TRANSLATE

Komunitas Sepeda Gunung: Jenis Sepeda Gunung yang Perlu Diketahui

Komunitas sepeda gunung - Sepeda gunung atau yang lebih sering disebut sebagai mountain bike banyak disingkat menjadi MTB. Sesuai namanya, sepeda gunung memang khusus diperuntukkan bersepeda di jalur pegunungan. Lebih tepatnya dipakai untuk melewati jalan berbatu dan off road. Sebab jalan untuk menuju pegunungan kebanyakan memang terjal, meskipun sekarang ini sudah banyak jalan mulus. Untuk Anda yang suka bersepeda dan ingin mencoba menggunakan sepeda gunung. Tentunya ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan dengan baik terlebih dahulu. Salah satunya adalah mengetahui jenis-jenis sepeda gunung yang ada.

Sepeda gunung sendiri dibagi menjadi dua kriteria, yakni berdasarkan rangka dan jalur yang dilaluinya. Nah berikut ini ada beberapa jenis sepeda gunung yang perlu Anda ketahui dengan baik terlebih dahulu.

 

 

DUA JENIS SEPEDA GUNUNG BERDASARKAN RANGKA

1.Hard Trail

Jenis sepeda gunung ini paling banyak ditemui, dimana rangkanya dibuat kaku tanpa suspensi. Suspensi maksimal ada pada fork atau suspensi depan saja. Di setiap sambungan akan disambung mati. Untuk jenis sepeda gunung hard trail ini di desain dipakai untuk jalan tidak terlalu ekstrem. Yang mana hanya dipakai untuk jalanan berbatu atau rusak tanpa adanya lubang.

2.Soft Trail /Full Suspension

Sering disebut sebagai sepeda fullsus (full suspension), yang artinya sepeda MTB ini mempunyai suspensi di rangkanya. Ini dilakukan untuk membuat sepeda bisa meredam akibat benturan ketika sepeda melompat. Untuk sepeda gunung jenis ini kurang cocok dipakai pada medan yang relatif halus. Hal ini karena bobotnya sedikit lebih berat. Selain itu adanya pegas atau suspensi pada frame membuat kayuhan tidak tersalurkan.

 

 

LIMA JENIS SEPEDA BERDASARKAN JALUR YANG DILALUINYA

1.Downhill

Untuk sepeda jenis ini khusus dipakai untuk menuruni gunung dan perbukitan. Namun turunan yang dilewati tentunya bukan sembarang turunan. Tetapi turunan dengan rintangan yang harus dilewati menggunakan kecepatan tinggi. Jadi misalnya sepeda downhill in dipakai di jalanan kota tentu tidak akan nyaman dan kuang efisien. Sepeda downhill sendiri di desain menggunakan rangka ukuran besar, jadi sangat kokoh.

2.MTB XC (Cross Country)

Adalah jenis sepeda gunung yang sering disebut sebagai sepeda fulsus (full suspension). Dengan adanya suspensi ini maka bisa meredam benturan ketika sepeda melompat. Oleh karena itulah sepeda gunung ini bisa dipakai untuk track offroad menengah sampai ekstrem. Perlu diketahui bahwa sepeda full suspension ini kurang cocok di gowes pada jalanan relatif halus.

3.MTB Trail

Sebenarnya sepeda gunung ini hampir sama dengan sepeda gunung MTB XC. Tetapi dimodifikasi pada bagian tengah suspense dan bisa digunakan untuk melewati medan sedikit lebih berat. Jadi sepeda gunung ini bisa dipakai untuk melewati track lebih bervariasi dibandingkan dengan sepeda gunung MTB XC. Kebanyakan sepeda gunung MTB Trail di desain memakai sistem fulsus. Tetapi masih ada beberapa yang memakai frame hard trail.

4.MTB Enduro

Merupakan jenis sepeda gunung yang di desain untuk trek off road menengah. Konstruksi yang digunakan pada jenis ini adalah suspensi ganda atau full suspension. Untuk sepeda jenis ini bisa dikatakan versi ringan dari sepeda gunung downhill. Memiliki berat ringan, tentunya membuat sepeda gunung MTB Enduro ini bisa bergerak lebih gesit. Tetapi kemampuan drop (terjun dari ketinggian atau jumping) masih berada di bawah downhill. Salah satu penyebabnya adalah karena sepeda ini menggunakan suspensi depan dengan travel antara 150 – 160 mm.

5.MTB All Mountain (AM)

Jenis sepeda ini mampu melewati berbagai macam track pegunungan. Seperti tanjakan sampai turunan off road. Selain itu desain dari sepeda gunung MTB All Mountain memang mengutamakan yang namanya kenyamanan. Kemampuan yang diberikan oleh sepeda gunung ini tidak lepas dari full suspension. Travel fork atau suspensi depan memiliki ukuran antara 140 – 160 mm, jadi bisa mengatasi jalan off road yang berbatu.

Nah itulah beberapa jenis sepeda gunung berdasarkan rangka dan jalan yang dilaluinya. Setelah mengetahui jenis-jenisnya, maka ada hal lain yang juga perlu diperhatikan. Yakni dari ukuran ban, ukuran, kualitas, dan harga. Jangan sampai anggaran yang sudah dipersiapkan ternyata kurang mencukupi untuk membeli sepeda gunung.