Loading...
iden
 

Silsilah Keluarga Nomor 70, RADEN SASTROSOEPOETRO (SOEPNANDAR)

Iaikoe, wajahe Eyang Mas Behi Kartodikromo, poetrane Mas Kartodipoero.

Pepoetra:

(No.242). Raden Rara Soeptanti, lahir slasa kliwon 23 Redjeb 1874 (15 Mei 1917)
(No.243). Raden Rara Hartati, lahir Senen legi 18 Djoemadilakir 1850 (13 Oktober 1919) mati 17 Maart 1924
(No.244). Raden Rara Hartini, lahir Slasa wage 23 Moeloed 1853 (14 November 1922)
(No.245). Raden Rara Goembreg Soemitrati, lahir Ngahat legi 3 Djoemadilakir 1856 (20 December 1925)
(No.246). Raden Soerjadi, lahir Senen wage 9 Redjeb 1858 (2 Januari 1928)
(No.247). Raden Goenoengsoerjanto, lahir Slasa wage 11 Besar 1859 (21 Mei 1929), mati 21 Januari 1930
(No.248). Raden Wijadi, lahir Ngahat paing 18 Soero 1861 (8 Juni 1930)

Kami Ingin Melepas Beberapa Barang Antik Koleksi Keluarga, Harga Mulai Dari Rp400.000

Barang antik (berasal dari bahasa Latin: antiquus), adalah sebuah istilah yang menunjuk kepada benda-benda yang sudah berusia tua, mulai dari perabotan, barang elektronik, instrumen musik, hingga karya seni. Selengkapnya...

Cara Melanjutkan Bisnis Kuliner Yang Berasal Dari Warisan Keluarga

Warisan berasal dari bahasa Arab Al-miirats, bentuk masdar dari kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Maknanya ialah ‘berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain’, atau dari suatu kaum kepada kaum lain. Dengan kata lain, warisan adalah harta peninggalan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris, apapun bentuknya baik itu harta, nama baik, termasuk juga bisnis kuliner yang dijalankan oleh keluarga.

Ceritane Didik Nini Thowok Golek Duit Dadi Penari Kondang lan Jajah Milangkori

Lair 15 November 1954, Didik Nini Thowok, penari kondang lan jajah milangkori iku asline saka Temanggung, Jawa Tengah. Asma asline, yaiku Kwee Tjoen Lian. Katon soko asmane manawa Didik Nini Thowok asline nduweni getih Tionghoa. Ramane ora liyo peranakan Tionghoa kang ‘kedampar’ ing Temanggung, yaiku Kwee Yoe Tiang. Amarga Didi cilik kerep loro-loronen, ramane mulo ngganti asmane soko Kwee Tjoen Lian dadi Kwee Tjoen An. Dene biyunge asli Jawa, yaiku Suminah kang asli saka Desa Citayem, Cilacap. .Baca Selengkapnya...

Get to know the Mangkunegaran Dynasty and its Founder, Pangeran Sambernyawa

Pangeran Sambernyawa was known as Raden Mas Said since he was born and he was so famous with his struggle to fight Dutch. Then, he was known as Pangeran Sambernyawa in the dynasty of Mangkunegaran. He was born in Keraton Kartosuro in 1725 and he was son of Pangeran Arya Mangkunegaran and the grandson of Paku Buwono I. However, he was different from other kings in general who was surrounded by wealth and luxury.