan. Oleh sebab itu, ia menganggap kursus ‘pembebasan dari setan’ seperti itu sangat penting, karena dapat membantu membebaskan penderitaan pada orang yang kerasukan setan. Dan banyak kesalahan yang dilakukan oleh para eksorsis ketika mereka mempelajarinya sendiri, 

Pat Collins, seorang pastor dari Irlandia, yang juga membenarkan fakta bahwa, permintaan untuk eksorsisme naik tinggi sekali. Selain itu, tak semua kasus merupakan kerasukan setan yang perlu ritual pembebasan. Terkadang pihak gereja juga tak tahu apa yang mesti mereka lakukan. Dalam beberapa kasus, gejala ‘kerasukan setan’ ini memang mirip sekali dengan gangguan kesehatan, seperti epilepsi, kadang pula menyerupai masalah kejiwaan.

Ketika zaman berubah, praktik eksorsisme ini berubah pula. Kardinal Ernest Simoni dari Albania memilik pengalaman unik, ketika ia berhasil melakukan ritual pembebasan dari setan dengan melalui telepon seluler. Menurutnya, ia hanyalah perantara, kekuatan Yesus-lah yang membebaskan mereka, walau menggunakn teknologi yang ada pada saat ini.

Baca juga;  De Exorcismis et Supplicationibus Quibusdam, Panduan dan Tata Cara Ritual Pembebasan Dari Setan

Sumber: detik.com

 

GEREJA KATOLIK

Candi dan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Bantul

Untuk umat beragama Katolik tentunya sudah tidak asing dengan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran atau sering disebut Gereja Ganjuran. Gereja Katolik Roma ini berlokasi di Jalan Ganjuran, Sumbermulyo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55764. Tidak seperti Gereja Katolik lainnya, Gereja Ganjuran ini terkenal karena arsitektur yang bercampur dengan model arsitektur Hindu dan Jawa. Baca Selengkapnya...

DOA KATOLIK

Doa Yabes

Inilah Doa Yabes, sebuah ungkapan untuk memohon berkat, perlindungan, penyertaan serta pengarahan Tuhan. Doa umat beragama Kristen Katolik ini ada didalam Alkitab, tepatnya pada injil Perjanjian Lama yaitu Tawarikh. Menurut Alkitab, jika dipanjatkan sungguh-sungguh dengan iman, segala permohonan yang diungkapkan melalui doa ini akan dikabulkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Baca Selengkapnya...

KATOLIK INDONESIA

Ritual Sedekah Bumi di Gereja Katolik Santo Servatius Bekasi, Semua Umat Memakai Atribut Pakaian Khas Betawi

Peci hitam, celana komprang hitam, baju sadaria putih, sarung merah dan golok bagi para bapak, sedangkan bagi para ibu menggunakan kerudung putih, sarung batik dan kebaya putih, adalah atribut pakaian khas Betawi. Pakaian tersebut biasa dikenakan umat di Gereja Katolik Santo Servatius Bekasi, setiap tanggal 13 Mei pada saat mengadakan ritual sedekah bumi dan pesta rakyat yang berlangsung selama misa dan setelah misa. Sedekah bumi pada jaman dulu disebut sebagai Bebaritan, pada awalnya adalah… Baca Selengkapnya...