Wisata Religi ke Gua Maria Lourdes, Jakarta Pusat

Saat liburan tiba, tidak harus berkunjung ke tempat-tempat wisata yang sedang trend atau instagramable. Tetapi juga bisa mengisi liburan dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Yang umumnya disebut sebagai wisata rohani atau wisata religi. Tidak hanya ada masjid yang bersejarah, kota Jakarta Pusat juga memiliki gereja dan Gua Maria yang penuh sejarah.

 

Sejarah Gereja Katolik Katedral Jakarta

Harus dipahami terlebih dahulu bahwa Gua Maria Lourdes di Jakarta Pusat ini letaknya berada di Gereja Katedral Jakarta. Gereja Katedral ini menjadi simbol kerukunan umat beragama. Hal ini dikarenakan letaknya yang berhadap-hadapan dengan Masjid Istiqlal. dan pengunjung yang bukan beragama Katolik boleh masuk untuk menyaksikan keindahannya.

Gereja Katolik ini dibangun pada tahun 1861, dengan gaya neo-gotik mengadopsi bangunan dari gereja lain di Eropa. Oleh sebab itu, saat berkunjung ke Gereja ini akan teringat dengan katedral megah di Eropa. Gereja Katedral ini mempunyai nama asli Gereja Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga. Yang mana khusus didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria.

Dan "Cathedral" yang artinya tahta uskup menjadi nama dari gereja ini.  Ornamen utamanya adalah Salib dengan panjang 60 meter dan lebar 20 meter. Gereja ini dilengkapi dengan tiga menara besi, dua menara tampak menjulang dengan ketinggian 60 meter. Jika dilihat sekilas, 2 menara ini memang mirip, namun saat didekati akan terlihat perbedaannya.

Menara yang bentuknya seperti benteng diberi nama Menara Bentang Daud (Fort of David), sebagai lambang Perlindungan Bunda Maria dari kegelapan. Sedangkan Menara yang dilengkapi dengan jam yang sampai saat ini masih berfungsi dengan baik, dinamakan Menara Gading (Tower of Ivory), melambangkan Kesucian Bunda Maria. 

Ada menara satu lagi yang disebut Menara Angelus Dei atau Menara Malaikat Tuhan (The Angelus Dei Tower). Letaknya berada di tengah diantara dua garis yang membentuk salib. Menara Angelus mempunyai tinggi 45 meter. Di sebelah kanan Gereja Katedral inilah terdapat Gua Maria, yang dibuat mirip dengan Gua Maria Lourdes di Paris.

Tempat Ibadah Gereja Katedral Jakarta

Di pintu masuk utama terdapat  patung Bunda Maria. Dengan tulisan di bagian bawah ‘Beatam Me Dicent Omnes Genaerationes’ yang artinya semua keturunan menyebut aku bahagia. Selain itu juga ada batu pualam berisi informasi mengenai gereja yang didirikan oleh Arsitek Marius Hulswit 1899-1901. Marius Hulswit wafat tahun 1921 dan dimakamkan di Kebon Jahe Kober (Museum Taman Prasasti).

Kaca patri dengan bentuk bunga mawar (Rozeta) yang melambangkan Bunda Maria terdapat di atas patung Maria. Di bagian halaman depan ada patung Yesus mengenakan mahkota, disebut Patung Kristus Raja. SDi tengah ruangan ada deretan bangku dan ditengahnya ada mimbar untuk pengkhotbah.

Terdapat tiga altar di Gereja Katedral ini. Yaitu altar utama, altar Santa Maria, dan altar Santo Yusuf. Untuk altar utama dipenuhi ukuran dan patung kudus. Altar Santa Maria di sisi kiri Panti Imam dan ada Patung Santa Maria yang menggendong bayi Yesus. Selanjutnya ada altar Santo Yusuf yang tak lain adalah tunangan Bunda Maria.

Cerita Singkat Gua Maria Lourdes

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit diatas, bahwa Gua Maria Lourdes berlokasi di Gereja Katedral Jakarta Pusat. Dimana Gereja Katedral ini mempunyai nama resmi Gereja Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga (De Kerk van OnzeLieveVrouwe ten Hemelopneming). Gua Maria ini memang gua yang dibuat menyerupai Gua Massabielle, tempat  Bunda Maria menampakkan diri.di Lourdes, Perancis, 

Konon, di bawah patung Bunda Maria ini terdapat batu asli yang dibawa dari  Lourdes.  Suasana Gua Maria di Katedral Jakarta ini terasa sejuk, karena  ini dikelilingi oleh  pepohonan nan rimbun dan  asri. Jika sudah selesai mengikuti misa di Katedral, umat umumnya datang untuk berdoa disini.

Artikel terkait

Kisah Sababay Mascetti, "Anggur Misa" Asli Buatan Indonesia

Sejak Santo Fransiskus Xaverius tiba di Indonesia pada tahun 1546; bermukim satu tahun di Pulau Ambon, Saparua, serta Ternate; dan membaptis ribuan warga sekitar. Belum pernah sekalipun umat Katolik di Indonesia mampu menyediakan anggur untuk peribadatannya sendiri. Baru pada 2020 ini, 35 ribu liter anggur yang dibutuhkan 37 keuskupan di Indonesia per tahunnya (berdasar data impor 10 tahun terakhir), sudah akan 100 persen menggunakan sacramental wine dari Sababay Winery. Baca Selengkapnya...

Benarkah Suara Tokek 8 Kali Adalah Pertanda Buruk?

Mitos, adalah bagian dari suatu folklor (budaya turun temurun) umumnya berupa kisah berlatarbelakang masa lampau. Mitos juga mengandung penafsiran tentang alam semesta, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Salah satu mitos yang masih dipercaya masyarakat Indonesia adalah suara tokek 8 kali. Baca Selengkapnya...

Gua Maria Sumber Kahuripan - Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak, Sukabumi

Salah satu tempat ziarah dan berdoa bagi umat Katolik di Sukabumi adalah Gua Maria Sumber Kahuripan. Yang terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No.29, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat 43155, sekitar ±19.33 Km dari Kantor Bupati Sukabumi. Gua Maria Sumber Kahuripan ini diresmikan oleh Uskup Bogor, Mgr Michael Cosmos Angkur, OMF pada tanggal 30 Mei 2004. Baca Selengkapnya...
khasiat besi towo

Apakah Khasiat Besi Towo Bermanfaat Bagi Kehidupan?

Bukan hal yang tabu lagi di Indonesia, jika banyak masyarakatnya sangat percaya dengan hal-hal yang berbau klenik, mistis dan juga tradisional seperti batu bertuah maupun juga benda yang dianggap memiliki kesaktian tersendiri untuk berbagai macam manfaat dalam kehidupan. Salah satunya adalah besi towo, wesi tawa atau ada juga yang menyebutnya sama dengan besi kursani. Sebuah benda langka yang (katanya) sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia yang memilikinya. Baca Selengkapnya...
  • Sultan Maulana Hasanuddin, Founder of The Banten Kingdom

    Sultan Maulana Hasanuddin is known best as Sultan Hasanudin Banten. He had the important role in the spread of Muslim in Banten. He was the founder of Banten Kingdom as well as the first leader of Muslim region in Banten. Sultan Hasanudin was the second son of Nyi Kawunganten who was the daughter of Prabu Surasowan which at that time, he was the governor of Banten. Prabu Surasowan was also known as Syaikh Syarif Hidayatullah or known as Sunan Gunung Jati.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang Lan Jajah Milangkori

Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung*, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. Waca sakabehe...