Mengulik Tradisi Ruwahan dan Hidangan Khasnya

Bicara soal budaya dan tradisi negeri ini memang tak pernah ada habisnya. Beragamnya suku  dan agama tak pelak memunculkan beragam tradisi yang beragam pula. Salah satu tradisi yang masih mengakar kuat di Tanah Jawa adalah tradisi ruwahan.

Tradisi ini dijalankan pada bulan Ruwah, yaitu bulan ke-8 menurut kalender Jawa atau bulan Sya’ban dalam kalender Hijrah. Dijalankan pada pertengahan ruwah, tradisi ini pada intinya bertujuan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dunia. Membicarakan tradisi ini pun tak terlepas dari kuliner tradisional yang biasanya hadir dalam upacara tersebut. Makanan itu diantaranya adalah kolak pisang, kue apem, dan ketan.

Makanan itu biasanya dibuat warga kemudian saling dibagikan ke para tetangga. Pada tempat tertentu, tradisi ruwahan bisa juga diwarnai dengan bertukar makanan tersebut kepada tetangga. Dipilihnya makanan tersebut dalam tradisi ini bukan tanpa alasan. Usut punya usut, ternyata makanan tersebut mengandung makna filosofi. Kolak misalnya, dimaknai sebagai pengingat kepada Allah SWT sebagai sang pencipta.

Kata kolak sendiri disarikan dari Bahasa Arab, yaitu Khaliq yang berarti Maha Pencipta. Demikian halnya dengan apem yang memiliki filosofi tersendiri. Makanan berbentuk bulat dengan cita rasa manis, gurih dan sedikit kecut dari tape ini namanya diambil dari Bahasa Arab, yaitu afwan yang artinya maaf atau ampunan. Oleh karena lidah orang Jawa kesulitan mengucapkan kata tersebut, makan digunakanlh kata apem.

Lain halnya dengan ketan yang memiliki makna berbeda lagi. Ketan adalah varian nasi yang memiliki tingkat kelengketan lebih banyak daripada nasi putih pada umumnya. Sifat dasar dari ketan yang lengket atau lekat ini disarikan sebagai pelajaran untuk lekat dengan sesama.   Sementara itu, dalam pelaksanaannya, ketiga makanan itu melengkapi keberadaan makanan lainnya yang disedekahkan, seperti nasi tumpeng yang lengkap dengan lauk pauknya

Tumpeng sendiri memiliki makna filosofi yang cukup dalam. Tradisi tumpeng sebenarnya sudah mengakar lama di Indonesia, konon jauh sebelum Hindu masuk. Makna dari tumpeng adalah memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para leluhur atau nenek moyang. Pasca masuknya Hindu di Nusantara, nasi tumpeng yang berbentuk seperti kerucut dimaksudkan meniri gunung suci Mahameru, yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Tradisi ini rupanya masih terus lestari hingga masuknya Islam di Nusantara.

Pada perkembangannya tradisi ini diadopsi dan dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa dan dianggap sebagai pesan leluhur mengenai permohonan kepada yang Maha Kuasa. Tumpeng sendiri dalam Bahasa Jawa merupakan akronim dari yen metu kudu sing mempeng (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh). Kolak untuk mengingatkan adanya Sang Khaliq  atau Sang Maha Pencipta. Kue apem untuk mengingatkan agar kita minta ampun atau bertobat.

Ketan untuk mengingatkan hati yang bersih dan selalu lekat dengan sesama. Kalau sedekah dengan membagikan makanan dilakukan sendiri-sendiri, ada pula sedekah yang dilakukan bersama-sama. Dalam ruwahan bersama-sama, warga kampung berkumpul untuk mendoakan arwah leluhur.  Setiap keluarga besar mengeluarkan sedekah dengan membuat nasi tumpeng, lengkap dengan lauk pauknya.

Nasi tumpeng tersebut lalu dibagi-bagikan kepada warga kampung yang datang. Dalam tradisi ruwahan nasi tumpeng yang dibawa lengkap dengan lauknya itu kemudian dibagi-bagikan ke warga kampung yang datang atau dimaknai sebagai sedekah (sodaqoh). Usai acara tersebut, di banyak tempat prosesi ruwahan di Jawa dilanjutkan dengan membersihkan makam keluarga.  

Secara umum, tradisi ruwahan bisa dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal. Menjenguk makamnya dan mendokannya sebagai bentuk penghormatan kepada para mendiang. (y)

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Nyonya Rakhmat Sulistio: dari Bisnis Rumahan ke Industry Jamu Nasional

Siapa yang tidak kenal nama Sido Muncul? Rasanya hampir semua masyarakat Indonesia mengenal produsen jamu paling top di Indonesia ini. Didirikan oleh Rahmat Sulistio, bisnis yang diawali dari rumah…

Joko Widodo

Sejak awal masa kepresidenan beliau, banyak yang penasaran mengenai silsilah dalam keluarga Presiden Ir. H. Joko Widodo. Tidak hanya sedikit kisah hidupnya, inilah keluarga sosok yang dikenal dengan…

Only One in the World

Mekah Temple: A Temple Owned by Balinese Muslims

Recognizing the Mekah Temple in Bali. Bali, as people call it the Island of Gods, is inhabited by mostly Hindu people with lots of temples built in almost its every corner. Read More...

Tradisi Keluarga

Makam Sunan Ampel - Semampir, Surabaya, Jawa Timur

"Dari sembilan nama tokoh penyebar agama Islam di wilayah Indonesia yang sering kita kenal dengan sebutan wali songo, nama Sunan Ampel bisa jadi adalah salah satu nama yang paling populer dan banyak diingat."

Rumah Cantik Dengan Peralatan Makan Antik

Mengoleksi barang antik menjadi sebuah hobi yang unik. Biasanya, orang-orang yang suka dengan benda-benda antik adalah yang mempunyai jiwa seni tinggi. Bagi orang biasa benda yang dikoleksi mungkin terkesan biasa saja, namun tidak bagi penyukanya. Meski harus…

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Raden Soerarjo. Raden Satrio, Raden Adjeng Soegati, Raden Sigit, Raden Abdurrahman, Raden Rara Roegaijah, Raden Rara Maemoenah, Raden Rara Moersidah, Raden Achmad, Raden Mohamad. Raden Rara Mariam, Raden Rara Aminah, Raden Haroen (I), Raden Wibowo, Raden…
  • Mas Hoewarman, Mas Oewardojo, Mas Oewardjono, Mas Mochamad Ali
  • Sasilah, Soeprobo, Soeligi (Wirjodidjoio), Soepeni, Soewarno, (Widjoioredjo), Soemardi, (Pawirodidjoio), Soedarmo (Kartodikromo), Soemarmi, Soedarni, Soetompo, Soeparni, Soegono, Soemarto, Mas Soeparno, Sari, Mas Soedono Wonodjojo.
  • Mas Soewardjo, Mas Sakmadi, Mas Rara Soearah, Mas Soedjono, Mas Soewardi (Poedjoasmoro), Mas Roro Soemijati, Mas Soegono, Mas Rara Soewersi

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...