Makam Mbah Brojoseti Singo Barong - Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah

"Mbah Brojo Seti adalah tokoh yang disakralkan oleh masyarakat Kabupaten Pati karena diyakini sebagai wali Allah"

Di Indonesia, makam atau kuburan tidak hanya berarti tempat dikuburkannya jasad orang yang sudah meninggal, namun juga sebagai tempat yang dijaga, dikunjungi, dan masih menjadi bagian kehidupan masyarakat. Di masyarakat Jawa terdapat paham yang meyakini bahwa orang yang sudah meninggal masih memiliki hubungan dengan orang yang masih hidup di dunia.

Maka dari itu bentuk fisik kuburan di Indonesia tidak rata dengan tanah melainkan dibangun dan ditinggikan agar tidak mudah hancur sehingga saudara yang masih hidup bisa melakukan ziarah kubur. Pengertian ziarah kubur adalah mendatangi atau mengunjungi makam kerabat, keluarga, atau para pemuka agama dan memanjatkan doa untuk orang yang sudah meninggal.

Di dalam agama Islam juga dikenal ritual ziarah kubur dan hukumnya diperbolehkan selama memenuhi adab-adab tertentu. Di Indonesia sendiri, ziarah kubur ini mengalami akulturasi dengan budaya masyarakat sebelum kedatangan Islam. Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa menyebut ziarah kubur dengan istilah nyadran atau nyekar.

Ciri khas dari nyadran atau nyekar adalah menaburkan beberapa jenis bunga di atas pusara. Hikmah ziarah kubur bagi orang yang masih hidup adalah untuk mengingat tentang kematian. Kematian itu pasti datang, makam-makam menjadi bukti bahwa yang hidup pasti mati. Diharapkan setelah melakukan ziarah kubur, kita takut akan kematian dengan cara berusaha melakukan ibadah dengan benar dan memohon ampun atas segala dosa.

Hikmah ziarah kubur lainnya adalah tersambungnya silaturahmi antar keluarga dan orang yang masih hidup yang bisa memberi manfaat pada yang telah mati dengan cara mengirimkan doa. Makam para ulama Islam menjadi tempat yang rutin diziarahi oleh masyarakat untuk mengenang jasa mereka dan meneladani kebaikan yang diajarkan oleh ulama-ulama tersebut.

Di daerah Pati, Jawa Tengah, terdapat sebuah makam seorang tokoh Islam yakni Mbah Brojoseti Singo Barong. Menurut cerita, tokoh Islam ini merupakan pendiri desa Dukuhseti, Pati. Mbah Brojoseti merupakan murid dari tokoh legendaris Pati yakni KH. Ahmad Mutamakkin. Mbah Brojoseti menjadi tokoh yang disakralkan oleh masyarakat setempat karena diyakini sebagai wali Allah.

Sekali dalam setahun masyarakat Pati memperingati haul (hari kematian) Mbah Brojoseti dengan menggelar kirab budaya. Peringatan ini sudah menjadi tradisi dan dirayakan oleh masyarakat dari berbagai daerah di Pati. Peringatan ini didukung oleh instansi resmi di Pati dan makam Mbah Brojoseti pun telah menjadi objek wisata potensial kota Pati. Kirab haul Mbah Brojoseti di Pati telah menjadi salah satu upacara adat Jawa Tengah yang menjadi tradisi wajib turun temurun.

Berziarah ke makam Mbah Brojoseti telah dianggap sebagai wisata rohani yang rutin dilakukan oleh sebagian masyarakat. Makam ini biasanya ramai dikunjungi saat  Kamis malam. Menurut masyarakat, Mbah Brojo Seti adalah orang suci dan memiliki keistimewaan karena melakukan babad alas.

Mbah Brojoseti diyakini memiliki karomah yang bisa berubah wujud menjadi singa. Cerita kesaktian seorang tokoh memang menjadi daya tarik bagi sebagian masyarakat Jawa untuk melakukan ziarah kubur ke makam tokoh tersebut. 

Tiap daerah memiliki tradisi dan kearifan sendiri yang oleh masyarakat setempat dilestarikan karena keyakinan yang telah mereka anut sejak lama. Tradisi ziarah dan kirab peringatan haul Mbah Brojoseti ini sendiri didukung oleh pemerintah setempat karena bisa menjadi potensi wisata. Upaya ini sekaligus untuk memperbaiki citra desa Dukuhseti yang dahulu identik dengan prostitusi.

Kini, telah banyak terdapat pondok pesantren di tempat ini yang menghasilkan banyak tokoh Islam dan para penghafal Alquran. Pada masa mendatang, Dukuhseti ingin dikenal sebagai kota Santri di Pati.

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Theodore Rachmat: Konglomerat Nan Dermawan

Bila dibandingkan dengan Budi Hartono, Tahir, atau Chairul Tanjung namanya memang tak begitu populer di kalangan orang-orang super kaya tersebut. Meskipun begitu bukan berarti sosoknya kurang…

Basuki Tjahaja Purnama

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. merupakan seorang politikus Indonesia yang berasal dari Belitung Timur.

Only One in the World

Dalem Balingkang Temple Symbol of Inter-Religious Tolerance in Bali

Have You Ever Seen the Beauty and Peace of Nature? Dalem Balingkang Temple is The Only Answer. Read More...

Tradisi Keluarga

Hobi Koleksi Mustika Gaib Peninggalan Nenek Moyang

Indonesia adalah negara yang masih kental dengan mistis. Di negara kita pun terdapat banyak barang-barang pusaka peninggalan nenek moyang kita zaman dulu. Nah, benda-benda mustika gaib itulah yang sering diburu oleh beberapa kalangan.

Rumah Cantik Dengan Peralatan Makan Antik

Mengoleksi barang antik menjadi sebuah hobi yang unik. Biasanya, orang-orang yang suka dengan benda-benda antik adalah yang mempunyai jiwa seni tinggi. Bagi orang biasa benda yang dikoleksi mungkin terkesan biasa saja, namun tidak bagi penyukanya. Meski harus…

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Raden Ajoe Soerodhimoeljo (Soeparin)
  • Mas Djaslan (Sastrodiardjo), Soekelan (Sastroandojo)
  • Mas Poerwaredja (Josodimedjo), Mas adjeng Wonodjoio (Soedjilah), Mas Kromoprawiro (Soerodo), Mas Adjeng Poespowikroma (Soemilah), Mas Kromosasmito (Soedarman), Mas Adjeng Kromoastro (Soemini), Mas Soewadi (Kartoadiardjo)
  • Mas Hoewarman, Mas Oewardojo, Mas Oewardjono, Mas Mochamad Ali