Makam Sunan Prapen - Kebomas, Gresik, Jawa Timur

"Sunan Prapen merupakan raja ke-4 dari Giri Kedaton, sebuah kerajaan Islam di Gresik."

Ziarah kubur adalah sebuah ritual yang rutin dilakukan oleh masyarakat. Tradisi ini merupakan warisan dari kebiasaan masyarakat secara turun-temurun. Pada zaman awal perkembangan Islam, nabi Muhammad melarang kaum muslimin untuk menziarahi kuburan. Larangan ini didasari oleh kekhawatiran akan terjadi kesyirikan karena kebiasaan umat sebelumnya yang memuja kuburan, terutama kuburan orang-orang saleh.

Kekhawatiran ini ternyata juga terjadi hingga saat ini. Banyak kaum muslimin yang salah dalam mengaplikasikan ziarah kubur. Ziarah kubur yang umum dilakukan bercampur dengan adat dan tradisi daerah sehingga mengaburkan syariat Islam itu sendiri. Di masyarakat Jawa, tradisi ziarah kubur ini dikenal dengan istilah nyekar. Salah satu ciri khas nyekar adalah menaburkan beberapa jenis bunga di atas pusara.

Tata cara ziarah kubur sendiri dalam Islam tidak ada syarat wajib membawa bunga untuk disebar di atas kuburan. Dalam tradisi nyekar biasanya terdapat waktu-waktu khusus untuk menziarahi kuburan, sedangkan dalam Islam, ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja dan tidak mengistimewakan satu hari saja. Berziarah ke makam orang-orang soleh ternyata masih dilakukan oleh masyarakat saat ini, tidak hanya di Indonesia namun juga di negara-negara lain.

Ulama yang mengajarkan dan menyebarkan Islam di Indonesia, khususnya pulau Jawa, dikenal dengan nama wali songo atau 9 wali Allah. Sudah menjadi tradisi tersendiri bagi masyarakat Indonesia untuk melakukan wisata religi dengan mengunjungi makam wali songo pada waktu-waktu tertentu.  

Di daerah Jawa Timur, tepatnya di kota Gresik dikenal nama salah satu ulama yang dianggap sebagai wali Allah yakni Sunan Prapen. Sunan Prapen merupakan raja ke-4 dari Giri Kedaton. Giri kedaton merupakan sebuah kerajaan Islam di Gresik dan pernah berjaya sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Giri Kedaton awalnya adalah sebuah pondok pesantren yang didirikan oleh salah seorang anggota walisongo yakni Raden Paku atau sunan Giri.

Giri kedaton pernah runtuh karena diserang oleh sekutu kerajaan Majapahit, namun di bawah kepemimpinan sunan Prapen kerajaan ini kembali berjaya. Pengaruh pemerintahan Giri Kedaton meliputi daerah-daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan daerah lain di sepanjang pantai pulau-pulau Nusantara bagian timur. Giri/Gresik pun menjadi pusat peradaban Islam di pesisir Jawa dan menjadi pusat ekspansi di bidang Ekonomi dan Politik.

Makam sunan Prapen terletak di desa Klangonan, kecamatan Kebomas, kabupaten Gresik. Makam ini berada sekitar 400 meter di sebelah barat makam sunan Giri. Makam sunan Prapen berada di dataran tinggi dan memiliki beberapa anak tangga untuk mencapai pusaranya. Di area anak tangga ini terdapat sebuah batu hitam mendatar yang dikenal dengan sebutan watu anak.

Watu anak ini dipercaya oleh masyarakat setempat bisa membantu pasangan yang ingin mendapat keturunan dengan cara duduk di atasnya. Menurut cerita, sunan Prapen pernah dimintai tolong oleh tamu kerajaan agar mendoakan mereka supaya mendapat kerturunan sebagai penerus takhta. Makam sunan Prapen dijaga dan dipelihara oleh pemerintah setempat karena berada di komplek makam sunan Giri dan makam penguasa Giri Kedaton yang lain.

Situs makam ini juga telah menjadi ikon pariwisata kabupaten Gresik. Setiap tahun makam sunan Prapen ramai dikunjungi peziarah terutama saat peringatan haul sunan Prapen setiap tanggal 15 Syawal. Pada peringatan haul ini para peziarah melakukan beberapa ritual seperti menabur bunga, tahlilan, dan mengganti penutup nisan makam seperti halnya ritual yang dilakukan saat ziarah makam para wali.

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Fadli Zon

Fadli Zon merupakan salah satu politikus terkenal dari Indonesia, yang lahir di Jakarta pada tanggal 1 Juni 1971.

Eko Putro Sandjojo

"Seorang Pemimpin Yang Berhasil Harus Mampu Mempersiapkan Anak Buahnya Bekerja Dengan Baik Dan Sempurna."

Only One in the World

Puja Mandala: A Religious Spot Center in Nusa Dua

The Beauty of Differences shown in Puja Mandala - Puja Mandala is an exceptional spot in Bali. It is a religious spot center which provides five houses of prayers within an area. From the east, you can find a Protestant church, a Vihara, A church for Catholics and the mosque for Muslims to do the prayers. Read More...

Tradisi Keluarga

Makam Sunan Gunung Jati - Astana, Gunung Jati, Cirebon

"Syarif Hidayatullah, putra pasangan Syarif Abdullah dan Nyai Rara Santang (putri dari Prabu Siliwangi), merupakan satu dari sembilan pemuka agama di tanah air yang disebut sebagai wali songo."

Akulturasi Tradisi Muslim di Bali Saat Ramadhan dan Idul Fitri

Meskipun masyarakat Bali mayoritas memeluk agama Hindu, tetapi hal ini tidak menjadi hambatan untuk menjalin kebersamaan dari pemeluk agama lainnya. Di Pulau Dewata sendiri, sejumlah kampung dengan komunitas Muslim cukup banyak tersebar di beberapa wilayah.

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Mas Adjeng Soemodirono (Hoemi), Mas Sastrodiwirio (Oesoep), Mas Adjeng Kartodiwirio (Hoemarmi), Oemar, Aboe, Mas Oesman (Soemodisastro), Mas Olan (Sastrokoesoemo), Oemini, Mas Rara Oewarsiti, Mas Moeljono
  • Soetjanggah, Soekeni, Soepardi, Soekoer, Asmo, Soewarti, Soekewi, Wirjowidjoio, Hardjosemito, Soetami, Kastoredjo, Roekeni, Soekarno, Soekemi, Hastrodiprodjo, Hardi, Nitikoesoemo, Soemodipoero, Mangkoedioero, Soepardi, Nitisoedarmo, Soerjati, Martodimedjo,…
  • Sarmi, Raden Koesoemoredjo (Slamet), Raden Soerohadiardjo (Soetarno)
  • Mas Soedarjono, Mas Rara Markamah, Mas Mohamad Oesman, Mas Rara Soetiati, Mas Mohamad Soelaeman

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...