Ajian Brajamusti, Keganasan dan Kedahsyatannya Memang Mengerikan

Ajian brajamusti adalah suatu ajian kanuragan yang umum digunakan orang-orang jaman dulu untuk melumpuhkan lawan saat berperang. Pukulannya sangat dahsyat, membuat musuh bertekuk lutut dalam sekejap. Oleh sebab itu, para pendekar masa silam tidak akan turun gunung jika ia belum membekali diri dengan ajian Brajamusti ini.

Bahkan dapat dikatakan, ajian brajamusti adalah pemungkas dari sekian banyak ilmu kanuragan yang ada, dan merupakan salah satu ajian tingkat tinggi, setara dengan ajian lembu sekilan. Bagi orang yang bersungguh-sungguh dan memiliki niat yang tulus untuk melindungi diri, sangat tepat jika memiliki ajian Brajamusti

Tingkat keganasan dan kedahsyatannya memang mengerikan. Dengan ajian brajamusti ini, kita jadi bisa memiliki sebuah pukulan yang kekuatannya sangat luar biasa. Jika biasanya satu pukulan dapat merusak batang pisang, dengan sedikit pembelajaran ajian Brajamusti, berikut rialat (bertapa dengan mengekang hawa nafsu), dan tirakat, bisa menjadi sebuah pukulan yang bisa menghancurkan beton tebal bahkan besi sekalipun.

Pukulan ajian brajamusti juga bisa dilakukan pada target jarak jauh. Kekuatannya sama saja meski lawan berada lebih dari 5 meter di hadapan Anda.

Rialat untuk memperoleh ajian brajamusti terbilang cukup sederhana. Hanya saja efeknya yang perlu diperhatikan dengan seksama, karena yang memiliki ajian brajamusti haruslah orang yang sabar, orang yang bisa menahan emosinya, dan tidak ringan tangan. Jika tidak bisa mengendalikan amarah, hanya karena melakukan kesalahan kecil seseorang bisa hancur lebur karena pukulannya.

Untuk memiliki ajian brajamusti, beberapa rialat dan tirakat yang dapat dilakukan antara lain:

  • Puasa mutih selama 7 hari dengan ketentuan, buka dan sahur di hari pertama hanya makan 7 kepal nasi dan air putih. Kemudian di  hari kedua makan 6 kepal nasi putih dan air putih, dan seterusnya dikurangi satu kepal.
  • Pada hari ketujuh puasa mutih dilakukan tanpa  tidur pada malam harinya (persis seperti puasa ngebleng).
  • Selama berpuasa, jangan pernah telat melakukan sholat fardlu dan membaca mantra ajian brajamusti selepas wirid sebanyak 21 kali.

"Tereptrep ing awakku, gebar-gebyar panuwunku, kade gerah subawaku, kade gunting drijiku, watu item ing tanganku, sang katrajang remuk ajur mekso ilang tanpo bayu, hiyo aku braja musti, Laa Ilaha Illalloh Muhammadarrosululloh."


Jangan main-main dengan ajian ini. Pastikan Anda benar-benar siap secara lahir dan batin untuk mempelajarinya.

Dilihat 6683 kali Terakhir diedit pada Selasa, 22 Februari 2022 16:19