Wisata Religi Gua Maria Lembah Karmel, Cipanas Puncak

Saat merencanakan liburan, pada umumnya keluarga akan mengunjungi tempat-tempat wisata di luar kota. Seperti pantai, wisata buatan dan lainnya. Namun kegiatan liburan bisa juga dilakukan dengan mengunjungi wisata religi. Sisi positip mengisi liburan dengan mengunjungi lokasi wisata religi bisa memupuk keimanan dan ketakwaan. Salah satu tempat wisata religi yang bisa dikunjungi adalah Gua Maria Lembah Karmel di Cipanas Puncak.

 

Sejarah Wisata Religi Gua Maria Lembah Karmel

Mungkin banyak yang belum tahu mengapa disebut sebagai Lembah Karmel. Pertama, letaknya memang berada di sebuah  lembah, di desa Cikanyere, Cipanas, Puncak, Jawa Barat. Kira-kira 120 km dari Jakarta. Yang kedua, pelayanan  yang dilakukan di tempat ini dilakukan oleh frater dari Carmelitae Sancti Eliae, sebuah Kongregasi yang lahir di dalam Gereja, didirikan oleh Romo Yohanes Indrakusuma, CSE pada tanggal 20 Juli 1986 di Ngadireso, Tumpang - Malang dengan mengambil nama resmi Carmelitae Sancti Eliae, disingkat CSE, artinya Para Karmelit dari Nabi Elia.

Pada tahun 1988, CSE pindah ke Cikanyere Jawa Barat. Misa pertama di tempat ini yang diberi nama Pertapaan Shanti Bhuana,  diadakan pada tanggal 14 Desember 1988, hari Pesta Santo Yohanes dari Salib (Juan de la Cruz) (24 Juni 1542 – 14 Desember 1591),  seorang pastor Karmelit Spanyol dilahirkan di Fontiveros, desa kecil dekat Avila.

Dia dikenal atas kerja samanya bersama Santa Teresa Avila dalam reformasi ordo Karmelit, dan untuk tulisannya; baik puisinya dan penelitiannya tentang pertumbuhan roh (dalam pandangan Kristen tentang terlepasnya roh dari diri manusia dan melekat kepada Allah) dianggap sebagai puncak literatur Mistikus Spanyol.

Pertapaan Shanti Bhuana di Cikanyere menjadi rumah induk serikat CSE. Dan seiring waktu di tempat ini. komunitas CSE semakin berkembang. Pelayanan dari para fraternya sudah meluas ke mana-mana dan permintaan untuk pelayanan pun terus mengalir dari pelbagai macam tempat. Pada tanggal 13 Juni 1990, di hari Pentakosta, Bapak Uskup Bogor, Mgr. Ignatius Harsono, berkenan memberikan pengakuan resmi kepada CSE sebagai Associatio Publica.

Pada tanggal 20 Juli 2012, serikat CSE mendapat pengakuan resmi dari Tahta Suci sebagai sebuah Kongregasi Klerikal Tingkat Diosesan. Imam pertama CSE ditahbiskan pada tahun 2006 dan sejak saat itu setiap tahun ada tahbisan Imam.

Lembah Karmel dikelilingi oleh perbukitan asri di utara Cianjur dengan ketinggian hampir 900 mdpl. Hal ini membuat udara lebih sejuk dan dingin. Jadi tidak mengherankan apabila ada banyak pengunjung datang melakukan retret. Retret memiliki beberapa makna yang berkaitan, yang pada umumnya berupa gagasan untuk sementara waktu menjauhkan diri sendiri dari lingkungan kesehariannya.

Kegiatan retret dapat dilakukan untuk alasan yang berhubungan dengan kebutuhan spiritual, menghindari stres, menjaga kesehatan, bagian dari gaya hidup, ataupun hal-hal sosial atau ekologis lainnya.

Retret dapat berarti sebuah periode pengalaman menyendiri ataupun pengalaman mengasingkan diri bersama dengan sebuah kelompok/komunitas. Beberapa retret dilakukan dalam kesunyian, sementara yang lainnya dilakukan dalam suasana berbagi rasa, tergantung dari pengetahuan dan praktik yang dilakukan oleh fasilitator dan/atau pesertanya.

Retret sering kali dilakukan di daerah pedesaan atau pedalaman, atau di tempat-tempat retret khusus seperti sebuah biara. Retret religius/spiritual menyediakan waktu untuk berefleksi, berdoa, atau bermeditasi. Hal-hal ini dianggap penting dalam Buddhisme, dan juga populer di kalangan gereja-gereja Kristen, termasuk Protestan, Katolik Roma, dan Anglikan.

seperti di kawasan di Lembah Karmel ini yangf menawarkan nuansa damai. Ini brtkat kondisi alam dataran tinggi Kabupaten Cianjur yang mengitarinya. Pepohonan dan vegetasi lain memberikan peran besar dalam memberikan nuansa damai. Saat pagi hari ada selimut kabut tipis semakin menambah suasana syahdu.

Tempat Beribadah Gua Maria

Tidak hanya kapel, di area ini juga ada Gua Maria. Jika dilihat sekilas, tempat ini akan mengingatkan pada Gua Maria di Kuningan. Gua Maria di Lembah Karmel ini letaknya tidak terlalu jauh dari kapel utama. Tempat ini menjadi pilihan lain untuk pengunjung yang ingin retret dan berdoa. Gua Maria ini dihiasi berbagai jenis tanaman dan berada di atas anak tangga.

Di samping Gua Maria ini ada air suci yang bisa diminum. Sebelum berdoa di hadapan Gua Bunda Maria, pengunjung harus melepas alas kaki terlebih dahulu. Gua Maria ini menyajikan ketenangan. Terlebih Gua Maria ini letaknya di luar dan alam terbuka. Sehingga pengunjung yang datang akan ditemani suara alam, seperti burung dan desir angin.

Destinasi Retret dan Berdoa

Lembah Karmel ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah umat Katolik saja. Tetapi juga banyak dijadikan sebagai destinasi retret. Kegiatan ini sudah umum dilakukan umat Katolik. Untuk tujuannya sendiri pun bermacam-macam. Namun kebanyakan untuk menghindari stress dengan menjalin komunikasi dengan Tuhan.

Oleh sebab itulah, lokasi retret harus ditempat sepi dan jauh dari hiruk pikuk atau kebisingan kota. Di Lembah Karmel, pengunjung bisa retret di beberapa fasilitas yang sudah disediakan. Kapel utama menjadi pilihan populer untuk dijadikan tempat retret. Tetapi ada juga yang mencari kesunyian dengan melaksanakan retret di kapel hutan. Kapel ini letaknya di belakang kapel utama.

Dikelilingi oleh suasana alam asri membuat kegiatan retret bisa berjalan dengan damai. Pengunjung bisa berdoa, melakukan refleksi diri, berkeluh kesah, sampai menyampaikan harapan dalam ketenangan. Setelah retret usai, pengunjung mendapatkan ketenangan jiwa dan kesegaran pikiran. Dengan begitu bisa menjalani rutinitas sehari-hari dengan lebih santai, nyaman, dan tidak terlalu stress pastinya.

Fasilitas Lembah Karmel

Di Lembah Karmel ini pengunjung akan mendapatkan fasilitas yang memadai. Dimulai dari keberadaan toko kebutuhan rohani. Dimana toko ini letaknya di lantai dasar Gedung St. Paulus. Lokasinya berdampingan dengan sarana karantina. Toko ini menyediakan beragam kebutuhan ibadah dan barang rohani untuk umat Katolik. Pengunjung bisa mendapatkan buku serta CD lagu rohani, salib, patung, dan lainnya.

Jika sudah berbelanja maka bisa berkunjung ke kantin. Kantin ini rutin buka dan menyajikan berbagai menu. Selain toko rohani juga ada kapel, aula utama, serta area parkir dan Wisma Philipus. Di sini juga rutin mengadakan misa dan terbuka untuk retret. Misa penyembuhan dilakukan tiap minggu kedua dan keempat setiap bulannya.

Jika Anda mempunyai kesempatan untuk mengikuti misa penyembuhan. Maka jangan sekali-kali mempunyai keraguan di hati. Percayalah hanya Allah yang Maha Kuasa penguasa langit dan bumi yang bisa menyembuhkan segala sakit dan penyakit

Baca juga: Gua Maria Sumber Kahuripan - Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak, Sukabumi

GEREJA KATOLIK

Gereja Katolik Berbentuk Kapal Ada di Pacitan

Gereja Katolik ini memang unik. Bentuknya identik dengan sebuah bahtera. Bangunan ini dirancang oleh mahasiswa universitas Katolik di Surabaya dengan memadukan apa yang menjadi pemikiran tentang nilai-nilai Kristiani terutama gereja Katolik. Baca Selengkapnya...

DOA KATOLIK

Doa "Bapa Kami"

Doa Bapa Kami adalah salah satu doa utama bagi umat Katolik, yang susunan katanya sederhana namun memiliki makna yang sangat dalam karena mengandung pujian atau penyembahan, penyerahan diri, pertobatan sekaligus permohonan kepada Allah. Melalui doa ini, Yesus mengajarkan kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa, karena kita semua telah diangkat menjadi anak-anakNya. Baca Selengkapnya...

KATOLIK INDONESIA

Komunitas Jomblo Katolik, Solusi Menemukan Calon pendamping Seiman Pada Usia Kerja

Menjadi minoritas di Indonesia adalah tentang keleluasaan yang hilang. Apalagi jika menyangkut pokok yang sulit dilonggar-longgarkan: iman dan pernikahan. Secara matematis, peluang seorang beragama Katolik diuntuk menemukan pasangan hidup yang cocok memang sempit dari segi populasi. Peluang tersebut, di atas kertas, tentu tak sebesar saudara-saudara muslim, misalnya. Itu fakta! Baca Selengkapnya...