Tanaman Hias Dracaena Surculosa

Nama Lain : Gold Dust Dracaena, Japanese Bamboo. Dracaena surculosa adalah tanaman yang cantik. Ini memiliki daun hijau mengkilap dan bercak putih dan kuning di atas permukaan daun. Orang dapat dengan mudah melihat dari foto ini mengapa ia memiliki nama umum Dracaena Gold Dust. Kata Dracaena berasal dari bahasa Yunani yaitu drakaina yang berarti naga betina, nama ini mengacu pada getah berwarna merah yang dikeluarkan dari potongan batangnya.

 

Draceana dikenal sebagai tanaman hias daun berasal dari daerah subtropis, sehingga sebagian besar jenis ini banyak digunakan sebagai tanaman pot dan untuk bahan dekorasi di dalam ruangan seperti di perkantoran, pertokoan dan hotel.

Sedangkan Dracaena surculosa (Asparagaceae) atau lebih dikenal dengan nama umum Bambu jepang adalah tanaman hias, yang cantik dan elok dipandang

Bambu jepang merupakan tanaman asli daerah tropis Afrika dan Asia yang jenisnya cukup banyak . Ada 60 jenis, baik yang berupa herba, semak berkayu ataupun berupa pohon.

Bambu jepang merupakan tanaman semak kecil yang memiliki daun-daun variegata yang berbeda dan toleran terhadap cahaya yang rendah.

Salah satu varietas Bambu jepang adalah Florida Beauty, yang cocok ditempatkan di dalam ruangan yang terang, tetapi tidak mendapat cahaya matahari langsung.

Cahaya matahari yang kuat akan menyebabkan timbulnya bercak kering pada daun, tanaman ini toleran terhadap cahaya rendah. Pada tingkat pencahayaan yang tinggi, bintik-bintik pada daun akan memutih dan tampak seperti terbakar.

khasiat besi towo

Apakah Khasiat Besi Towo Bermanfaat Bagi Kehidupan?

Bukan hal yang tabu lagi di Indonesia, jika banyak masyarakatnya sangat percaya dengan hal-hal yang berbau klenik, mistis dan juga tradisional seperti batu bertuah maupun juga benda yang dianggap memiliki kesaktian tersendiri untuk berbagai macam manfaat dalam kehidupan. Salah satunya adalah besi towo, wesi tawa atau ada juga yang menyebutnya sama dengan besi kursani. Sebuah benda langka yang (katanya) sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia yang memilikinya. Baca Selengkapnya...

Ajian Saifi Angin (Sepiangin), Sarana Teleportasi Jaman Dulu

Bicara soal ilmu kebatinan, ternyata ada banyak sekali jumlahnya di Indonesia, khusunya di tanah Jawa. Salah satu dari ilmu kebatinan yang melegenda yaitu bernama Saifi Angin. Ilmu ini diyakini dapat meringankan tubuh penggunanya sehingga bisa berlari atau berpindah tempat dengan sangat cepat bak angin. Baca Selengkapnya...

Gua Maria Sumber Kahuripan - Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak, Sukabumi

Salah satu tempat ziarah dan berdoa bagi umat Katolik di Sukabumi adalah Gua Maria Sumber Kahuripan. Yang terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No.29, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat 43155, sekitar ±19.33 Km dari Kantor Bupati Sukabumi. Gua Maria Sumber Kahuripan ini diresmikan oleh Uskup Bogor, Mgr Michael Cosmos Angkur, OMF pada tanggal 30 Mei 2004. Baca Selengkapnya...

Gua Maria Bukit Kanada - Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung

Apa yang terlintas saat mendengar ‘Gua Maria Bukit Kanada’? Mungkin akan ada banyak orang yang berpikir bahwa tempat tersebut letaknya di luar negeri. Padahal lokasi Gua maria Bukit Kanada sendiri masih di Indonesia. Kanada yang dimaksud di sini adalah Kampung Narimbung Dalam. Yang mana merupakan wilayah administratif dimana Gua Maria di bangun di tahun 1988 berada. Baca Selengkapnya...
  • Sultan Maulana Hasanuddin, Founder of The Banten Kingdom

    Sultan Maulana Hasanuddin is known best as Sultan Hasanudin Banten. He had the important role in the spread of Muslim in Banten. He was the founder of Banten Kingdom as well as the first leader of Muslim region in Banten. Sultan Hasanudin was the second son of Nyi Kawunganten who was the daughter of Prabu Surasowan which at that time, he was the governor of Banten. Prabu Surasowan was also known as Syaikh Syarif Hidayatullah or known as Sunan Gunung Jati.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang Lan Jajah Milangkori

Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung*, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. Waca sakabehe...