Makam Sunan Gresik - Gapuro, Gresik, Jawa Timur

"Sunan Gresik dikatakan sebagai salah satu wali paling senior yang menyebarkan Islam di kawasan Jawa khususnya Jawa Timur."

Dengan kemampuan berdagang dan berdakwah yang sangat hebat, Sunan Gresik mampu mempengaruhi banyak sekali rakyat untuk masuk Islam tanpa harus memaksa mereka dengan keras. Selama hidup di kawasan Gresik, salah satu tokoh Walisongo ini terus menyebarkan Islam tanpa lelah. Beliau terus mengajarkan banyak hal hingga sampai meninggal pun banyak warga yang datang untuk nyekar dan berdoa. Kehebatan beliau di masa lalu terlihat jelas dari banyaknya warga yang melakukan ziarah wali songo di sana.


Sejarah Singkat Sunan Gresik

Sunan Gresik bukanlah warga asli Jawa, beliau diperkirakan berasal dari kawasan Samarkand, Asia Tengah. Setelah dewasa dan mengemban misi penyebaran agama, beliau hijrah ke kawasan Asia. Dikabarkan, beliau sempat hidup di Kerajaan Champa yang saat ini jadi Myanmar dan menikahi dengan salah satu putri kerajaan. Setelah misi penyebaran agama di Champa selesai, beliau akhirnya berlayar hingga akhirnya tiba di Jawa Timur.

Sunan Gresik yang memiliki nana asli Maulana Malik Ibrahim iniĀ  tinggal di kawasan Desa Sembalo yang saat ini namanya berubah menjadi Leran. Di tempat ini beliau membangun Masjid pertama dan mulai menyebarkan Islam secara halus kepada para penduduk hingga akhirnya banyak yang tertarik untuk mempelajarinya. Untuk memperkuat dakwah Islamnya di kawasan Jawa Timur yang kala itu masih dikuasai oleh kerajaan Hindu, Sunan Gresik mencoba berdagang.

Dengan ilmu yang beliau pelajari sebelumnya, Sunan Gresk memiliki beberapa usaha perdagangan yang cukup maju. Dari usahanya ini Sunan Gresik mulai bisa menyebarkan Islam secara perlahan-lahan. Setelah usaha dagangnya besar, Sunan Gresik mulai membangun pondok pesantren. Beliau memberikan pelajaran kepada warga yang berminat menjadi pemeluk Islam secara gratis.

Dampak dari hal ini, Sunan Gresik jadi memiliki banyak pengikut yang loyal dan mau membantunya menyebarkan Islam. Menyusul sukses membangun pondok pesantren, Sunan Gresik mulai hijrah menuju kawasan pusat Kerajaan Majapahit. Beliau tidak memaksa anggota kerajaan untuk masuk Islam, Sunan Gresik hanya menunjukkan keindahan dari Islam hingga akhirnya pemimpin Majapahit memberinya sebidang tanah untuk ditinggali.

Makam Sunan Gresik

Setelah menyebarkan agama Islam dengan sangat baik, Sunan Gresik menghabiskan masa tuanya di kawasan Leran tempat pondoknya berdiri. Saat wafat beliau di makamkan di Desa Gapura yang merupakan tanah pemberian pemimpin Majapahit. Saat ini kawasan Desa Gapura dikenal sebagai pusat wisata religi yang membuat makan Sunan Gresik dan beberapa pengikutnya.

Kompleks salah satu makam Wali songo yang ada di Jawa Timur ini memiliki bangunan yang cukup besar. Begitu masuk kawasan pemakaman peziarah akan mendapati bangunan berlantai empat yang cukup megah. Bangunan ini biasanya digunakan untuk salat atau kegiatan dakwah lainnya. Berbelok ke arah kanan, peziarah akan mendapatkan bangunan cukup besar yang berisi banyak sekali makam. Dari deretan makam ada yang diberi pagar bagi berbentuk kotak. Di dalam pagar inilah makam Sunan Gresik berada.


Tata Cara Ziarah Makam Sunan Gresik

Seperti halnya makam para wali yang lain, mengunjungi kawasan makam Sunan Gresik juga ada etikanya. Tatacara ziarah makam di sini bisa dilakukan dengan duduk bersila di sekeliling makam lalu membaca doa bersama-sama. Pada hari-hari tertentu, makam ini sangat rami hingga peziarah harus antre sebelum berdoa dan nyekar.


Demikianlah uraian singkat tentang sejarah Sunan Gresik dan ritual ziarah makamnya. Semoga Anda bisa datang ke sini saat melakukan tradisi ziarah makam para wali.

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Joko Widodo

Sejak awal masa kepresidenan beliau, banyak yang penasaran mengenai silsilah dalam keluarga Presiden Ir. H. Joko Widodo. Tidak hanya sedikit kisah hidupnya, inilah keluarga sosok yang dikenal dengan…

Tak Mungkin Bisa Mengubah Nagari Bila Kita Takut Berpikir Besar!

Pria kelahiran Kota Bukittinggi tanggal 05-08-1976 ini sejak kecil tergolong anak yang berbakat dan gaul. Berbagai hal ia lakukan, mulai dari mencari uang jajan sendiri hingga mengikuti banyak…

Only One in the World

Dalem Balingkang Temple Symbol of Inter-Religious Tolerance in Bali

Have You Ever Seen the Beauty and Peace of Nature? Dalem Balingkang Temple is The Only Answer. Read More...

Tradisi Keluarga

Empat Tradisi Lebaran di Tanah Blambangan

Indonesia merupakan negara yang besar. Bukan hanya besar dari segi wilayahnya, melainkan juga besar berkat keanekaragaman yang dimilikinya. Membentang luas dari Sabang di ujung barat hingga Merauke di ujung timur, dari Miangas di sisi utara hingga Pulau Rote…

Makam Raden Patah - Bintoro, Demak, Jawa Tengah

"Menurut sejarah, Adipati Raden Patah yang memiliki nama Tionghoa Jin Bun dan bergelar Panembahan Jimbun merupakan pendiri Kerajaan Demak dan memerintahnya selama 18 tahun (1500-1518)."

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Sastrosoenarto, Soekrasto, Soenarti, Soenarni, Soenarsih
  • Sasilah, Soeprobo, Soeligi (Wirjodidjoio), Soepeni, Soewarno, (Widjoioredjo), Soemardi, (Pawirodidjoio), Soedarmo (Kartodikromo), Soemarmi, Soedarni, Soetompo, Soeparni, Soegono, Soemarto, Mas Soeparno, Sari, Mas Soedono Wonodjojo.
  • Mas Soereno, Mas Soewerni.
  • Mas Rara Soemarsini, Mas Soewignjo, Mas Rara Soetiati, Mas Siratmardanoes, Mas Rara Soekarti, Mas Banoearli, Mas Rara Isnaningsih, Mas Soedarto, Mas Nganten Soemarni, Mas Nganten Soekarli