Makam Sunan Ampel - Semampir, Surabaya, Jawa Timur

"Dari sembilan nama tokoh penyebar agama Islam di wilayah Indonesia yang sering kita kenal dengan sebutan wali songo, nama Sunan Ampel bisa jadi adalah salah satu nama yang paling populer dan banyak diingat."

Sunan Ampel yang bernama asli Raden Rahmat adalah putra tertua dari pasangan Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih sering dikenal sebagai Sunan Gresik dan Dewi Chandrawulan. Beliau lahir pada tahun 1401 di Champa. Dalam perjalanan hidupnya kelak, beliau juga sering disebut sebagai bapak para wali (wali songo lainnya) sebab di bawah didikan beliau banyak lahir pendakwah Islam yang hebat.

Sebagaimana sebutan bagi para wali songo lainnya, nama Ampel pada Sunan Ampel merujuk pada daerah yang menjadi kawasan tempat tinggalnya. Nama Ampel (atau juga disebut Ampel Denta) merupakan suatu kawasan di Surabaya, Jawa Timur. Diperkirakan, beliau wafat pada sekitar tahun 1481 dan dimakamkan di daerah Ampel, Surabaya.

Tidak berbeda dengan makam wali songo lainnya, makam Sunan Ampel juga ramai dan banyak dikunjungi peziarah. Masyakarat yang melakukan ziarah wali songo biasanya memiliki waktu khusus, seperti pada bulan Ramadan ataupun pada waktu-waktu tertentu lainnya.

Kendati demikian, selayaknya melakukan kegiatan nyekar atau ziarah, dapat dilakukan kapan saja dengan tata cara ziarah kubur yang tidak jauh berbeda dengan tata cara ziarah kubur secara umum, yaitu datang dalam keadaan suci, menyampaikan salam, membaca doa-doa dan kalimat tauhid, dan mendoakan para wali yang sudah sangat berjasa dalam menyebarluaskan Islam di tanah air.

Berdampingan dengan makam istri pertamanya, Nyai Condrowati, makam Sunan Ampel berada di sisi kanan depan Masjid Ampel yang terkenal. Di komplek pemakaman tersebut tidak hanya terdapat makam sang Sunan, tetapi juga kerabat dan pengikutnya–termasuk makam Mbah Soleh dan Mbah Sonhaji (Mbah Bolong). Mbah Soleh adalah tukang sapu Masjid Ampel yang meninggal dan dimakamkan sebanyak sembilan kali, sementara Mbah Sonhaji orang yang mengatur tata letak pengimaman ketika pembangunan Masjid Ampel.

Menurut cerita, Mbah Sonhaji adalah sosok yang sangat tekun dan penuh perhitungan, apalagi terkait arah pengimaman masjid yang persis menghadap kiblat. Selesai pembangunan, orang lantas meragukan ketepatan pengerjaan Mbah Sonhaji dan sebagai jawabannya, beliau membuat lubang pada dinding pengimaman. Mereka yang meragukan Mbah Sonhaji terkejut bukan kepalang saat melihat Kabah melalui lubang yang dibuat oleh lelaki tersebut.

Kembali mengenai makam Sunan Ampel. Dibandingkan dengan makam para wali lainnya,  makam Sunan Ampel terkesan jauh lebih bersahaja, apalagi mengingat sosoknya adalah tokoh yang demikian hebat dan berpengaruh. Berada di tempat terbuka yang memungkinkan makam terguyur panas dan hujan, makam tersebut hanya dikelilingi oleh pagar alumunium biasa. Nisannya hanya dilapisi oleh kain putih dan tidak ada ornamen lain apapun.

Untuk masuk ke komplek pemakaman, Anda harus melalui lima buah gapura yang merupakan simbol dari rukun Islam yang berjumlah lima. Gapura pertama bernama Gapura Munggah yang mendefinisikan rukun Islam kelima, yakni kewajiban menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Setelah melalui lorong pasar, gapura selanjutnya adalah Gapura Poso yang ‘mengantarkan’ Anda ke halaman masjid.

Sesuai namanya, gapura ini mengingatkan kewajiban seorang muslim untuk berpuasa. Selanjutnya adalah Gapura Ngamal. Kata ‘ngamal’ berasal dari kata amal yang merujuk pada kewajiban berzakat sesuai rukun Islam ketiga. Gapura keempat adalah Gapura Madep (madep=menghadap), artinya kewajiban seorang muslim untuk menghadap kepada Sang Khalik dengan salat. Di sinilah Anda dapat menemukan makam Mbah Sonhaji dan Mbah Soleh. Di gapura kelima alias terakhir bernama Gapura Paneksen–yang menggambarkan kalimat syahadat–di sinilah Anda akan mendapati makam Sunan Ampel.

Jika Anda ingin mencoba wisata religi atau sekadar ingin pergi ke tempat-tempat yang agak berbeda dari biasanya, tidak ada salahnya memasukkan ziarah makam Sunan Ampel ke dalam list Anda. Unik dan menarik, bukan?

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Keluarga Sosrodjojo dan Profil Teh Botol Sosro

Anda tentu tidak asing dengan Teh Botol Sosro, bukan? Minuman teh botol kemasan dari Indonesia ini emang terkenal di saentero negeri. Dengan tagline “Apapun makanannya, minumannya Teh Botol Sosro,”…

Permadi Arya

Permadi Arya atau yang dikenal dengan panggilan Ustad Abu Janda Al Boliwudi merupakan salah satu tokoh yang cukup viral dan kontroversial dalam beberapa tahun ini di Indonesia.

Only One in the World

Puja Mandala: A Religious Spot Center in Nusa Dua

The Beauty of Differences shown in Puja Mandala - Puja Mandala is an exceptional spot in Bali. It is a religious spot center which provides five houses of prayers within an area. From the east, you can find a Protestant church, a Vihara, A church for Catholics and the mosque for Muslims to do the prayers. Read More...

Tradisi Keluarga

Mengulik Tradisi Ruwahan dan Hidangan Khasnya

Bicara soal budaya dan tradisi negeri ini memang tak pernah ada habisnya. Beragamnya suku dan agama tak pelak memunculkan beragam tradisi yang beragam pula. Salah satu tradisi yang masih mengakar kuat di Tanah Jawa adalah tradisi ruwahan.

Grebeg Syawal Bentuk Kedermawanan Sultan Untuk Rakyatnya Saat Idul Fitri

Apabila mendengar kata “grebeg” mungkin yang terbesit di benak Anda adalah sebuah peristiwa penangkapan. Namun kosakata ini rupanya tidak bermakna demikian jika Anda bermain ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Berasal dari akar kata “gumrebeg” pemaknaannya…

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Raden Rara Siti Aminah, Raden Rara Salamah
  • Raden Ngabehi Tjokrohadiwikromo,Raden Sastrosoediro (Soediran), Mas Soerodhimoelio (Soerachmat), Mas Soedajat (Djojodirekso), Mas Soepandam, Mas Adjeng Koesoemoatmodjo (Soediadi), Mas Rara Soemedi, Mas Rara Soekanti, Mas Rara Soebandi, Mas Soedarmadi, Mas…
  • Soeroasmoro, Soeparti, Soewono, Nellie, Marjati
  • Mas Rara Marjam, Mas Abdoel Kadir, Mas Abdoerrachman, Mas Abdoeloemar