Terpikat Onthel, Apa Gerangan Penyebabnya? Coba Lihat Gambar Sepeda Dibawah Ini!

Onthel adalah sebutan untuk sepeda tua  yang termasuk ke dalam barang antik. Hampir sebagian besar diproduksi di negara-negara Eropa, yaitu Jerman. dan Belanda. Onthel saat ini menjadi barang koleksi yang memiliki cukup banyak variasi, mulai dari penggunaan bel ning-nong, hingga berbunyi sirene. Di Indonesia, onthel penggemarnya  tidak sedikit dan tersebar di berbagai daerah. Meski tampak sama, ternyata ada 10 merk sepeda onthel yang jarang diketahui, namun banyak dicari. Penasaran apa saja? Yuk, simak gambar sepeda berikut penjelasan lengkapnya.


Gambar Sepeda Onthel Burgers Heren

gambar sepeda burgers herenBurgers merupakan pelopor fabrikan sepeda di Belanda. Banyak yang menyukai Burgers, karena frame sepeda ini lebih panjang daripada sepeda onthel pada umumnya. Sehingga  lebih leluasa untuk membawa barang. Burger juga tergolong ringan saat dikayuh. Ciri palin mudah dikenali dari sepeda ini adalah spatboarnya yang khas dengan lekukan membelah persis di tengahnya, sementara ujung depan maupun belakang agak mencuat menyerupai jambul.

Stangnya berbentuk seperti sayap elang yang sedang terbang dengan bentangan sayap terangkat tinggi. Merk Burger terletak di bagian tengahnya menggunakan huruf latin. Bentuk tuas rem pada stang, melengkung mengikuti bentuk stangnya. Kom stangnya mirip  cincin, sebagai dudukan  tangkai lampu. Bahu fork bagian atasnya melandai. Karet rem depan maupun belakang menempel pada tuas berbentuk lengkung yang lebar, sementara klem kawat remnya menggunakan engsel seperti pada sepeda Batavus.

Gir depan juga mirip Batavus, berbentuk Y dengan tangkai kayuhan yang bersegi. Ketengkasnya hanya membungkus rantai setengahnya saja, sehingga dari sisi luar rantai tetap terlihat dari sisi kiri sepeda.

 

Gambar Sepeda Onthel Magneet

gambar sepeda magnetSejarah sepeda Onthel ini berawal di Kota Amsterdam pada tahun 1900, berupa sebuah toko peralatan yang dikelola oleh Leman Alexander Velleman & Abraham Gompert Verdoner membuka toko hardware. namun entah mengapa hingga 8 tahun kemudian tidak berjalan dengan baik. Pada tahun 1909, Velleman & Verdoner mencoba membuat dan menjual sepeda dengan merek sendiri yaitu "The Magnet".

Melaunching beberapa tipe, sepeda Magnet belum mampu menarik para pembeli. Baru dengan Tipe V & V roda tiga (Transportfiet) yang dipasarkan pada tahun 1924, pasar mulai melirik  produk Magnet. Melihat peluang usaha sepeda yang cukup baik. pada tahun 1922 F & V membangun pabrik sepeda di samping grosir mereka di Prins Hendrikkade.Untuk membantu pemasarannya, mereka merekrut Pegawai Khusus bernama Jacobus van den Berg, yang memiliki pengalaman di pabrik sepeda BSA di Inggris.

Strategi penjualan yang diterapkan adalah dengan membuka 1 gerai di Gietersstraat & 5 gerai di Amsterdam. Hasilnya ternyata cukup memenuhi harapan, hingga membuat mereka bersemangat untuk membangun pabrik yang lebih besar & modern di Asterweg Amsterdam pada tahun 1926. Produknya dilabeli dengan merk baru yaitu “MAGNEET” (dengan 2 Huruf E). Perlahan merk ini semakin dikenal sebagai pembuat sepeda berkualitas tinggi, dan mereka memperluas pangsa pasarnya hingga keluar Eropa.

Pada 1928, Magneet mengalami musibah yaitu kebakaran besar di lokasi pabriknya yang baru. Daripada membangun kembali yang tentuanya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit,  mereka memilih membeli sebuah pabrik kosong di Green Singel - Weesp. Dan Tak lama kemudian, mereka bisa mengoperasikannya secara sempurna pada tahun 1931. Secara umum, produk dari Magneet berwarna hitam (legam) untuk sepeda tipe Touring, Di pabrik yang baru mereka mulai mencoba dengan serangkaian warna dasar frame coklat divariasi dengan chrome.

Pada tahun 1933, terjadi perubahan manajemen. Sebagian saham Velleman (50%) dibeli oleh J. van den Berg, yang bersama Gerrit Verdoners membentuk kepemimpinan baru dengan Gerrit Verdoner. Pada saat yang sama, produk baru Magneet yang memakai Cross Frame dipatenkan kemudian dipasarkan sebagai Model "Staf Personel" untuk pasar pegawai. Tahun 1934, Magneet membangun lintasan balap untuk pengendara sepeda terkenal yaitu “Kor Blekemolen”.

Para pengendara sepeda lainnya pun tertarik dan membentuk tim pengendara sepeda profesional  Belanda. Kedepannya, banyak sekali prestasi yang diraih oleh tim ini bahkan hingga tingkat internasional. Magneet kemudian memanfaatkan momen tersebut dengan memproduksi sepeda ringan untuk keperluan sport dan  wisata, hingga bisa menjadi market leader di Belanda dan beberapa negara eropa lainnya.

Namun sayangnya kejayaan Magneet tak bertahan lama. Pada tahun 1937, Jeman menginvasi Belanda, dan menciptakan permasalahan ras yang luar biasa karena Mr.Verdoner adalah seorang Yahudi. Pabrik Magneet terancam dibongkar, oleh sebab itu Verdoner berlindung dibelakang Van den Berg dengan mengikuti pelatihan kepemimpinan
di bawah pengawasan seorang manajer Jerman.

Malang tak dapat ditolak, tahun 1942 Magneet benar-benar harus mengosongkan bangunan yang akan digunakan untuk membuat suku cadang pesawat terbang. Pada tahun 1945, perang pun usai. Akan tetapi Magneet tidak bisa membangun kembali pabriknya karena Verdoner sakit parah (kanker) & meninggal tahun 1947. Van den Berg akhirnya membeli seluruh saham keluarga Verdoner.

Tahun 1948, kembali Magneet mengalami musibah yang sama. Pabrik Magneet di Achtergracht terbakar hebat hingga tidak ladi dapat digunakan. Van den Berg akhirnya membeli sebuah Villa Casparus di Weesp, dari salah satu direktur Van Houten Chocolate Factory. Villa tua tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi sebagai pabrik yang dilengkapi dengan peralatan produksi modern.

Pabrik di Villa Casparus di awal tahun 50an kemudian dikerjasamakan dengan produsen sepeda bermesin merek “Hulp Motor & moped”. Tahun 1952 nama perusahaan diubah menjadi Magneet Rijwielen & Motorenfabriek SA. Pada tahun 1956 Magneet memperkenalkan Moped "FC", disaat yang sama J. van den Berg meninggal dunia, dan segera dlanjutkan oleh  anak-anaknya yaitu J.R. van den Berg dan E. H. van den Berg.

Tahun 1965, Magneet membuat kontrak dengan importir motor pedal (moped) Peugeot untuk wilayah pemasaran Belanda. Selain merakit moped,  Magneet juga mulai memproduksi sepeda motor besar untuk pasar ekspor. Setahun kemudian Magneet juga mencoba pasar baru yaitu sepeda lipat dengan meluncurkan Magneet Model ABC. Tergolong sukses karena produknya diekspor banyak negara termasuk ke USA.

Magneet telah menjadi standar industri sepeda skala menengah hingga besar di Belanda. Namun tidak dapat membantu perkembangannya. Saat itu memang banyak sekali pabrik sepeda yang harus merger, untuk menghindari kebangkrutan. Weesp & J.R. van den Berg akhirnya memutuskan untuk menjual sebagian sahamnya kepada pabrik sepeda Batavus. Merk Magneet tetap dipertahankan, termasuk program kerjasamanya dengan moped Peugeot.

Tahun 1976, kontrak dengan Peugeot berakhir. Situasi tersebut memicu kebangkrutan Magneet yang setelah 60 tahun produksi namun tidak juga memiliki generasi yang sanggup meneruskannya Magneet merilis produk terakhirnya pada tahun 1977.

 

 

Fakta Tentang Harga Sepeda Onthel

Jika melihat gambar sepeda Ontel, benda tersebut termasuk ke dalam jenis barang antik yang banyak dicari. Maka jangan kaget jika harganya bahkan ada yang selangit. Beberapa di antaranya bahkan ada yang pernah ditawar hingga ratusan juta rupiah, lho. Tapi, tentu ada persyaratan-persyaratan khusus yang harus memenuhi spesifikasi, sehingga harganya menjadi begitu mahal.

Meski demikian, ada juga jenis sepeda ontel yang dihargai murah, mulai dari Rp.300.000-an. Sepeda murah ini tentu dilihat dari kualitasnya juga. Semakin rendah kualitasnya, tentu akan semakin murah juga harganya, begitu juga sebaliknya.  Bagi Anda seorang pencinta sepeda antik, mengoleksinya bisa menjadi cara menghasilkan uang yang menguntungkan.

Semakin tua usianya, dan terjamin originalitasnya, maka harganya pun akan semakin tinggi, dan tergantung dari peminat yang menginginkannya. Di Indonesia, ontel jenis Gazelle series 11, keluaran tahun 50 hingga 60-an, buatan Belanda, sangat diminati. Pada masanya, sepeda ini menjadi menjadi primadona, dan hanya orang-orang kaya saja yang mampu membelinya.

Namun, saat ini jenis barang antik tersebut semuanya tidak ada yang baru, tapi beberapa ada yang masih original. Bahkan, menurut seorang kolektor, Pramono Budianto, yang diwawancara oleh salah satu media online, mengatakan bahwa seri Gazelle pernah ada yang terjual hingga 240 jutaan.

Sepeda ontel adalah kendaraan roda dua yang menjadi primadona pada zaman dulu, hingga pada era 1970-an-2000-an, masyarakat cenderung beralih pada sepeda motor, sehingga kepopulerannya meredup.

 

Kelebihan Sepeda Onthel Dalam Komunitas dan Bisnis

Jika melihat gambar sepeda jaman dulu, onthel banyak digunakan sebagai sarana transportasi layaknya sepeda motor. Kini, ontel menjadi sepeda yang hanya dimiliki oleh komunitas-komunitas tertentu saja. Meski demikian, sepeda antik ini masih memiliki nilai bisnis yang cukup lumayan, lho. Terbukti hingga saat ini, peminat sepeda onthel masih cukup besar di berbagai daerah.

Dari segi estetika, coba perhatikan dengan seksama gambar sepeda diatas, onthel adalah jenis sepeda unik. Sehingga, bagi beberapa kalangan, sepeda ini memiliki nilai istimewanya sendiri. Onthel yang terawat dan terjaga keoriginalitasannya, menjadi suatu nilai yang tak terhingga bagi pencintanya. Terutama jika onthel tersebut termasuk ke dalam jenis sepeda yang langka dan masih layak pakai.

Dari segi ketahanan pun tidak perlu diragukan kembali. Anda tentu dapat melihatnya sendiri, bahwa seluruh sepeda ontel yang kini banyak digunakan, adalah sepeda kuno yang masih layak digunakan, meskipun usia sepeda tersebut sudah tidak lagi muda. 

Begitu juga jika kita melihatnya dari segi bisnis. Makin maraknya komunitas onthel, makin banyak pula peminatnya. Bahkan, onthel memiliki segmen pasarnya sendiri. Tidak kalah dengan jenis sepeda lainnya, meskipun dari penampilan dan performanya kalah dibandingkan sepeda kekinian, ontel tetap mampu bersaing dan disukai di kalangan tertentu.

Ontel adalah sepeda yang kuat dan memiliki nilai sejarah. Itulah kenapa hingga saat ini masih banyak orang yang menyukainya. Bahkan, sepeda tersebut digunakan oleh para pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia pada zaman dulu.

Demikianlah informasi seputar barang antik jenis sepeda onthel yang hingga kini masih banyak peminatnya. Jika Anda ingin menjadi kolektornya, pastikanlah onthel yang akan Anda beli merupakan sepeda original dan memiliki nilai jual tinggi, agar selain bisa Anda gunakan, juga memiliki potensi bisnis yang sangat menguntungkan.

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Alim Markus, Pendiri Sekaligus Pemilik Maspion Group

Mungkin anda tidak begitu akrab dengan nama Alim Markus, bukan? Tapi bagaimana dengan nama brand “Maspion?” Produsen barang-barang rumah tangga ini cukup terkenal di Indonesia. Alim Markus tentunya…

Joko Widodo

Sejak awal masa kepresidenan beliau, banyak yang penasaran mengenai silsilah dalam keluarga Presiden Ir. H. Joko Widodo. Tidak hanya sedikit kisah hidupnya, inilah keluarga sosok yang dikenal dengan…

Only One in the World

Mekah Temple: A Temple Owned by Balinese Muslims

Recognizing the Mekah Temple in Bali. Bali, as people call it the Island of Gods, is inhabited by mostly Hindu people with lots of temples built in almost its every corner. Read More...

Tradisi Keluarga

Makam Ratu Syarifah Ambami - Buduran, Bangkalan, Jawa Timur

"Kisah Kesetiaan dan Kecintaan Seorang Istri dari Tanah Madura."

Makam Ratu Kalinyamat - Tahunan, Jepara, Jawa Tengah

"Ratu Kalinyamat adalah puteri raja Demak, yang terkenal karena keberaniannya melawan pasukan Portugis."

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Raden Ajoe Soerodhimoeljo (Soeparin)
  • Raden Nganten Wirjo (Tari), Raden Nganten Nitisoedarmo (Jati), Soelastri, Soekardi, Soepardjan
  • Mas Hoewarman, Mas Oewardojo, Mas Oewardjono, Mas Mochamad Ali
  • Mas Rara Asijah, Mas Rara Aminah, Mas Soengkowo, Mas Rara Soekowati, Mas Soebagio