Tanaman Hias Anthurium Clarinervium

Anthurium adalah salah satu jenis tanaman hias yang kini banyak dicari. Termasuk keluarga Araceae, jenis ini sebetulnya masih berkerabat dekat dengan philodendron, keladi hias dan alokasia. Karena keindahanya, kabarnya banyak dijadikan hiasan di dalam istana raja-raja di Jawa pada jaman dahulu.

Tampilannya memang esetetik dengan daun berwarna besar membalut tulang daun yang tampak menonjol. Dari ribuan jenis Anthurium,  saat ini ada beberapa yang menjadi  idola para pecinta tanaman hias yaitu:

1. ANTHURIUM PEDATORADIATUM VARIEGATED

anthurium 1Tampilan daunnya mirip jari-jemari, dengan pendar warna terang pada latar belakang hijau muda dengan tulang daun tampak menonjol.

 

2. ANTHURIUM REGALE X MAGNIFICIUM

anthurium 2Dengan daun yang lebar, sepintas tanaman ini mirip keladi hias yang memang masih satu kerabat.  Anthurium regale x magnificum termasuk yang paling diminati karena sangat esklusif.

3. ANTHURIUM VEITCHII

Anthurium 3Tanaman ini tampil unik dengan tekstur daunnya yang bergelombang. Guratan tulangnya yang tegas hanya terlihat di tengah-tengah sedangkan di bagian yang lain tak tampak ada tulang yang menonjol. Daunnya berbentuk lonjong dan akan menjuntai jika bertambah panjangnya.

4. ANTHURIUM GIGANTEUM X RADICANS

Anthurium 4Sepintas mirip daun sirih, bedanya terdapat lekukan menyerupai tanda “love”. Yang paling menarik, didalam satu pohon terdapat 2 warna berbeda yaitu hijau tua dan cokelat kemerah-merahan.

 

 

Ritual Pesugihan Putih Bambu Petuk, Hidup Tenang Tanpa Tumbal

Banyak dari kita umumnya telah mengetahui bahwa semua hal yang bersangkutan bersangkutan dengan pesugihan, selalu memiliki dampak negatif bagi si pengguna bahkan bagi orang yang ada disekitarnya. Sebab pesugihan identik dengan ritual ilmu hitam yang pada ujungnya, pasti akan meminta tumbal dan membuat hidup si pelaku pesugihan tidak akan merasa tenteram. Baca Selengkapnya...
khasiat besi towo

Apakah Khasiat Besi Towo Bermanfaat Bagi Kehidupan?

Bukan hal yang tabu lagi di Indonesia, jika banyak masyarakatnya sangat percaya dengan hal-hal yang berbau klenik, mistis dan juga tradisional seperti batu bertuah maupun juga benda yang dianggap memiliki kesaktian tersendiri untuk berbagai macam manfaat dalam kehidupan. Salah satunya adalah besi towo, wesi tawa atau ada juga yang menyebutnya sama dengan besi kursani. Sebuah benda langka yang (katanya) sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia yang memilikinya. Baca Selengkapnya...

Gua Maria Pelinggih Ida Kaniaka Maria, "Lourdes" Umat Katolik di Paroki Palasari Bali

Palinggih Ida Kaniaka Maria dalam bahasa Indonesia memiliki arti "tempat suci bagi Bunda Maria". Gua Maria ini dibangun pertama kali pada tahun 1962 di Banjar Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Oleh sebab itu dikenal dengan nama Gua Maria Palasari. Jaraknya dari Denpasar sekitar 115 km, butuh sekitar 3 jam berkendara menuju ke arah Bali Barat tanpa macet. Sedangkan jarak dari pelabuhan Gilimanuk sekitar 22 km, dari kota Negara 21 km menuju ke arah Barat. Baca Selengkapnya...

Ajian Saifi Angin (Sepiangin), Sarana Teleportasi Jaman Dulu

Bicara soal ilmu kebatinan, ternyata ada banyak sekali jumlahnya di Indonesia, khusunya di tanah Jawa. Salah satu dari ilmu kebatinan yang melegenda yaitu bernama Saifi Angin. Ilmu ini diyakini dapat meringankan tubuh penggunanya sehingga bisa berlari atau berpindah tempat dengan sangat cepat bak angin. Baca Selengkapnya...
  • Sultan Maulana Hasanuddin, Founder of The Banten Kingdom

    Sultan Maulana Hasanuddin is known best as Sultan Hasanudin Banten. He had the important role in the spread of Muslim in Banten. He was the founder of Banten Kingdom as well as the first leader of Muslim region in Banten. Sultan Hasanudin was the second son of Nyi Kawunganten who was the daughter of Prabu Surasowan which at that time, he was the governor of Banten. Prabu Surasowan was also known as Syaikh Syarif Hidayatullah or known as Sunan Gunung Jati.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang Lan Jajah Milangkori

Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung*, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. Waca sakabehe...