Ngabuburit di Masjid Lautze Bareng Mualaf Tionghoa Saat Ramadhan

Berkunjung ke wilayah Pecinan di Pasar Baru Jakarta, siapa sangka terdapat sebuah masjid di antara bangunan ruko-ruko lainnya. Masjid ini tepatnya beralamat di Jalan Lautze No.87-89, RT 10/RW 03 Karang Anyar, Sawah Besar, Jakpus.

Didominasi cat berwarna kuning, hijau, merah, serta atap terasnya yang begitu oriental membuat penampakannya justru lebih menyerupai sebuah klenteng. Nama tempat ibadah ini sama seperti nama jalannya, yaitu Masjid Lautze.

Dalam bahasa Mandarin, “Lautze” sendiri memiliki arti “guru”. Tak jauh berbeda dengan suasana luarnya, bagian dalamnya juga sangat kental dengan kebudayaan khas Negeri Tirai Bambu tersebut, seperti hiasan lampion yang tergantung di langit-langit, hingga terjemahan ayat dengan aksara Mandarin. Tidak seperti masjid pada umumnya yang buka 24 jam, tempat ibadah ini hanya buka mengikuti jam kantor, yakni mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore.

Oleh karenanya kegiatan shalat berjamaah di masjid ini hanya berlangsung saat dzuhur dan ashar saja. Terdiri dari empat lantai, masjid ini dikelola oleh Yayasan Karim Oei. Lantai pertama dan kedua diperuntukan sebagai tempat ibadah, sementara lantai tiga merupakan kantor yayasan, dan lantai 4 berfungsi sebagai aula atau ruang serba guna. Pada waktu shalat Jumat, lantai pertama dan kedua di tempat ini akan dipenuhi banyak oleh banyak jemaah.

Penyediaan layanan kesehatan dan pemberian obat gratis bagi warga dengan ekonomi kurang mampu juga rutin dilakukan setiap Selasa di lantai 2. Pelayanan ini diberikan sebagai bentuk kerja sama pihak yayasan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Karim Oei sendiri merupakan seorang tokoh three in one terkemuka di Indonesia yang dikenal sebagai pengusaha sukses, Muslim yang taat, serta seorang nasionalis sejati.

Karim Oei juga dikenal sangat dekat dengan Presiden RI pertama Soekarno dan Buya Hamka. Jelang Ramadhan suasana di tempat ini akan berubah menjadi tempat yang cukup dipadati. Takjil akan dibagikan untuk siapa saja yang hendak menunaikan shalat maghrib di masjid ini. Acara buka puasa bersama sering digelar setiap hari Sabtu selama Ramadhan.

Uniknya, shalat tarawih di masjid Lautze akan dipimpin (imam) oleh para mualaf. Hal ini dilakukan untuk memacu motivasi para mualaf agar semakin memperdalam ajaran agama Islam.  Setiap tahunnya, mualaf di masjid ini terus bertambah. Letaknya yang berada di kawasan pecinan membuat sejumlah orang keturunan Tiongkok merasa tidak ragu untuk mendatangi dan mempelajari agama Islam. Meski begitu, masjid ini tidak hanya dikunjungi oleh mualaf dari warga keturunan saja, tetapi juga orang dari berbagai dari suku dan etnis.

Didirikan sejak tahun 1991, masjid ini awalnya hanya mengontrak sebelah bangunannya saja. Sampai pada akhirnya pada tahun 1994, bangunan tersebut dibeli oleh BJ Habibie yang saat itu menjadi Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Saat ini, besarnya bangunan merupakan gabungan dari dua blok.

Pada tahun 1997 pembimbingan calon mualaf mulai aktif diadakan di tempat ini. Apabila memasuki pintu masjid, terdapat sebuah papan yang memuat informasi jumlah mualaf yang telah melakukan konversi ke agama Islam beserta tahunnya. Keberadaan Masjid Lautze sendiri memiliki peran yang cukup penting terhadap kegiatan syiar terutama di kawasan pecinan.

Pendekatan seperti ini memberi efek psikologis bagi etnis Tionghoa agar merasa tak segan untuk mencoba belajar di tempat ini. Keberadaannya juga menjadi bukti bahwa sebuah keyakinan tidak akan terikat latar belakang seseorang, terlebih bagi mereka yang memiliki tekad untuk memeluk suatu agama. (AS)

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Permadi Arya

Permadi Arya atau yang dikenal dengan panggilan Ustad Abu Janda Al Boliwudi merupakan salah satu tokoh yang cukup viral dan kontroversial dalam beberapa tahun ini di Indonesia.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Ternyata, Sri Sultan Hamengkubuwono IX pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia dari tahun 1973 hingga 1978. Seperti apakah struktur keluarga salah satu sosok paling berpengaruh di Kesultanan…

Only One in the World

Santo Yoseph Denpasar Church: A Unique Church in Town

Bali is a perfect picture of cultural melting process. One of the main tourist destinations in Indonesia, Bali offers unique cultural and religious attractions. The tourists can see a picture of harmony among different religions and cultures. Muslims, Hindus, Buddhist, and Chinese people live in a shared environment here. The point is that Balinese people love the culture. This is manifested in many ways, including architectural design of religious buildings like Santo Yoseph Church in… Read More...

Tradisi Keluarga

Berbagai Mainan Anak yang Menjadi Barang Antik Paling Diburu

Mengoleksi barang antik merupakan salah satu hobi yang dianggap menarik oleh sebagian orang, termasuk jenis koleksi mainan anak-anak. Tapi jangan salah, meskipun mainan anak-anak, namun beberapa di antaranya ada yang langka dan berharga mahal, lho.

Bagaimana Peternak Sapi dan Kerbau Menjaga Tradisi Nusantara?

Pada jaman dahulu, ternak sapi atau kerbau diternakkan tidak hanya untuk konsumsi, melainkan untuk tabungan, tradisi, bahkan objek sentral dari sebuah ritual.

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Mas Rara Soetami, Mas Rara Hasri, Mas Sajoekti, Mas Soesatio, Mas Rara Slamet, Mas Soeketi
  • Raden Rara Moentari, Raden Soejadi, Raden Soedargo (Notoprodjo), Raden Mohamad Noerwi, Raden Soemarwan, Raden Kahar, Soeparto, Martolo
  • Mas Abdoellah, Mas Rara kalimah, Mas Rara Soejatmi
  • Mas Aslan

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...