Cara Mencari Dan Ciri Orang Yang Menjadi Tumbal Pesugihan

Tumbal adalah benda atau makhluk hidup yang diserahkan sebagai korban atau persembahan untuk suatu keinginan tertentu. Tumbal sering kali menjadi bagian dari praktik perdukunan seperti dalam ritual pesugihan. Tumbal berkaitan erat dengan dunia mistik sehingga pembuktiannya sangat susah. Tumbal bisa berupa sesaji hewan maupun manusia. Seseorang yang dijadikan tumbal biasanya akan meninggal atau mengalami cacat seumur hidup.

Setiap pelaku pesugihan pasti akan mencari tumbal untuk makhluk gaib yang diajak bersekutu. Dengan adanya tumbal, pelaku pesugihan akan bisa mendapatkan lebih banyak lagi kekayaan. Selain itu, tumbal juga merupakan sebuah kewajiban yang harus diberikan untuk mempertahankan kekayaan yang sudah dimiliki. Biasanya, tumbal bberasal dari orang yang masih ada hubungan keluarga. Tidak harus istri maupun anak. Namun, keluarga jauh sekalipun masih boleh dijadikan tumbal pesugihan.

Akan tetapi pilihannya  tergantung dari perjanjian dengan makhluk gaib yang diajak bekerjasama juga. Padahal dalam Syariat Islam sudah sangat Jelas dan tegas, bersekutu dengan mahluk gaib seperti Jin merupakan dosa yang tidak akan diampuni. Lantas, bagaimana caranya pelaku pesugihan mencari tumbal? Dikutip Bondowoso Network, ada  beberapa  cara yang biasa dilakukan pelaku pesugihan dalam mencari tumbal menurut praktisi spiritual, Mbah Yadi yaitu:

  1. Memberikan sesajen di tempat tertentu. Jika sesajen tersebut tidak sengaja diambil oleh orang lain, besar kemungkinan orang tersebut akan menjadi target tumbal pesugihan. Adapun contoh sesajen yang biasa digunakan untuk mencari tumbal seperti bunga yang ditaburkan di tempat keramaian.
  2. Sering memberikan makanan. Tentu saja makanan tersebut sudah dibacakan mantra-mantra tertentu, agar orang memakannya bisa dijadikan tumbal pesugihan.
  3. Kerap memberikan uang lebih. Biasanya dilakukan olah pemilik usaha tertentu yang menjadi pelaku pesgihan. Tumbalnya akan mengambil orang  yang ada di sekitarnya. Mereka ini akan memperlakukan targetnya dengan cara sering memberikan uang  dalam jumlah besar.

Lalu bagaimana ciri-ciri orang yang akan menjadi tumbal pesugihan?

Dilansir Portalsulut.com berikut ini adalah  ciri-ciri orang yang akan dijadikan tumbal pesugihan.

  1. Tiba-tiba Jadi Gila; Biasanya orang yang dijadikan tumbal adalah orang yang dalam keadaan sehat tanpa penyakit apapun lalu tiba-tiba menjadi hilang ingatan secara mendadak.
  2. Sering Menjerit; karena orang yang jadi tumbal pesugihan ketakutan karena seringkali bermimpi dan  melihat berbagai hal-hal gaib yang diluar nalar di kehidupan nyata.
  3. Sakit Parah Tanpa Gejala apapun.  
  4. Nafsu Makan sangat besar seperti orang yang sedang kesurupan; biasanya berlangsung selama  3 hari hingga 7 hari. Setelah itu langsung meninggal.

Gua Maria Sumber Kahuripan - Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak, Sukabumi

Salah satu tempat ziarah dan berdoa bagi umat Katolik di Sukabumi adalah Gua Maria Sumber Kahuripan. Yang terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No.29, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat 43155, sekitar ±19.33 Km dari Kantor Bupati Sukabumi. Gua Maria Sumber Kahuripan ini diresmikan oleh Uskup Bogor, Mgr Michael Cosmos Angkur, OMF pada tanggal 30 Mei 2004. Baca Selengkapnya...

Gua Maria Bukit Kanada - Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung

Apa yang terlintas saat mendengar ‘Gua Maria Bukit Kanada’? Mungkin akan ada banyak orang yang berpikir bahwa tempat tersebut letaknya di luar negeri. Padahal lokasi Gua maria Bukit Kanada sendiri masih di Indonesia. Kanada yang dimaksud di sini adalah Kampung Narimbung Dalam. Yang mana merupakan wilayah administratif dimana Gua Maria di bangun di tahun 1988 berada. Baca Selengkapnya...

Ajian Saifi Angin (Sepiangin), Sarana Teleportasi Jaman Dulu

Bicara soal ilmu kebatinan, ternyata ada banyak sekali jumlahnya di Indonesia, khusunya di tanah Jawa. Salah satu dari ilmu kebatinan yang melegenda yaitu bernama Saifi Angin. Ilmu ini diyakini dapat meringankan tubuh penggunanya sehingga bisa berlari atau berpindah tempat dengan sangat cepat bak angin. Baca Selengkapnya...

Gua Maria Pelinggih Ida Kaniaka Maria, "Lourdes" Umat Katolik di Paroki Palasari Bali

Palinggih Ida Kaniaka Maria dalam bahasa Indonesia memiliki arti "tempat suci bagi Bunda Maria". Gua Maria ini dibangun pertama kali pada tahun 1962 di Banjar Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Oleh sebab itu dikenal dengan nama Gua Maria Palasari. Jaraknya dari Denpasar sekitar 115 km, butuh sekitar 3 jam berkendara menuju ke arah Bali Barat tanpa macet. Sedangkan jarak dari pelabuhan Gilimanuk sekitar 22 km, dari kota Negara 21 km menuju ke arah Barat. Baca Selengkapnya...
  • Sultan Maulana Hasanuddin, Founder of The Banten Kingdom

    Sultan Maulana Hasanuddin is known best as Sultan Hasanudin Banten. He had the important role in the spread of Muslim in Banten. He was the founder of Banten Kingdom as well as the first leader of Muslim region in Banten. Sultan Hasanudin was the second son of Nyi Kawunganten who was the daughter of Prabu Surasowan which at that time, he was the governor of Banten. Prabu Surasowan was also known as Syaikh Syarif Hidayatullah or known as Sunan Gunung Jati.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang Lan Jajah Milangkori

Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung*, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. Waca sakabehe...