Loading...
iden
 

Silsilah Keluarga Nomor 65, RADEN KARTOSOEDIRO (SOEPARSO)

Iaikoe, Wajahe Eyang Mas Behi Kartodikromo, poetrane Mas Kartodipoero.

Pepoetra:

(No.221). Mas Rara Soedjinah, lahir 22 September 1906, daoep oleh Mas Soewito, Klerk Post ing Pasoeroean, saiki isih, toeroen anak sidji No.383, (Soedjinah mati 22 September 1929, tinggale donja nalika anake maoe oemoer 3 taoen.
(No.222). Mas Rara Soedarsini, lahir 7 October 1914 isih sekolah ing Djocjakarta (Huishhoudschool)
(No.223). Mas Soeharjono, lahir 4 November 1916 sekolah H.I.S. ing Djember
(No.224). Mas Soebiakto, lahir 10 Februari 1921, mati 15 December 1921
(No.225). Mas Hertomo, lahir 18 Februari 1924, mati 26 Juli 1924
(No.226). Mas Rara Soemarni, lahir 29 Juni 1925, mati 14 Augustus 1925.
(No.227). Mas Soeharjoto, lahir 7 Juni 1928

Kami Ingin Melepas Beberapa Barang Antik Koleksi Keluarga, Harga Mulai Dari Rp400.000

Barang antik (berasal dari bahasa Latin: antiquus), adalah sebuah istilah yang menunjuk kepada benda-benda yang sudah berusia tua, mulai dari perabotan, barang elektronik, instrumen musik, hingga karya seni. Selengkapnya...

Cara Melanjutkan Bisnis Kuliner Yang Berasal Dari Warisan Keluarga

Warisan berasal dari bahasa Arab Al-miirats, bentuk masdar dari kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Maknanya ialah ‘berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain’, atau dari suatu kaum kepada kaum lain. Dengan kata lain, warisan adalah harta peninggalan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris, apapun bentuknya baik itu harta, nama baik, termasuk juga bisnis kuliner yang dijalankan oleh keluarga.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang lan Jajah Milangkori

Lair 15 November 1954, Didik Nini Thowok, penari kondang lan jajah milangkori iku asline saka Temanggung, Jawa Tengah. Asma asline, yaiku Kwee Tjoen Lian. Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. .Baca Selengkapnya...

Get to know the Mangkunegaran Dynasty and its Founder, Pangeran Sambernyawa

Pangeran Sambernyawa was known as Raden Mas Said since he was born and he was so famous with his struggle to fight Dutch. Then, he was known as Pangeran Sambernyawa in the dynasty of Mangkunegaran. He was born in Keraton Kartosuro in 1725 and he was son of Pangeran Arya Mangkunegaran and the grandson of Paku Buwono I. However, he was different from other kings in general who was surrounded by wealth and luxury.