"Perawan Yang Disucikan" Berbeda Dengan Biarawati Katolik

Dalam agama Katolik, ada istilah  "perawan yang disucikan". Tapi tak banyak yang mengenalnya, karena konsep perawan yang disucikan baru diatur secara terperinci oleh otoritas Gereja Katolik sekitar 50 tahun yang lalu. Padahal, perempuan yang menjalani fungsi tersebut sudah ada sejak awal kelahiran agama katolik ini.

Pada tiga abad pertama Setelah Masehi, banyak yang meninggal sebagai martir. Mereka meninggal dunia ketika kukuh memegang keyakinan terhadap Tuhan. Salah satunya adalah Santa Agnes dari Roma, yang dikisahkan menolak menikah dengan gubernur kota itu karena lebih memilih mendedikasikan waktunya untuk Tuhan. Namun Praktik ini menurun di abad pertengahan seiring dengan popularitas biara dan biarawati.

Tak seperti biarawati, “perawan yang disucikan", tidak tinggal di komunitas tertutup. Mereka juga tidak mengenakan pakaian khusus. Mereka seperti orang kebanyakan, punya pekerjaan dan hidup normal. Akhirnya pada tahun 1971, Gereja Katolik mengeluarkan dokumen yang mengakui perempuan-perempuan yang secara sukarela menyisihkan waktu untuk agama dan Tuhan.

Salah satu  perawan yang disucikan adalah Jessica Hayes, yang tinggal di Fort Wayne, Indiana, Amerika Serikat. Ia memutuskan untuk menikah dengan Yesus Kristus. Penampilan Jessica Hayes seperti pengantin pada umumnya, mengenakan gaun berwarna putih. Yang berbeda adalah saat upacara pernikahan dilangsungkan di gereja, hanya tak tampak pengantin laki-laki.

Saat mengucapkan ikrar, ia berjanji untuk tidak akan pernah menjalin hubungan cinta dengan orang lain sepanjang hidupnya. Jessica Hayes adalah seorang guru, saya telah menekuni profesinya selama 18 tahun.

Ketika tak mengajar, ia mendedikasikan waktunya untuk kegiatan agama. Rumahnya memang tak jauh dari gereja. Ia selalu menyisihkan waktunya untuk Tuhan dengan membantu keluarga dan teman yang memiliki masalah.

Pada awalnya tak pernah terpikir untuk menjadi perawan yang disucikan. Keinginan itu datang saat ia bertemu dengan penasehat spiritualnya. Dari situlah, menjadi sangat jelas bahwa Tuhan menginginkannya untuk menjalani hidup sebagai pasanganNya. Keputusan itu ia ambil pada 2013 dan dua tahun kemudian ia menjalani upacara untuk menjadi perawan yang disucikan.

Saat mengikuti upacara, ia diharuskan berbaring di depan altar, sebagai simbol keinginan menghadiahkan diri dan menerima Tuhan. Ia menyebutnya sebagai komitmen abadi. Hayes adalah satu dari 254 pengantin Yesus di Amerika, menurut data yang dikumpulkan American Association of Consecrated Virgins (USACV). Mereka berasal dari beragam profesi, mulai dari perawat, psikolog, akuntan, pengusaha, hingga anggota pemadam kebakaran.

Di seluruh dunia, jumlahnya setidaknya 4.000 perawan yang disucikan menurut survei pada 2015. Vatikan mengatakan ada peningkatan tajam untuk menjadi perawan yang disucikan di berbagai tempat di dunia. Lebih dari 1.200 di antaranya tinggal di Prancis dan Italia. Selebihnya berasal dari AS, Meksiko, Rumania, Polandia, Spanyol, Jerman, Argentina, dan beberapa negara lain.

Hayes mengatakan sebelum memutuskan untuk menjadi anggota ordo perawan yang disucikan, ia pernah beberapa kali menjalin hubungan asmara dengan orang baik-baik tapi tak serius. Sampai akhirnya ia memilih untuk menjadi “perawan yang disucikan". Namun pilihan ini tidaklah mudah, karena seringkali terjadi "kesalahpahaman" di masyarakat, karena ia dianggap anti terhadap budaya.

Jika melihat isitilah  “perawan yang disucikan", apakah memang harus perawan? Pada bulan Juli 2021 yang lalu, Vatikan mengeluarkan panduan yang mendapat tanggapan beragam di kalangan komunitas perawan yang disucikan. Perdebatan yang muncul di antaranya adalah, apakah perempuan yang menjadi anggota komunitas harus perawan secara fisik. Tak seperti biarawati, yang memang berikrar untuk selibat, pengantin Yesus ini tidak diharuskan untuk menjadi perawan selamanya.

Menanggapi perdebatan ini, Vatikan mengatakan bahwa "idealnya para perempuan menjaga badan agar tetap suci" tapi untuk untuk menjadi anggota komunitas perawan yang disucikan, perempuan memang  tidak harus perawan secara fisik.

Bagi USACV, panduan tersebut "mengejutkan dan sengaja dibuat pelik". Pernyataan USACV menyebutkan bahwa tradisi secara tegas memegang teguh prinsip keperawanan "baik secara fisik maupun spiritual".

Termasuk Hayes sendiripun menginginkan  ada penjelasan dari pihak otoritas Gereja. Ia menduga mungkin ini ber;aluj bagi perempuan yang di masa lalu pernah menjadi korban perkosaan. Namun walau bagaimanapun, ia mendukung langkah Gereja mendorong makin banyak perempuan menjadi anggota komunitas "perawan yang disucikan". Ia menyebut ada kebutuhan bagi orang-orang untuk memberikan "komitmen radikal" kepada Tuhan.

Sumber: bbc.com

Artikel terkait

Benarkah Suara Tokek 8 Kali Adalah Pertanda Buruk?

Mitos, adalah bagian dari suatu folklor (budaya turun temurun) umumnya berupa kisah berlatarbelakang masa lampau. Mitos juga mengandung penafsiran tentang alam semesta, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Salah satu mitos yang masih dipercaya masyarakat Indonesia adalah suara tokek 8 kali. Baca Selengkapnya...

Ritual Pesugihan Putih Bambu Petuk, Hidup Tenang Tanpa Tumbal

Banyak dari kita umumnya telah mengetahui bahwa semua hal yang bersangkutan bersangkutan dengan pesugihan, selalu memiliki dampak negatif bagi si pengguna bahkan bagi orang yang ada disekitarnya. Sebab pesugihan identik dengan ritual ilmu hitam yang pada ujungnya, pasti akan meminta tumbal dan membuat hidup si pelaku pesugihan tidak akan merasa tenteram. Baca Selengkapnya...

Semar, Advisor to The Ruling Kings in The Land of Java

The name of Sabda Palon was often mentioned in the Serat Darmagandhul and Jangka Jayabaya or known as the prophecy of Jayabaya. In Serat Darmagandhul, Sabda Palon was known as the spiritual advisor with high power from King Brawijaya V who was the last king of Majapahit Kingdom. As the story said, the king was so powerful and he could order and conquer all entities in the land of Java. In the literature book of Java by Ki Kalamwidi, Sabda Palon was the same figure as the puppet stories named… Baca Selengkapnya...
khasiat besi towo

Apakah Khasiat Besi Towo Bermanfaat Bagi Kehidupan?

Bukan hal yang tabu lagi di Indonesia, jika banyak masyarakatnya sangat percaya dengan hal-hal yang berbau klenik, mistis dan juga tradisional seperti batu bertuah maupun juga benda yang dianggap memiliki kesaktian tersendiri untuk berbagai macam manfaat dalam kehidupan. Salah satunya adalah besi towo, wesi tawa atau ada juga yang menyebutnya sama dengan besi kursani. Sebuah benda langka yang (katanya) sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia yang memilikinya. Baca Selengkapnya...
  • Sultan Maulana Hasanuddin, Founder of The Banten Kingdom

    Sultan Maulana Hasanuddin is known best as Sultan Hasanudin Banten. He had the important role in the spread of Muslim in Banten. He was the founder of Banten Kingdom as well as the first leader of Muslim region in Banten. Sultan Hasanudin was the second son of Nyi Kawunganten who was the daughter of Prabu Surasowan which at that time, he was the governor of Banten. Prabu Surasowan was also known as Syaikh Syarif Hidayatullah or known as Sunan Gunung Jati.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang Lan Jajah Milangkori

Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung*, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. Waca sakabehe...