Makam Raden Patah - Bintoro, Demak, Jawa Tengah

"Menurut sejarah, Adipati Raden Patah yang memiliki nama Tionghoa Jin Bun dan bergelar Panembahan Jimbun merupakan pendiri Kerajaan Demak dan memerintahnya selama 18 tahun (1500-1518)."

Bagi Anda yang menggemari wisata religi, mungkin kawasan Demak bukanlah destinasi yang asing. Bahkan jika Anda pun bukan penyuka kegiatan atau wisata yang bernuansa terlalu religi, Demak yang memiliki catatan cukup penting dalam sejarah Nusantara juga bisa dimasukkan ke dalam bucket list kegiatan traveling Anda. Berkunjung ke makam Raden Patah yang berada di kompleks Masjid Agung Demak merupakan salah satunya.

Nama Raden Patah pasti tidak asing terdengar di telinga Anda. Sebagian masyarakat khususnya penikmat sejarah pasti tahu betul siapa sosok yang satu ini, akan tetapi sebagian lainnya mungkin hanya mengetahui sekadar nama Raden Patah. Lantas siapa sebetulnya Raden Patah?

Beliau merupakan putra dari Raja Brawijaya terakhir dengan seorang selir berdarah Tionghoa (dari sanalah nama Tionghoa Raden Patah didapat). Konon kala itu, Ratu Dwarawati, sang permaisuri, merasa cemburu kepada selir. Raja kemudian mengungsikan selir yang tengah hamil ke Palembang yang saat itu diperintah oleh Arya Damar, putra sulung sang Raja. Setelah Raden Patah lahir, sang selir Siu Ban Ci kemudian diperistri oleh Arya Damar dan memiliki keturunan yakni Raden Kusen.

Raden Patah yang seorang muslim (bagi masyarakat Hindu-Majapahit khususnya) dianggap sebagai anak durhaka dan amat dibenci. Kerajaan Majapahit yang begitu besar dan mahsyur tersebut runtuh atas penyerangan dari Kesultanan Demak. Raden Patah menolak meneruskan tahta pemerintahan Arya Damar sebagai adipati Majaphit di Palembang dan pergi ke tanah Jawa untuk memperdalam ilmu agama Islam. Raden Patah berguru di Denta, Surabaya, kepada Raden Rahmat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. Di sana, Raden Patah belajar Islam bersama dengan beberapa tokoh, termasuk nama-nama Walisongo yang kerap kita dengar: Sunan Bonan, Sunan Giri, dan Sunan Drajat.

Raden Patah yang kemudian membuka hutan di Glagahwangi (yang nantinya diubah namanya menjadi Demak) mendirikan sebuah pesantren yang semakin berkembang dan ramai. Pada tahun 1489 Masjid Agung Demak diresmikan sebagai pusat pemerintahan dan tempat berkumpulnya para walisongo. Sebagaimana penyebaran agama Islam yang tidak bersifat memaksa, sikap Raden Patah terhadap umat beragama lain sangatlah toleran.

Kepada masyarakat Hindu dan Budha yang pada saat itu mendominasi pun Raden Patah tidak memerangi, sebagaimana wasiat Sunan Ampel kepada dirinya. Penyerangan yang kemudian dilakukan terhadap Kerajaan Majapahit melawan ayahnya sendiri kala itu pun bukan dilandasi masalah agama, melainkan dilatarbelakangi oleh persaingan politik memperebutkan kekuasaan Pulau Jawa. Dalam naskah Babad Jawi pun disebutkan bahwa penyerangan lebih dulu dilakukan oleh pihak Majapahit terhadap sekutu Demak di Gresik yakni Giri Kedaton.

Berdasarkan catatan sejarah, Raden Patah memiliki tiga orang istri dan dikaruniai lima orang anak. Di belakang Masjid Demak yang juga termasuk sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia ini, terdapat makam para raja, keluarga, dan abdi Kerajaan Demak. Masjid Agung Demak sendiri berada di tengah kota, menghadap ke alun-alun. Bangunannya terbuat dari kayu jati dengan luas 31mx31m dengan bagian serambi sepanjang 15 meter. Empat buah tiang kayu raksasa penyangga atap tengahnya dibuat oleh Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga.

Bagaimana? Menarik, bukan? Selain masjid dan makam, di samping masjid ada sebuah ruangan yang difungsikan sebagai museum seperti kentongan kuno, kitab tafsir Quran tulisan Sunan Bonang, benda-benda peninggalan Pakubuwono, dan lain-lain. Dengan paket lengkap religi dan histori, sayang jika Anda melewatkan destinasi yang satu ini.

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Tak Mungkin Bisa Mengubah Nagari Bila Kita Takut Berpikir Besar!

Pria kelahiran Kota Bukittinggi tanggal 05-08-1976 ini sejak kecil tergolong anak yang berbakat dan gaul. Berbagai hal ia lakukan, mulai dari mencari uang jajan sendiri hingga mengikuti banyak…

Jusuf Kalla

Tidak banyak orang yang mampu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dalam dua periode pemerintahan.

Only One in the World

Peacefull of the Rambut Siwi Temple Spread Religious Aura in Bali

What Are Special about Rambut Siwi Temple So That Makes People Come There Over and Over? Read More...

Tradisi Keluarga

Grebeg Syawal Bentuk Kedermawanan Sultan Untuk Rakyatnya Saat Idul Fitri

Apabila mendengar kata “grebeg” mungkin yang terbesit di benak Anda adalah sebuah peristiwa penangkapan. Namun kosakata ini rupanya tidak bermakna demikian jika Anda bermain ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Berasal dari akar kata “gumrebeg” pemaknaannya…

Makam Sunan Gresik - Gapuro, Gresik, Jawa Timur

"Sunan Gresik dikatakan sebagai salah satu wali paling senior yang menyebarkan Islam di kawasan Jawa khususnya Jawa Timur."

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Mas Soereno, Mas Soewerni.
  • Raden Doekseno, Raden Soedono, Raden Dirman, Raden Ngabibah
  • Mas Soedarjono, Mas Rara Markamah, Mas Mohamad Oesman, Mas Rara Soetiati, Mas Mohamad Soelaeman
  • Mas Aslan

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...