Makam Sunan Kudus - Kauman, Kudus, Jawa Tengah

"Kudus tidak hanya dikenal sebagai kota kota kretek lantaran banyaknya pabrik rokok di sini, tapi juga kota santri karena kawasan ini memiliki banyak pondok pesantren."

Tumbuhnya pondok pesantren di Kudus yang sangat pesat tidak bisa dipisahkan dari peran besar Sunan Kudus yang sangat hebat dalam melakukan syiar Islam. Selama puluhan tahun, Sunan Kudus melakukan berbagai metode dakwah yang mampu merangkul banyak masyarakat tanpa merasa dilecehkan.

Dampaknya, Sunan Kudus yang menjadi salah satu tokoh Walisongo ini jadi sangat dihormati oleh banyak orang. Bahkan setelah beliau wafat, banyak warga yang datang nyekar ke salah satu makam wali songo ini.

 

Sejarah Singkat Sunan Kudus

Berbeda dengan beberapa tokoh Walisongo yang lain, Sunan Kudus tidak dilahirkan di Indonesia atau khususnya tanah Jawa. Beliau lahir di kawasan Al-Quds, Palestina pada tahun 1400 Masehi. Setelah beranjak dewasa, beliau melakukan perjalanan panjang menuju Pulau Jawa hingga akhirnya mampu menyebarkan Agama Islam di kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sunan Kudus menyaksikan runtuhnya Kerajaan Hindu dan Buddha di tanah Jawa. Bersama beberapa wali lain seperti Sunan Bonang, beliau mulai menyebarkan Islam dengan cara yang lumayan unik. Beliau tidak menggunakan cara yang frontal namun dengan ajakan halus. Selain itu Sunan Kudus yang bernama asli Sayyid Jafar Shadiq Azmatkhan juga selalu menekankan adanya toleransi dengan mereka yang beragama lain.

Metode dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kudus adalah dengan menggabungkan seni dan budaya. Beliau banyak menggunakan seni dan desain bangunan untuk menarik banyak pengikut baru. Tradisi bangunan era Hindu, Buddha, dan juga kedatangan bangsa Tiongkok dipadu-padankan menjadi satu hingga akhirnya terbentuklah Menara Kudus yang sangat terkenal itu. Setiap hari Menara Kudus banyak didatangi oleh mereka yang melakukan ziarah Wali songo.

 

Makam Sunan Kudus

Untuk bisa datang ke area makam Sunan Kudus tidak terlalu sulit. Peziarah cukup datang ke kawasan Masjid Menara Kudus yang dibangun oleh beliau sendiri di tahun 1549 silam. Menara ini adalah wujud dari akulturasi budaya antara Hindu-Buddha dan Islam yang didesain secara apik. Pengunjung bisa menikmati bentuk khas candi-candi era kerajaan Nusantara yang berbalut tradisi Islam yang cukup kental.

Masjid Menara Kudus terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid ini berkapasitas 2.000 jemaah yang bisa melakukan ibadah dalam sekali waktu. Selain digunakan sebagai tempat ibadah di bagian lain masjid ini terdapat Makam Sunan Kudus beserta anak dan juga keluarganya.

Makam dari Sunan Kudus terletak di balik sebuah tirai hijau lalu makan keluarganya berada di sekitarnya. Bangunan makam sudah dibangun dengan baik hingga peziarah yang datang bisa berdoa dengan nyaman.

 

Tata Cara Ziarah Makam Sunan Kudus

Peziarah makam tidak bisa masuk begitu saja ke dalam ruangan yang ada di balik tirai hijau. Ada tatacara ziarah makam yang harus dilakukan oleh peziarah. Biasanya akan ada yang memimpin doa terlebih dahulu selama beberapa saat. Setelah doa-doa wajib dilakukan maka pengunjung diperbolehkan masuk ke dalam ruangan makam Sunan Kudus yang dirawat dengan baik oleh keturunan dan juga pemerintah Kota Kudus.

Setelah doa-doa dipanjatkan dengan sempurna, peziarah bisa pulang sembari menikmati keindahan Menara Kudus sembari menikmati kuliner-kuliner khas Kudus yang dijajakan di sekitar bangunan masjid dan juga makam.

 

Demikianlah uraian singkat tentang ziarah makam para Wali songo di Kudus, Jawa Tengah. Semoga Anda bisa mengunjungi salah satu makam wali songo ini.

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Joko Widodo

Sejak awal masa kepresidenan beliau, banyak yang penasaran mengenai silsilah dalam keluarga Presiden Ir. H. Joko Widodo. Tidak hanya sedikit kisah hidupnya, inilah keluarga sosok yang dikenal dengan…

Silsilah Keluarga Ustaz Abdul Somad

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragam Islam, para pendakwah, ulama, serta ustaz kerap mendapatkan tempat spesial di hati masyarakat. Salah satu ustaz ahli ceramah yang sedang berada di…

Only One in the World

Donate Now, and Become Part of the Founder of This Wonderful Icon

Sometimes we just don’t know how to become part of something important to a city. Volunteering or join a community for a good cause is certainly one way to make an impact and become part of something important. Another option is through donation and there is an opportunity for you to become part of the founder of a Wonderful Icon in Bali, Parsada Jagaddhita. Here is what Parsada Jagaddhita is and how you can donateto contribute to this project. Read More...

Tradisi Keluarga

Hobi Asyik Koleksi Motor Klasik

Pernahkah Anda melihat para selebritis tanah air yang mengoleksi motor klasik? Meski harganya selangit, mereka memilih barang antik yang satu ini menjadi bahan koleksi. Tidak mengherankan memang, karena banyak keuntungan juga yang bisa Anda dapat dari motor…

Makam Sunan Drajat - Paciran, Lamongan, Jawa Timur

"Lahir pada tahun 1471 dengan nama Raden Qosim, Sunan Drajat merupakan putra dari Sunan Ampel dan bersaudara dengan Sunan Bonang."

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Sasilah, Soeprobo, Soeligi (Wirjodidjoio), Soepeni, Soewarno, (Widjoioredjo), Soemardi, (Pawirodidjoio), Soedarmo (Kartodikromo), Soemarmi, Soedarni, Soetompo, Soeparni, Soegono, Soemarto, Mas Soeparno, Sari, Mas Soedono Wonodjojo.
  • Soetjanggah, Soekeni, Soepardi, Soekoer, Asmo, Soewarti, Soekewi, Wirjowidjoio, Hardjosemito, Soetami, Kastoredjo, Roekeni, Soekarno, Soekemi, Hastrodiprodjo, Hardi, Nitikoesoemo, Soemodipoero, Mangkoedioero, Soepardi, Nitisoedarmo, Soerjati, Martodimedjo,…
  • "Raden Ngabehi Tjokrohadiwikromo Kang Noelis Pakem Sadjarahe Mas Behi Kartodikromo"
  • Koesoemowisastro, Karmini, Wongso, Soediro, Soemoardjo, Soemoredjo, Kromoredjo, Soepardi, Tjoentari, pandi, Nawangsih, Soetopo, Alie, Soetji, Soeki, Moenardi, Kromoastro, Koesoemowisastro, Soepijah, Herdinah, Soegoeng, Soemoastro, Soekesi, Soekeni

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...