Loading...
iden
 

Manfaat Touring Bersama Keluarga

Pada saat memasuki usia senja, umumnya kita seringkali dilanda kesepian. Juga dengan berbagai kerjaan rutin yang harus dijalani setiap hari tentunya akan menimbulkan kejenuhan. Hal ini rupanya tidak terjadi pada pamong guru SMK Negeri 2 Yogyakarta. Bagaimana caranya? Simak infonya dibawah ini.

Kiatnya ternyata dengan membentuk komunitas touring yang diberi nama "Sinten Remen Touring" (SR Touring) sejak tahun 2009. Pada awalnya, komunitas ini hanya beranggotakan beberapa orang yang gemar bersepeda motor. Semuanya merupakan pamong guru SMK Negeri 2 Yogyakarta.

Pada perkembangannya, kini jumlahnya mencapai puluhan orang berasal dari berbagai instansi seperti: Pemda DIY, UGM dan karyawan swasta yang ada di Kota Gudeg ini.

Kegiatan utama dari Komunitas touring ini hanya sekedar bepergian ke berbagai daerah. Untuk touring jarak pendek dilakukan hampir setiap bulan. Sedangkan touring jarak sedang, setiap empat bulan sekali. Khusus untuk touring jarak jauh, hampir setiap setahun sekali pada bulan Desember pada musim libur sekolah.

Hingga saat ini sudah mengelilingi hampir semua daerah di Indonesia. Seperti pada tahun 2017, menggelar touring ke Pelabuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Komunitas Motor Sinten Remen, membuktikan touring bukan monopoli anak muda saja. Meski rata-rata telah berusia diatas 50 tahun, ternyata fisik dan staminanya tetap terjaga saat harus mengendarai sepeda motor dengan jarak ribuan kilometer.

Uniknya, selama touring mereka juga mengajak istri atau putera dan putrinya sebagai salah satu cara untuk membahagiakan keluarga. Semua didasari rasa senang, sehingga bisa meringankan beban pikiran.

Rasa kebersamaan dan rasa persaudaraan komunitas ini juga terbentuk karena merasa seiring dan sejalan. Misalnya, bila ada salah satu sepeda motor mereka ada yang rusak, kemudian mereka sama-sama turut membantu memperbaiki.

 

Sumber:  suaramerdeka.com

 

Kami Ingin Melepas Beberapa Barang Antik Koleksi Keluarga, Harga Mulai Dari Rp400.000

Barang antik (berasal dari bahasa Latin: antiquus), adalah sebuah istilah yang menunjuk kepada benda-benda yang sudah berusia tua, mulai dari perabotan, barang elektronik, instrumen musik, hingga karya seni. Selengkapnya...

Cara Melanjutkan Bisnis Kuliner Yang Berasal Dari Warisan Keluarga

Warisan berasal dari bahasa Arab Al-miirats, bentuk masdar dari kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Maknanya ialah ‘berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain’, atau dari suatu kaum kepada kaum lain. Dengan kata lain, warisan adalah harta peninggalan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris, apapun bentuknya baik itu harta, nama baik, termasuk juga bisnis kuliner yang dijalankan oleh keluarga.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang lan Jajah Milangkori

Lair 15 November 1954, Didik Nini Thowok, penari kondang lan jajah milangkori iku asline saka Temanggung, Jawa Tengah. Asma asline, yaiku Kwee Tjoen Lian. Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. .Baca Selengkapnya...

Get to know the Mangkunegaran Dynasty and its Founder, Pangeran Sambernyawa

Pangeran Sambernyawa was known as Raden Mas Said since he was born and he was so famous with his struggle to fight Dutch. Then, he was known as Pangeran Sambernyawa in the dynasty of Mangkunegaran. He was born in Keraton Kartosuro in 1725 and he was son of Pangeran Arya Mangkunegaran and the grandson of Paku Buwono I. However, he was different from other kings in general who was surrounded by wealth and luxury.