Loading...
iden
 

Silsilah Keluarga Bukan Sekedar Arsip, Namun Sebuah Pemahaman Tentang Siapakah Kita! (Bagian Ketiga)

PENTINGNYA SILSILAH KELUARGA

Masyarakat Indonesia masih menekankan pentingnya mengetahui silsilah keluarga. Maka, hubungan kekerabatan antar anggota keluarga besar benar-benar dijaga. Anda tentu ingat saat kecil selalu diajak orang tua berkunjung ke rumah sanak saudara yang belum pernah bertemu. Demikian pula ketika mudik lebaran atau hari besar lain seperti pernikahan dan khitanan.

Setiap keluarga akan saling memperkenalkan diri sebagai upaya membangun pemahaman bahwa Anda dan mereka adalah keluarga besar. Lebih lanjut, keberadaan silsilah keluarga penting untuk hal-hal berikut ini.

 

1. Mengetahui akar keluarga

Dengan mengetahui dan memahami asal usul, Anda menemukan jawaban untuk pertanyaan mendasar setiap orang: siapakah saya? Anda tahu berasal dari mana, keturunan siapa, berikut sejarah keluarga. Ini membantu Anda mempunyai identitas diri yang otentik.

 

2. Menjaga hubungan dan silaturahmi dalam keluarga besar

Pada dasarnya, manusia tidak bisa hidup sendiri, itulah mengapa manusia disebut makhluk sosial. Menjaga hubungan dan mempererat tali silaturahmi adalah modal terbaik untuk support system Anda. Dalam situasi susah dan senang, mereka siap membantu dan berbagi dengan Anda.

 

3. Memperkenalkan sejarah keluarga pada anak

Sebuah penelitian di Emory University, Georgia, Amerika Serikat  pada tahun 2010 menunjukkan anak yang mengenal sejarah keluarganya dengan baik mempunyai self-esteem lebih tinggi dan lebih tangguh dalam menangani efek stres.

Membicarakan sejarah keluarga, seperti siapa orang tua Anda, di mana mereka bertemu, bagaimana dengan kakek nenek Anda, dst, memberikan anak sebuah identitas dan membuatnya mengerti siapa mereka di dunia ini. Anak jadi sadar bahwa ia bukanlah satu-satunya orang terpenting. Dunia tidak berputar di sekeliling anak, tetapi ia adalah bagian dari sebuah keluarga besar, satu mata rantai dari deretan rantai keluarga yang panjang.

4. Menjaga garis keturunan guna melestarikan silsilah keturunan keluarga besar ke generasi-generasi berikutnya.

Silsilah keluarga terus berkembang dari waktu ke waktu, mengingat siklus hidup manusia juga berulang kembali. Dengan adanya silsilah keluarga, ini menjadi warisan penting bagi generasi berikut untuk mengetahui siapa diri mereka dan dari mana mereka berasal.

Begitu pula dengan siapa saja kerabat mereka, di mana mereka tinggal, apa hubungan kekerabatannya, dan seterusnya. Maka, risiko kejadian “kehilangan jejak” keluarga atau terputusnya tali silaturahmi dengan sesama anggota keluarga bisa ditekan seminimal mungkin lewat upaya pembuatan silsilah keluarga ini.

 

IV. MENELUSURI KEMBALI ANTAR INDIVIDU DALAM KELUARGA BESAR

Supaya ojo kepaten obor, ada baiknya Anda menggunakan momen mudik lebaran untuk menelusuri kembali hubungan antar individu dalam rumpun keluarga besar. Ini kesempatan yang tepat untuk membuat atau menyusun ulang silsilah keluarga. Penting untuk diingat, pembentukan pohon keluarga bukan semata untuk gaya-gayaan saja. Setiap individu yang lahir di muka bumi adalah bagian dari sebuah klan, sebuah rumpun keluarga besar.

Ini memberi kesempatan pada generasi mendatang untuk terus menjaga tali persaudaraan lewat pengenalan silsilah keluarga besarnya. Ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menelusuri kembali jejak keluarga besar dan menuangkannya dalam sebuah silsilah keluarga.

 

1. Pahami seberapa besar keluarga Anda

Anda mungkin mengira anggota keluarga yang selama ini dikenal sudah cukup banyak. Kenyataannya, begitu ayah/ibu mengajak berkunjung ke rumah adik nenek dari pihak ibu, Anda bingung karena semua yang ada di rumah itu juga disebut saudara dekat!  Seberapa besar keluarga Anda? Jawabannya tentu relatif. Namun, ini bisa menjadi batasan untuk membuat silsilah keluarga besar.

Ada sebagian orang yang merasa mampu membongkar-bongkar arsip lama untuk tahu lebih dalam soal leluhurnya yang hidup ratusan tahun silam. Anda juga bisa merasa cukup dengan menyusuri silsilah keluarga empat generasi ke atas dan empat generasi ke bawah. Setidaknya, ini masih lebih mudah dicari dan dicatat lewat dokumen keluarga dan/atau wawancara dengan para sesepuh keluarga.

 

2. Dari mana harus mulai mencari dan meriset?

Hal paling mudah adalah memulainya dari keluarga inti Anda. Misalnya, tanya dan catat berapa jumlah saudara ayah dan ibu, berikut nama dan pasangannya. Naik lagi ke atas, siapa nama orang tua ayah dan ibu (kakek/nenek Anda), berapa saudara yang dimiliki. Telusuri lagi hingga buyut.

Begitu pula dengan penelusuran ke bawah. Nama saudara sekandung Anda, berikut pasangan dan anaknya, juga sepupu-sepupu dan keluarga masing-masing. Anda pun bisa mencatatnya hingga generasi ke-4, yaitu canggah. Cara lain Anda juga bisa membangun silsilah keluarga secara horizontal dengan mencatat semua detail yang diceritakan oleh kerabat.

Anda juga bisa mencari tahu apakah ada anggota keluarga yang sudah pernah mendokumentasikan silsilah keluarga sebelumnya. Jika sudah ada, tentu kerja Anda lebih mudah. Cukup memperbarui data lama dan menambah informasi penting terkait kelahiran, kematian, pernikahan, atau perceraian.

 

3. Check, recheck, cross check

Segala sumber yang Anda peroleh terkait penelusuran hubungan antarindividu dalam rumpun keluarga besar harus diperiksa dengan teliti. Misalnya, dari hasil wawancara dengan salah satu sesepuh, disebutkan bahwa kakek buyut Anda dulu menjadi pejabat pemerintah di era kolonial Belanda. Cari berbagai sumber sejarah yang mencantumkan nama kakek buyut atau teliti lagi foto-foto lama milik beliau.

Pendek kata, selalu lakukan check, recheck, dan cross check begitu Anda mendapat informasi penting. Catat dengan baik semua informasi tersebut dan simpan dengan rapi. Ada kalanya Anda merasa jenuh saat mengerjakan silsilah keluarga ini, sehingga butuh waktu jeda.

Jika semua catatan tersimpan rapi, sewaktu-waktu Anda memulainya lagi akan lebih mudah. Bahkan, Anda juga bisa mengajak anak atau keponakan untuk sama-sama membuat silsilah keluarga sesuai kumpulan informasi yang ada.

 

4. Bersiaplah pada perbedaan pendapat

Adalah hal wajar jika dalam upaya penelusuran kembali Anda menemukan informasi berbeda atau bertentangan. Mengapa ini bisa terjadi? Pada zaman dahulu tidak semua orang bisa baca tulis dengan baik. Kebanyakan dari mereka juga mengandalkan ingatan saja alih-alih mencatat semua informasi penting terkait keluarga.

Selalu ada kemungkinan informasi itu berubah-ubah seiring waktu. Maka, mengandalkan dokumen tertulis, hasil wawancara, atau sumber lain bisa melengkapi informasi yang hilang.

 

 

5. Bersenang-senanglah!

Jangan menganggap upaya pembuatan silsilah keluarga sebagai beban. Anggap saja Anda sedang berkontribusi untuk menjaga keberlangsungan klan keluarga besar. Bersenang-senanglah saat mengumpulkan semua data terkait sejarah keluarga Anda. Mulai dari bernostalgia ketika melihat foto masa kecil, atau muncul rasa penasaran pada sosok-sosok asing tapi familier dalam foto orang tua, kakek nenek, hingga kakek nenek buyut Anda dan sanak familinya.

 

--------------------------

 

Sekarang Anda sudah memahami mengapa mengetahui dan membuat silsilah keluarga itu penting. Mudik lebaran selalu menjadi ajang paling tepat untuk bertatap muka, temu kangen, bernostalgia, dan menjalin kembali tali silaturahmi yang pernah renggang antara anggota keluarga besar. Selain itu, Anda bisa memanfaatkan waktu mudik sebagai sarana memperbarui informasi silsilah keluarga.

Sejatinya, silsilah keluarga tidak pernah usai dibuat. Setiap minggu, bulan, atau tahun pasti ada perubahan. Ini mencerminkan bahwa keluarga Anda terus berkembang. Pada akhirnya, di dunia ini perubahan adalah hal yang pasti. Namun, keluarga besar akan tetap ada di samping Anda untuk berbagi suka dan duka. Jadi, siap berkumpul dengan keluarga besar dalam mudik lebaran kali ini?

Website ini, dibuat dengan tujuan seperti tersebut diatas, yaitu mengumpulkan kembali keturunan dari Eyang Mas Soedono Wonodjoio dan leluhur kami Eyang Mas Behi Kartodikromo, yang telah menyebar luas diseluruh nusantara hingga mancanegara. Beliau-beliau pada jamannya adalah pejabat dan tokoh penting di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Siapakah Eyang Mas Behi Kartodikromo? Silahkan menyimak info lengkapnya pada pakem keluarga ini

 

Referensi:

  1. “Ten Effective Strategies on How to Build a Family Tree.” Dalam http://www.genealogyintime.com/articles/ten-effective-strategies-on-how-to-build-a-family-tree.html (diakses 15 April 2019).
  2. Kelly Wallace. “Your Ancestor Owned Slaves? Don’t Run From It, Tell Your Kids.” Dalam https://edition.cnn.com/2015/06/03/living/telling-kids-family-history-benefits-feat/index.html (diakses 15 April 2019).
  3. Lilik Istiqoriyah. “Mudik dan Rekonstruksi Administrative History Keluarga.” Dalam https://kabartangsel.com/mudik-dan-rekonstruksi-administratif-history-keluarga/ (diakses 15 April 2019).

 

--- Kembali ke bagian pertama ---

Kami Ingin Melepas Beberapa Barang Antik Koleksi Keluarga, Harga Mulai Dari Rp400.000

Barang antik (berasal dari bahasa Latin: antiquus), adalah sebuah istilah yang menunjuk kepada benda-benda yang sudah berusia tua, mulai dari perabotan, barang elektronik, instrumen musik, hingga karya seni. Selengkapnya...

Cara Melanjutkan Bisnis Kuliner Yang Berasal Dari Warisan Keluarga

Warisan berasal dari bahasa Arab Al-miirats, bentuk masdar dari kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Maknanya ialah ‘berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain’, atau dari suatu kaum kepada kaum lain. Dengan kata lain, warisan adalah harta peninggalan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris, apapun bentuknya baik itu harta, nama baik, termasuk juga bisnis kuliner yang dijalankan oleh keluarga.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang lan Jajah Milangkori

Lair 15 November 1954, Didik Nini Thowok, penari kondang lan jajah milangkori iku asline saka Temanggung, Jawa Tengah. Asma asline, yaiku Kwee Tjoen Lian. Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. .Baca Selengkapnya...

Get to know the Mangkunegaran Dynasty and its Founder, Pangeran Sambernyawa

Pangeran Sambernyawa was known as Raden Mas Said since he was born and he was so famous with his struggle to fight Dutch. Then, he was known as Pangeran Sambernyawa in the dynasty of Mangkunegaran. He was born in Keraton Kartosuro in 1725 and he was son of Pangeran Arya Mangkunegaran and the grandson of Paku Buwono I. However, he was different from other kings in general who was surrounded by wealth and luxury.