Museum Mini Santa Maria Kota Metro, Bukti Sejarah Misi Agama Katolik di Lampung Tidak lepas dari Dunia Kedokteran

Definisi museum berdasarkan konferensi umum ICOM (International Council Of Museums) yang ke-22 di Wina, Austria, pada 24 Agustus 2007 menyebutkan bahwa Museum adalah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, yang mengumpulkan, merawat, meneliti, mengomunikasikan, dan memamerkan warisan budaya dan lingkungannya yang bersifat kebendaan dan takbenda untuk tujuan pengkajian, pendidikan, dan kesenangan.

Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015, Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat.

Sebagai contoh adalah Museum Mini Santa Maria, museum pertama di Kota Metro. Sebenarnya Kota Metro telah memiliki Perda terkait Permuseuman sejak tahun 2020. Namun baru pada tahun 2022 berkat gotong-royong berhasil mendirikan museum mini Santa Maria ini.

Nama Santa Maria diambil dari nama sebuah Rumah Sakit Bersalin (RSB) di Kota Metro, yang merupakan rumah sakit pertama sekaligus yang tertua di Kota Metro. Dan sudah ditetapkan sebagai obyek cagar budaya sejak pertengahan 2021, demikian yang dijelaskan oleh Wali Kota Kota Metro Wahdi, usai peresmian Museum Mini Santa Maria, Sabtu (12/2/2022).

Ketika pertama kali berdiri sekitar tahun 1938, namanya adalah  Saint Elisabeth. Dibangun oleh pemerintahan Belanda untuk para kolonis dari Pulau Jawa. Ketika itu juga sudah ada gereja Katolik yang bukan hanya misi penyebaran agama saja, tetapi berkontribusi erat yang cukup penting dengan masalah kesehatan, menggunakan Rumah Sakit Saint Elisabeth. Sejarah penyebaran agama Katolik di Lampung tidak lepas dari dunia kedokteran pada masa tersebut.

Seiring berjalannya waktu, makin banyak pasien, yaitu para kolonis (transmigran), yang terserang wabah wabah malaria. Rumah Sakit Saint Elisabeth pun terus berkembang, dengan menambah berbagai peralatan untuk meyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada

Peralatan itulah yang menjadi koleksi Museum Mini Santa Maria. Sebagian besar terdiri dari beragam alat kedokteran yang  berusia puluhan tahun, mulai dari gunting, pinset, hingga boks bayi. Termasuk alat-alat untuk menolong persalinan anak bangsa jaman dahulu dengan segala tingkat  kesulitannya.

Museum Santa Maria adalah harta berharga bagi Kota Metro. Warga bisa belajar banyak hal banyak dari museum ini. Sebuah kota tidak bisa dilepaskan dari sejarah terbentuknya. Sehingga, harus dilestarikan, kata Wahdi.

Pegiat Sahabat Santa Maria, Ancilla Hernani mengaku bangga dengan kehadiran museum mini yang juga sekaligus menjadi museum pertama di Kota Metro. Menurutnya, museum mini ini sendiri menjadi museum pertama sejak Kota Metro berdiri 84 tahun lalu. Ia juga berharap kedepan akan semakin banyak museum lagi  yang berdiri di Kota Metro.

GEREJA KATOLIK

Gereja Katolik Berbentuk Kapal Ada di Pacitan

Gereja Katolik ini memang unik. Bentuknya identik dengan sebuah bahtera. Bangunan ini dirancang oleh mahasiswa universitas Katolik di Surabaya dengan memadukan apa yang menjadi pemikiran tentang nilai-nilai Kristiani terutama gereja Katolik. Baca Selengkapnya...

DOA KATOLIK

Doa "Bapa Kami"

Doa Bapa Kami adalah salah satu doa utama bagi umat Katolik, yang susunan katanya sederhana namun memiliki makna yang sangat dalam karena mengandung pujian atau penyembahan, penyerahan diri, pertobatan sekaligus permohonan kepada Allah. Melalui doa ini, Yesus mengajarkan kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa, karena kita semua telah diangkat menjadi anak-anakNya. Baca Selengkapnya...

KATOLIK INDONESIA

Museum Mini Santa Maria Kota Metro, Bukti Sejarah Misi Agama Katolik di Lampung Tidak lepas dari Dunia Kedokteran

Definisi museum berdasarkan konferensi umum ICOM (International Council Of Museums) yang ke-22 di Wina, Austria, pada 24 Agustus 2007 menyebutkan bahwa Museum adalah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, yang mengumpulkan, merawat, meneliti, mengomunikasikan, dan memamerkan warisan budaya dan lingkungannya yang bersifat kebendaan dan takbenda untuk tujuan pengkajian, pendidikan, dan kesenangan. Baca Selengkapnya...