Loading...
iden
 

Jadwal Wayang Kulit Ki Seno Nugroho Luar Biasa Padat, Bagaimana Kiat Dalang Ini Menjaga Stamina?

Akhir-akhir ini, kesenian tradisional mulai digemari lagi bahkan oleh kalangan milenial atau anak muda. Anda bisa melihat contoh dari Didi Kempot yang benar-benar sukses untuk membuat kaum milenial menjadi “ambyar” dengan lagu campursarinya. Kini Ki Seno Nugroho juga muncul dengan membawa wayang kulitnya namun jadwal wayang kulit Ki Seno Nugroho yang begitu padat sering membuat orang bertanya apa yang dilakukan oleh Ki Seno untuk tetap menjaga kebugaran.

 

Sukses Gaet Anak Muda Nonton Wayang, Jadwal Wayang Kulit Ki Seno Nugroho Jadi Padat

Ki Seno mampu untuk mengajak kaum milenial untuk bisa menonton wayang kulit yang mungkin sedari dulu tidak pernah sepopuler saat ini dan yang lebih keren lagi adalah kaum milenial bisa menonton semalam suntuk. Tapi, jika tidak mampu untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit langsung di tempat, maka Anda bisa menggunakan streaming melalui akun Youtube resmi milik sang Dalang dengan nama Dalang Seno. Bahkan karena popularitasnya ini, jadwal wayang kulit Ki Seno Nugroho sangat padat bahkan setiap hari.

Tentu saja tidak mudah bagi Ki Seno untuk dapat membuat anak muda generasi milenial ini untuk menikmati sajian lawas tradisional Jawa ini. Namun Ki Seno mengatakan bahwa dirinya mencoba untuk kembali menampilkan wayang kulit ini dengan bahasa yang jauh lebih mudah untuk dipahami anak muda jaman sekarang. Bahasa rumit yang hanya dulu hanya dipahami oleh orang tua ini kemudian dijadikan lebih mudah dan sederhana dan tidak perlu berbelit-belit lagi karena mereka tidak mungkin mempelajari bahasa Jawa halus.

Selain itu, ketika sedang pementasan wayang kulit, Ki Seno mencoba untuk mengikuti apa yang diinginkan sesungguhnya oleh para penonton meskipun sudah sering pula dimainkan. Akan tetapi, hal itu tidak menjadi masalah sebab hal yang paling penting adalah penonton puas dan suka dengan wayang kulit itu. Tentunya dengan hal ini, maka Ki Seno pun sudah banyak mendapatkan penonton yang sangat setia untuk menyaksikan selalu penampilan wayang kulit ini baik online atau langsung.

 

Cara Ki Seno Jaga Kesehatan Dengan Jadwal Wayang Kulit Ki Seno Nugroho yang Begitu Padat

Bukan hanya dari wilayah Jogjakarta saja melainkan Ki Seno juga mendapatkan penggemar dari seluruh pulau Jawa yang senang menyaksikan wayang kulit yang didalanginya. Ki Seno juga mengatakan jika penggunaan media sosial ini untuk tempat menyaksikan wayang kulit benar-benar sangat efektif khususnya bagi anak muda karena sekarang anak kecil saja sudah bisa memegang dan memiliki ponsel sehingga ini bisa menjadi sebuah kebangkitan tersendiri bagi kesenian lama.

Selama ini yang menjadi penghalang bagi para pekerja seni adalah untuk membuat seni tradisional mampu disenangi oleh anak muda. Namun dengan penyesuaian, maka hal ini pun bisa dilakukan. Bahkan karena inilah, Ki Seno memiliki jadwal manggung setiap hari untuk menjadi dalang dan sekali mementaskan wayang kulit, dibutuhkan berjam-jam bahkan 6 jam durasinya semalam suntuk. Banyak yang ingin tahu apa yang dilakukan Ki Seno untuk dapat menjaga kebugaran tubuhnya.

Salah satunya adalah dengan langsung beristirahat atau tidur. Ini dibutuhkan oleh Ki Seno sebab begitu menjelang malam, beliau harus kembali lagi ke aktivitasnya sebagai dalang untuk menghibur para penggemar setianya selama berjam-jam dan istirahat yang cukup jelas menjadi kunci apalagi jika harus keluar kota. Tentu istirahat inilah yang harus beliau lakukan sembari tetap mengonsumsi makanan yang bergizi karena energi ini dibutuhkan mengingat dalang akan memainkan lakonnya.

Bukan hanya akan bersuara selama berjam-jam melainkan dalang juga harus selalu mengganti wayang yang akan menjadi lakon dengan tangannya sendiri dan sudah pasti ini merupakan hal yang melelahkan meskipun duduk terus. Namun dengan jadwal wayang kulit Ki Seno Nugroho, adalah hal yang penting bagi beliau untuk selalu sehat karena ini semua demi menghibur para penggemarnya.

Kami Ingin Melepas Beberapa Barang Antik Koleksi Keluarga, Harga Mulai Dari Rp400.000

Barang antik (berasal dari bahasa Latin: antiquus), adalah sebuah istilah yang menunjuk kepada benda-benda yang sudah berusia tua, mulai dari perabotan, barang elektronik, instrumen musik, hingga karya seni. Selengkapnya...

Cara Melanjutkan Bisnis Kuliner Yang Berasal Dari Warisan Keluarga

Warisan berasal dari bahasa Arab Al-miirats, bentuk masdar dari kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Maknanya ialah ‘berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain’, atau dari suatu kaum kepada kaum lain. Dengan kata lain, warisan adalah harta peninggalan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris, apapun bentuknya baik itu harta, nama baik, termasuk juga bisnis kuliner yang dijalankan oleh keluarga.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang lan Jajah Milangkori

Lair 15 November 1954, Didik Nini Thowok, penari kondang lan jajah milangkori iku asline saka Temanggung, Jawa Tengah. Asma asline, yaiku Kwee Tjoen Lian. Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. .Baca Selengkapnya...

Get to know the Mangkunegaran Dynasty and its Founder, Pangeran Sambernyawa

Pangeran Sambernyawa was known as Raden Mas Said since he was born and he was so famous with his struggle to fight Dutch. Then, he was known as Pangeran Sambernyawa in the dynasty of Mangkunegaran. He was born in Keraton Kartosuro in 1725 and he was son of Pangeran Arya Mangkunegaran and the grandson of Paku Buwono I. However, he was different from other kings in general who was surrounded by wealth and luxury.