Makam Sunan Gunung Jati - Astana, Gunung Jati, Cirebon

"Syarif Hidayatullah, putra pasangan Syarif Abdullah dan Nyai Rara Santang (putri dari Prabu Siliwangi), merupakan satu dari sembilan pemuka agama di tanah air yang disebut sebagai wali songo."

Syarif Hidayatullah lebih familiar dengan sebutan Sunan Gunung Jati dan merupakan satu-satunya wali yang menyebarkan Islam di bumi Pasundan, Jawa Barat. Beliau lahir pada tahun 1450 dan wafat pada usia ke-120. Berdampingan dengan sang ibu, Sunan Gunung Jati dimakamkan di area perbukitan Gunung Sembung, Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon.

Makam Sunan Gunung Jati dan Tradisi Ziarah Kubur

Komplek makam Sunan Gunung Jati memiliki luas sekitar lima hektar dan dikelola oleh keluarga Keraton Cirebon. Makam wali songo yang sejak berusia 14 tahun sudah mendalami ilmu agama dari para ulama Mesir hingga berkelana ke berbagai negara ini juga tidak pernah sepi dari peziarah yang datang dari berbagai penjuru tanah air, bahkan dari beberapa negara Timur Tengah dan Afrika.

Makam Sunan Gunung Jati menjadi destinasi wisata religi nomor satu di Cirebon yang memang terkenal sebagai destinasi utama religi di Jawa Barat lantaran banyaknya makam para tokoh dan petilasan para sesepuh, wali, dan para sahabatnya. Kawasan makam Sunan Gunung Jati sendiri sebenarnya terdiri dari dua komplek makam, yakni komplek makam Sunan Gunung Jati di Gunung Sembung dan komplek makam Syekh Dathul Kahfi di Gunung Jati.

Makam Sunan Gunung Jati berada pada komplek yang sama dengan makam komplek Sultan Cirebon dan memiliki abdi dalam keraton khusus untuk menjaganya. Arsitektur bangunan peristirahatan sang Sunan dan para kerabat yang disebut Wukir Sapta Rengga ini memiliki perpaduan arsitektur Jawa, Arab, dan Tiongkok yang membuatnya begitu unik.

Interior dinding makam didesain begitu apik dengan hiasan keramik dan porselin khas Tiongkok yang sudah berusia ratusan tahun dan masih tetap terawat. Kaligrafi yang indah juga terukir pada dinding bangunan makam.  Selain itu, keunikan lainnya dari makam Sunan Gunung Jati dibandingkan makam para wali lainnya adalah adanya sembilan pintu makam yang disusun bertingkat.

Setiap pintu memiliki nama yang berbeda: Pintu Gapura, Pintu Krapyak, Pintu Pasujudan, Pintu Ratnakomala, Pintu Jinem, Pintu Rararoga, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Teratai. Kendati demikian, pengunjung umum hanya dapat berkunjung sampai pintu keempat saja, di serambi muka Pasemangan. Di tempat ini, pengunjung atau peziarah dapat berkumpul dan memanjatkan doa.

Pintu kelima sampai kesembilan hanya diperbolehkan bagi keturunan Sunan Gunung Jati, yakni para sultan dan kerabat di Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. Makam Sunan Gunung Jati sendiri berada setelah pintu kesembilan, di puncak Gunung Sembung. Menurut seorang sumber, pembatasan semacam itu ditujukan agar tetap menjaga kondisi makam dengan baik dan meminimalkan risiko dengan banyaknya jumlah pengunjung yang berdatangan.

Sunan Gunung Jati merupakan satu-satunya wali yang juga merangkap sebagai kepala pemerintahan. Beliau mendirikan Kesultanan Cirebon dan dengan memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Padjajaran, beliau menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon hingga ke pedalaman Pasundan.

Beliau juga melakukan ekspedisi ke Banten bersama putranya, Maulana Hasanuddin, dan diberikan penguasaan wilayah Banten oleh penguasa setempat. Wilayah itulah yang kelak menjadi cikal bakal berdirinya Kesultanan Banten.

Menarik, bukan? Nah, jika Anda sedang berada di daerah Cirebon, tidak ada salahnya Anda mengunjungi makam Sunan Gunung Jati. Seperti kebanyakan masyarakat yang melakukan ziarah wali songo termasuk ke makam Gunung Jati, perasaan tenang menyelimuti mereka setelah meninggalkan komplek pemakaman. Tidak percaya? Selamat membuktikan!

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Fadli Zon

Fadli Zon merupakan salah satu politikus terkenal dari Indonesia, yang lahir di Jakarta pada tanggal 1 Juni 1971.

Prabowo Subianto

Terlepas dari suka atau tidaknya Anda untuk mengikuti perkembangan dunia politik tanah air, nama Prabowo Subianto pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda.

Only One in the World

Peacefull of the Rambut Siwi Temple Spread Religious Aura in Bali

What Are Special about Rambut Siwi Temple So That Makes People Come There Over and Over? Read More...

Tradisi Keluarga

Mempercantik Rumah Dengan Furnitur dan Barang Antik Mewah

Furnitur rumah memang menjadi bagian dalam rumah yang perlu diperhatikan. Furnitur yang bagus tentu akan membuat rumah semakin cantik. Tak terkecuali dengan barang antik yang bisa dijadikan furnitur rumah Anda.

Hobi Koleksi Mustika Gaib Peninggalan Nenek Moyang

Indonesia adalah negara yang masih kental dengan mistis. Di negara kita pun terdapat banyak barang-barang pusaka peninggalan nenek moyang kita zaman dulu. Nah, benda-benda mustika gaib itulah yang sering diburu oleh beberapa kalangan.

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Sarmi, Raden Koesoemoredjo (Slamet), Raden Soerohadiardjo (Soetarno)
  • Mas Rara Soetami, Mas Rara Hasri, Mas Sajoekti, Mas Soesatio, Mas Rara Slamet, Mas Soeketi
  • Raden Soepardan (Mas Ngabehi Taroesoewignjo), Ngali, Raden Soeparso (Kartosoediro), Raden Nganten Nitikoesoemo (Soeparsi), Raden Soenarto, Raden Nganten Soeroasmoro (Soeparti), Soeparno, Raden Soepnandar (Sastrosoeputro), Soeprijo, Sribanoen.
  • Mas Soewardjo, Mas Sakmadi, Mas Rara Soearah, Mas Soedjono, Mas Soewardi (Poedjoasmoro), Mas Roro Soemijati, Mas Soegono, Mas Rara Soewersi