Ma’ruf Amin

Sejak maju sebagai calon wakil presiden bersama Jokowi, nama Ma’ruf Amin kian santer terdengar di mana-mana.

Ulama kelahiran Kresek, Tangerang, ini memang bukan “pemain baru” di dunia politik Indonesia. Sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhyono beliau telah memangku jabatan sebagai Dewan Pertimbangan Presiden.

Nama Ma’ruf Amin adalah salah satu yang paling berpengaruh di kalangan tokoh-tokoh muslim Indonesia. Hal ini tercermin dari kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Secara silsilah keluarga, darah seorang mubaligh memang mengalir dalam diri seorang Ma’ruf Amin. Berikut ini adalah 7 fakta seputar silsilah keluarga beliau.

 

1.Keturunan Asli Syeikh Nawawi Al Bantani

Syeikh Nawawi Al-Bantani adalah seorang ulama besar asal Banten yang pernah bertugas sebagai imam di Masjidil Haram. Beliau adalah seorang cendekiawan sekaligus tokoh agama besar yang masyhur di kalangan masyarakat Banten.

Ahmad Muayyad, salah satu putra Ma’ruf Amin, telah membenarkan hal tersebut. Menurutnya, alasan utama mengapa ayahnya mendirikan pondok pesantren di Tanara, Serang, adalah karena tempat tersebut merupakan lokasi kelahiran Syeikh Nawawi.

 

2.Memiliki Banyak Anak

Silsilah keluarga Ma’ruf Amin saat ini semakin besar dengan kehadiran 8 orang sebagai buah pernikahannya dengan almarhumah Hj. Siti Churiyah. Kedelapan anak tersebut adalah Siti Marifah, Siti Mamduhah, Siti Najihah, Siti Nur Azizah, Ahmad Syauqi, Ahmad Muayyad, Siti Hannah, dan Siti Haniatunnisa.

Jumlah anak yang cukup banyak rupanya memang mengakar dari kakek buyutnya terdahulu. Menurut sejarah, kakek buyut beliau, yaitu Syeikh Nawawi Al Bantani merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara.

Hingga saat ini, beliau tercatat sudah memiliki 13 cucu dari anak-anaknya. Jumlah ini tampaknya akan terus bertambah mengingat pada bulan Januari 2019 lalu ia baru saja menikahkan putri keempatnya, yaitu Siti Nur Azizah, dengan seorang politikus bernama M. Rapsel Ali.

 

3.Memiliki Garis Keturunan Seorang Sultan

Sejarah mencatat bahwa Syeikh Nawawi Al Bantani merupakan generasi ke-12 dari Sultan Maulana Hasanuddin, sang penguasa Banten yang memerintah hingga abad ke-15. Jika ditarik ke bawah, maka dapat disimpulkan bahwa Ma’ruf Amin memiliki garis keturunan seorang sultan.

Tak hanya itu, Sultan Maulana Hasanuddin pun adalah putra dari Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh “Wali Songo” yang sangat disegani. Dari fakta tersebut, tidak heran jika Ma’ruf Amin sangat piawai dalam berdakwah dan sukses sebagai seorang pemuka agama.

 

4.Memiliki Garis Keturunan Rasulullah

Fakta sejarah menunjukkan bahwa Syeikh Nawawi Al Bantani memiliki garis keturunan dari Nabi Muhammad SAW. Jika dihitung, maka Syeikh Nawawi Al Bantani setidaknya merupakan keturunan generasi ke-35 dari Rasulullah SAW.

Apabila hal tersebut kredibel, maka Ma’ruf Amin memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah SAW. Akan tetapi, hal ini jelas membutuhkan kajian yang lebih mendalam akibat banyaknya persimpangan garis keturunan yang muncul seiring waktu.

 

5.Kakek Buyutnya Merupakan Guru dari Banyak Ulama Besar

Syeikh Nawawi Al Bantani adalah seorang guru yang melahirkan banyak ulama besar di antero nusantara. Beberapa muridnya yang paling terkenal adalah Hasyim Asyari, sang pendiri organisasi Nahdatul Ulama (NU), K.H Kholil Bangkalan, serta Ahmad Dahlan, sang pendiri organisasi Muhammadiyah yang kisahnya pernah difilmkan dengan judul “Sang Pencerah”.

Mengingat banyak dari muridnya yang menjadi ulama besar. Tidak heran jika saat ini Ma’ruf Amin hendak mengikuti langkah Syeikh Nawawi Al Bantani untuk mencetak generasi ulama-ulama masa depan yang moderat dan berakhlak baik dengan mendirikan pondok pesantren di kampung halamannya.

 

6.Besar karena Karya

Sejak dahulu Ma’ruf Amin dikenal rajin menerbitkan buku-buku seputar agama Islam. Mulai dari "Fatwa dalam Sistem Hukum Islam", "Melawan Terorisme dengan Iman", hingga "Prospek Cerah Perbankan Islam".

Kepiawaian beliau dalam menulis rupanya sudah menjadi bagian dari sejarah silsilah keluarganya yang panjang. Hal ini dapat dilihat dari karya-karya sang kakek buyut, Syeikh Nawawi Al Bantani, yang melegenda.

Kitab-kitab karangan Syeikh Nawawi Al Bantani sangat berpengaruh dalam perkembangan agama Islam. Sebut saja kitab Tanqîh al-Qaul al-Hatsîts syarah Lubâb al-Hadîts, Fath al-Majîd syarah al-Durr al-Farîd, dan Tafsir Al-Munir.

Kitab-kitab yang ia tulis mencakup berbagai aspek beragama, mulai dari tafsir Al-Quran, fiqih, akidah, hingga ilmu hadits.

 

7.Memiliki Silsilah Kekerabatan dengan Raja Sumedang

Dari silsilah keluarga ayahnya, yaitu Syeikh Muhammad Amin, Ma’ruf Amin rupanya juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Prabu Geusan Ulun Sumedang. Raja Sumedang yang merupakan ayah dari Pangeran Wiraraja I dan II.

Jika ditelusuri lebih jauh, hubungan kekerabatan tersebut bahkan merambat hingga ke Madura dan Demak. Hal ini karena Ratu Harisbaya Nyai Narantoko. Ibu dari Pangeran Wiraraja I berasal dari Madura.

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai 7 fakta silsilah keluarga Ma’ruf Amin yang jarang diketahui publik.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sosok seorang Ma’ruf Amin memang memiliki darah keturunan dari tokoh agama yang disegani serta jiwa kepemimpinan yang sangat tinggi dari kakek buyutnya. Karena itu jangan heran jika sekarang beliau telah menjadi salah satu ulama paling berpengaruh di republik ini. Akan tetapi, penting untuk disadari bahwa terlepas dari silsilah keluarga di atas, kesuksesan Ma’ruf Amin sejatinya tetap berasal dari kerja keras serta ilmu yang beliau miliki.

Oleh sebab itu, tidak perlu khawatir apabila Anda bukan keturunan siapa-siapa. Dengan usaha yang maksimal dan konsisten, Anda tentu bisa meraih kesuksesan di bidang yang tengah Anda geluti.

Selanjutnya di kategori ini: « Jusuf Kalla Prabowo Subianto »

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Nyonya Rakhmat Sulistio: dari Bisnis Rumahan ke Industry Jamu Nasional

Siapa yang tidak kenal nama Sido Muncul? Rasanya hampir semua masyarakat Indonesia mengenal produsen jamu paling top di Indonesia ini. Didirikan oleh Rahmat Sulistio, bisnis yang diawali dari rumah…

Susilo Bambang Yudhoyono

Terlepas dari kabar yang pernah beredar bahwa Presiden Jenderal (HOR.) TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC memiliki silsilah keturunan keluarga Majapahit, inilah sekilas kisahnya…

Only One in the World

Mekah Temple: A Temple Owned by Balinese Muslims

Recognizing the Mekah Temple in Bali. Bali, as people call it the Island of Gods, is inhabited by mostly Hindu people with lots of temples built in almost its every corner. Read More...

Tradisi Keluarga

Makam Syech Siti Jenar - Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat

"Asal-usul Syech Siti Jenar serta sebab kematiannya masih simpang siur dan ada beberapa versi, begitu pula dengan lokasi makam tempat dia disemayamkan."

Makam Sunan Drajat - Paciran, Lamongan, Jawa Timur

"Lahir pada tahun 1471 dengan nama Raden Qosim, Sunan Drajat merupakan putra dari Sunan Ampel dan bersaudara dengan Sunan Bonang."

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Mas Adjeng Soemodirono (Hoemi), Mas Sastrodiwirio (Oesoep), Mas Adjeng Kartodiwirio (Hoemarmi), Oemar, Aboe, Mas Oesman (Soemodisastro), Mas Olan (Sastrokoesoemo), Oemini, Mas Rara Oewarsiti, Mas Moeljono
  • Sasilah, Soeprobo, Soeligi (Wirjodidjoio), Soepeni, Soewarno, (Widjoioredjo), Soemardi, (Pawirodidjoio), Soedarmo (Kartodikromo), Soemarmi, Soedarni, Soetompo, Soeparni, Soegono, Soemarto, Mas Soeparno, Sari, Mas Soedono Wonodjojo.
  • "Raden Ngabehi Tjokrohadiwikromo Kang Noelis Pakem Sadjarahe Mas Behi Kartodikromo"
  • Mas Adjeng Sastrodiwerio (Soeratni), Mas rasa Samsini, Mas rasa Samsini, Mas Rara Soedjinah, Mas adjeng Kartaadiardja (Soetarni)

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...