Makam Ratu Syarifah Ambami - Buduran, Bangkalan, Jawa Timur

"Kisah Kesetiaan dan Kecintaan Seorang Istri dari Tanah Madura."

Selain cuaca yang panas dan watak masyarakatnya yang keras dengan logat yang khas, apa yang kira-kira muncul di benak Anda ketika mendengar Madura? Kira-kira jika Anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi pulau yang kini terhubung dengan Pulau Jawa (Surabaya) melalui jembatan Suramadu itu, lokasi mana yang akan Anda tuju?. Selain pantai yang banyak tersebar, Pulau Madura juga punya banyak tempat lain untuk dikunjungi, termasuk wisata religi.

Di Kabupaten Bangkalan yang berada di bagian barat Pulau Madura, misalnya, memiliki suatu komplek pemakaman yang berisi makam para raja-raja Madura dan menjadi bagian dari sejarah Madura yang mungkin belum banyak diketahui khalayak luas. Makam Air Mata Ibu yang terletak di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan ini memiliki nilai historis yang menggambarkan betapa besar dan hebatnya rasa cinta seorang istri yang begitu setia kepada sang suami.

Komplek pemakaman Air Mata Ibu memiliki perpaduan arsitektur dan seni ukir khas Hindu, Budha, dan Islam, sebab sebagaimana wilayah lainnya di Indonesia, Madura pun dulu juga mendapat pengaruh Hindu-Budha sebelum masuknya Islam dan dipimpin oleh penguasa yang berasal dari Kerajaan Singasari dan Majapahit. Untuk mencapai makam Ratu Ibu, Anda akan melalui gerbang, lalu punden berundak, dan tiga buah pintu masuk yang desainnya mirip dengan candi.

Asal usul makam Air Mata Ibu ini tidak terlepas dari sejarah kerajaan di Madura sekitar abad keenam belas. Seorang wanita keturunan Sunan Giri bernama Syarifah Ambami (lebih dikenal dengan sebutan Ratu Ibu) yang dikisahkan begitu cantik jelita adalah permaisuri dari Pangeran Prasena yang kemudian mendapat gelar Cakraningrat I, putra dari Pangeran Tengah yang saat itu gugur dalam pertempuran melawan Belanda pada tahun 1620. Dari pernikahan itu, Ratu Ibu dan Raja Cakraningrat I dikaruniai tiga keturunan, yakni R.A. Atmojenogoro, R. Undakan, dan Ratu Mertopati.

Raja Cakraningrat merupakan anak angkat Sultan Agung dari Kesultanan Mataram. Kendati beliau adalah penguasa di Madura saat itu, beliau juga cukup banyak menghabiskan waktunya di Mataram untuk membantu menjalankan tugas-tugas penting di sana. Dari sinilah segalanya berawal. Ratu Ibu, sekuat dan setegar apapun dirinya, toh dia hanyalah seorang wanita biasa.

Kepergian sang suami yang mengharuskan mereka terpisah oleh jarak sekian jauhnya selama beberapa waktu kerap membuat Ratu Ibu gelisah dan menahan rindu yang teramat dalam. Tidak pernah beliau berhenti mendoakan untuk keselamatan sang suami. Setiap Raja Cakraningrat kembali ke Mataram, Ratu Ibu melakukan pertapaan di Arosbaya.

Suatu ketika, kala Ratu Ibu dalam pertapaannya, beliau berdoa agar tujuh turunannya menjadi penguasa di Madura. Dikisahkan bahwa saat itu, Ratu Ibu bertemu dengan Nabi Hidir yang memberi tahunya bahwa segala permohonan dan doanya akan dikabulkan. Dengan hati yang begitu gembira, Ratu Ibu pun kembali pulang. Ketika Raja Cakraningrat kembali ke Sampang, dengan hati yang berbunga-bunga Ratu Ibu menceritakan apa yang dialaminya dalam pertapaan.

Tidak disangka, rupanya sang raja justru marah kepada sang pemaisuri lantaran hanya meminta tujuh turunan saja, padahal Raja ingin seluruh keturunannya menjadi penguasa di Tanah Madura. Pasca itu, Raja Cakraningrat kemudian kembali ke Mataram. Mengetahui kekecewaan dalam diri sang suami, Ratu Ibu tidak kuasa merasa bersalah yang begitu besar. Beliau kembali ke tempat pertapaannya dan menangis tanpa henti, siang dan malam hingga wafat dan air matanya menggenangi tempatnya bertapa.

Kisah yang mengharukan, bukan? Dengan mengunjungi makam Air Mata Ibu dan mengetahui sejarahnya, para pengunjung baik laki-laki maupun perempuan akan mendapat pelajaran yang cukup berarti, yakni mengenai keikhlasan dan ketulusan seorang istri kepada sang suami.

idarzh-CNenhi

Most Popular Articles

How Protecting Your Beef Cattle Australia to the Veterinary Clinic Routinely Can Save Your Business

Yes, checking your beef cattle Australia to the Health Care Clinic is Important for Your Livelihood. Every cow should be regularly examined in cattle veterinary clinic. It's a place where you will learn so many things on the care of the beef cattle. According… Read More

link ppski

Insurance Coverage for Cow Bussines

An Insurance Coverage Program from Indonesian Government for Cow Business. As we’re living in a modern life, a need of insurance is getting inevitable. There are many kinds of insurance introduced to the public by financial organizations today...Read More

oncom west java

Oncom, Highly Nutritious Food from West Java

Oncom, a By-Product that Proved to be Beneficial for Health - Oncom is a traditional West Java food and closely related to tempe which both are made through fermentation...Read More

marosok transaction system

"Marosok", A Unique Transaction System in West Sumatra

A Special tradition in doing a transaction system called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling...Read More