Loading...
iden
 

Dengan Aplikasi Keluarga Sehat Ini Pasien Akan Lebih Cepat Ditangani

Saat kita sakit atau mengalami kejadian-kejadian tertentu yang membutuhkan bantuan medis, yang pertama kali dirujuk adalah Puskesmas baru kemudian ke rumah sakit. Proses penanganannya, dimulai dari pendataan pasien, disinilah berbagai permasalahan terjadi. 

Yang paling sering terjadi adalah terlalu lamanya waktu yang digunakan untuk pendataan, yang akhirnya memperlambat penanganan pasien. Masalah kedua adalah duplikasi data yang terjadi, akibat pasien yang berpindah dari satu Puskemas ke Puskesmas lainnya, atau dari sebuah rumah sakit ke rumah sakit lainnya.

Untuk mengatasinya, Kemenkes kemudian merancang sebuah aplikasi yang diberi nama "Keluarga Sehat". Aplikasi ini dimaksudkan juga untuk mendukung Program Indonesia Sehat, dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dalam hal pendataan keluarga sehat melalui kunjungan rumah.

Dengan demikian, para surveyor akan lebih mudah mencatat daftar keluarga pada sebuah daerah tertentu. Data tersebut nantinya akan dimasukkan ke database Kemenkes pada aplikasi berbasis Android ini.

Manfaatnya, Kemenkes beserta lembaga-lembaga kesehatan di bawahnya, seperti Puskesmas dan Rumah Sakit Unit Daerah (RSUD) akan memiliki data yang lengkap. Misalnya tentang riwayat kesehatan seorang pasien, yang tentunya berpengaruh pada pemberian tindakan yang tepat. Dan untuk pasien sendiri akan mendapatkan berbagai kemudahan antara lain proses pendaftaran yang lebih cepat, sehingga pasien bisa segera ditangani.

Aplikasi Keluarga Sehat kini hadir dalam tampilan terbaru yakni versi 2.0 dengan beberapa fitur berikut ini:

  • Fitur Tahun AktifYakni Fitur Manajemen tahun pelaporan data survei untuk seluruh pengguna, dimana sebelum aplikasi dapat digunakan akan ditentukan kapan periode aktif untuk penginputan data pada tahun berjalan. Fitur ini dikhususkan bagi Admin Pusat.

 

  • Fitur Transfer Wilayah KerjaFitur untuk memindahkan data keluarga pada suatu wilayah desa/kelurahan di puskesmas awal ke puskesmas tujuan (Khusus Admin Pusat).

 

  • Fitur Wilayah KerjaYakni fitur untuk memetakan desa/kelurahan di suatu wilayah kerja puskesmas dengan cara menginput atau mendaftarkan wilayah kerjanya per desa/kelurahan baik dalam satu wilayah kecamatan maupun lebih (Khusus Admin PKM).

 

  • Fitur Rukun WargaFitur untuk menginput atau mendaftarkan RW dan RT sesuai yang ada pada wilayah kerjanya per desa/kelurahan. Bila terdapat daerah yang tidak memiliki RW maupun RT maka setiap puskesmas harus melakukan inventarisasi daerah tersebut kemudian melakukan penomoran secara mandiri (Khusus Admin PKM).

 

  • Fitur Sasaran WilayahFitur untuk menentukan jumlah target/sasaran pendataan di suatu wilayah kerja puskesmas berdasarkan jumlah keluarga sasaran pada wilayah kerjanya per desa/kelurahan (Khusus Admin PKM).

 

  • Fitur Target SurveyorFitur untuk menentukan target kinerja surveyor, target ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian dan rasa tanggung jawab bagi para surveyor terhadap data keluarga yang menjadi tanggugjawabnya (Khusus Admin PKM).

 

  • Fitur Monitoring WilayahFitur untuk memantau kinerja capaian dari puskesmas maupun surveyor dengan membandingkan antara target/sasaran yang telah ditetapkan dengan realisasi data keluarga yang telah diinput.

 

  • Fitur IKS PuskesmasFitur untuk melihat Indeks Keluarga Sehat (IKS) berdasarkan wilayah kerja puskesmasnya pada setiap indikator.

 

  • Fitur CrosstabFitur yang dapat digunakan untuk analisis data dengan memanfaatkan raw data yang telah diunduh melalui akun admin pkm untuk diolah secara mandiri dan di upload kembali ke aplikasi untuk di kustomisasi dalam bentuk crosstab analisis data, baik dalam bentuk tabulasi, grafik, dan lain-lain.

 

 

TAHAP PENGAJUAN AKUN DAN PENGGUNAAN APLIKASI KELUARGA SEHAT

Dimulai dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Dinkes Kab/Kota mengajukan permohonan akses aplikasi Keluarga Sehat pada Kemenkes.
  2. Kemenkes menerima permohonan akses, kemudian  membuat akun Dinkes Provinsi, Dinkes Kab/Kota, dan Admin Puskesmas dan kemudian mengirimkan akun ke Dinkes Provinsi.
  3. Dinkes Provinsi mendistribusikan akun Puskesmas ke Kepala Puskesmas.
  4. Kepala Puskesmas mendistribusikan beban kerja pengumpul data (surveyor).
  5. Admin Puskesmas membuat akun untuk Kepala Puskesmas, Supervisor, dan Surveyor selaku petugas yang melakukan pendataan.
  6. Selanjutnya, surveyor melakukan pengumpulan data masyarakat melalui situs www.keluargasehat.kemkes.go.id, atau lewat aplikasi Keluarga Sehat.
  7. Supervisor mengkaji  ulang data lapangan, dan meneruskan ke Admin Puskesmas untuk review atau edit ulang jika diperlukan.
  8. Kemudian Kepala Puskesmas melakukan review data Puskemas. Begitu pula dengan Dinkes Kab/Kota melakukan review data Kab/Kota, dan Dinkes Provinsi melakukan review data agregat Provinsi.
  9. Kemenkes akan melakukan kajian  data nasional, kemudian mengunduh data dengan format csv.
  10. Pendataan pun selesai dilakukan.

Kami Ingin Melepas Beberapa Barang Antik Koleksi Keluarga, Harga Mulai Dari Rp400.000

Barang antik (berasal dari bahasa Latin: antiquus), adalah sebuah istilah yang menunjuk kepada benda-benda yang sudah berusia tua, mulai dari perabotan, barang elektronik, instrumen musik, hingga karya seni. Selengkapnya...

Cara Melanjutkan Bisnis Kuliner Yang Berasal Dari Warisan Keluarga

Warisan berasal dari bahasa Arab Al-miirats, bentuk masdar dari kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Maknanya ialah ‘berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain’, atau dari suatu kaum kepada kaum lain. Dengan kata lain, warisan adalah harta peninggalan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris, apapun bentuknya baik itu harta, nama baik, termasuk juga bisnis kuliner yang dijalankan oleh keluarga.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang lan Jajah Milangkori

Lair 15 November 1954, Didik Nini Thowok, penari kondang lan jajah milangkori iku asline saka Temanggung, Jawa Tengah. Asma asline, yaiku Kwee Tjoen Lian. Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. .Baca Selengkapnya...

Get to know the Mangkunegaran Dynasty and its Founder, Pangeran Sambernyawa

Pangeran Sambernyawa was known as Raden Mas Said since he was born and he was so famous with his struggle to fight Dutch. Then, he was known as Pangeran Sambernyawa in the dynasty of Mangkunegaran. He was born in Keraton Kartosuro in 1725 and he was son of Pangeran Arya Mangkunegaran and the grandson of Paku Buwono I. However, he was different from other kings in general who was surrounded by wealth and luxury.