Basuki Tjahaja Purnama

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. merupakan seorang politikus Indonesia yang berasal dari Belitung Timur.

Pria yang kini akrab disapa dengan julukan BTP itu pernah menjadi Bupati Belitung Timur pada Agustus 2005 - Desember 2006, anggota DPR pada Oktober 2009 - Mei 2012, Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2012-November 2014, dan Gubernur Jakarta pada November 2014-Mei 2017.

Basuki Tjahaja Purnama lahir dari pasangan Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsih pada tanggal 29 Juni 1966. BTP merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Adik terakhirnya, yang bernama Basu Panca Fransetio, meninggal saat usia remaja. Sementara itu, ketiga adiknya yang lain memiliki profesi beragam, mulai dari dokter, konsultan pariwisata, hingga praktisi hukum.

Pendidikan Basuki Tjahaja Purnama

Basuki Tjahaja Purnama alias BTP mengenyam pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Usai lulus dari jenjang SMP, BTP melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas di Jakarta. Kemudian, BTP memutuskan untuk masuk ke Universitas Trisakti, jurusan teknik geologi, dan lulus serta mendapatkan gelar insinyur pada tahun 1990.

Tak hanya sampai di situ, BTP juga melanjutkan jenjang pendidikan hingga program magister di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya (kini Prasetiya Mulya Business School), dan lulus pada tahun 1994.

 

BTP dan Kiprahnya di Bidang Bisnis

Meskipun dikenal sebagai politikus, jauh sebelum berkecimpung di dunia politik, BTP telah memulai karier di dunia bisnis. Pada tahun 1992, BTP mendirikan PT Nurindra Ekapersada yang bergerak di bidang pasir kuarsa. Dia juga mendirikan pabrik yang terletak di Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Pada tahun 1999-2001, bisnis BTP pun merambah hingga bidang properti, masih di kota kelahirannya, Belitung Timur.

 

Karier Politik

BTP memulai kariernya di dunia politik pada tahun 2003 bersama Partai Perhimpunan Indonesia Baru. Pada saat itu, BTP berharap akan menjadi camat. Namun pada akhirnya, BTP menjadi anggota DPRD. Dua tahun setelahnya, pada tahun 2005, BTP terpilih menjadi bupati Belitung Timur. Khairul Effendy menjadi wakilnya pada saat itu.

Di tahun 2007, Basuki Tjahaja Purnama melepaskan jabatannya sebagai bupati untuk maju sebagai Gubernur Bangka Belitung. Sayangnya, BTP kalah dalam pemilihan gubernur Bangka Belitung. Namun, pada tahun 2009, BTP terpilih sebagai anggota DPR-RI di Komisi II.

BTP tidak menyelesaikan jabatan sebagai anggota DPR RI, karena beliau maju dalam pemilihan umum sebagai wakil gubernur DKI Jakarta bersama Ir. Joko Widodo, mantan walikota Solo yang kini menjadi presiden. Pada saat itu, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama memenangkan pemilu melawan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Sementara Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, maju dengan mengendarai partai politik PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan), BTP maju melalui Partai Gerindra.

Pada tahun 2014, Joko Widodo maju sebagai calon presiden bersama Dr. Drs. Jusuf Kalla dan memenangkan pertarungan dalam pemilu melawan pasangan Letjen (Purn.) Prabowo Subianto dan Ir. M. Hatta Rajasa. Hal ini membuat BTP naik menjadi gubernur DKI Jakarta dan dilantik pada tanggal 14 November 2014

Dalam masa jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta, BTP gencar merealisasikan program-program seperti RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak), Penertiban Kalojodo, Relokasi Kampung Pulo, pembenahan trotoar, dan juga Rumah Sakit Umum Kecamatan Tipe D. Tahun 2017, BTP maju sebagai calon gubernur bersama Drs. Djarot Saiful Hidayat yang diusung oleh PDI-P.

 

Penahanan dan Kebebasan

Pada tanggal 9 Mei 2017, BTP divonis dua tahun penjara atas kasus penodaan agama. Hal itu terkait wawancaranya di Kepulauan Seribu sebelumnya. Persidangan BTP pada saat itu dipimpin oleh Dwiarso Budi Santiarto selaku ketua majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Beberapa hari sebelumnya, pada tanggal 5 Mei 2017, pasangan Anies Baswedan Ph.D dan Sandiaga Salahuddin Uno, M.B.A. ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Usai menjalani hukumannya, BTP dibebaskan pada tanggal 24 Januari 2019.

Kehidupan Pribadi

Basuki Tjahaja Purnama menikahi Veronika Tan, seorang wanita asal Medan, pada tahun 1997. Keduanya dikaruniai tiga orang anak bernama Nicholas Sean Purnama, Nathania Bernience, dan Daud Albeener. Pada tahun 2018, BTP resmi bercerai dengan Veronica Tan pada saat dirinya dipenjara. Kini, BTP dikabarkan akan menikahi Puput Nastiti Devi, mantan ajudan Veronica Tan.

Penghargaan

Sikapnya yang tegas dan antikorupsi membuatnya banyak mendapat penghargaan sebagai Tokoh Anti Korupsi. Di antaranya dari KADIN, Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara, Masyarakat Transparansi Indonesia, dan Bung Hatta Anti-Corruption Award. Penghargaan ini diberikan melalui serangkaian penilaian pengkajian ulang anggaran, termasuk karena dianggap mampu menekan angka korupsi di pemerintahan daerah yang dipimpinnya.

Tidak hanya itu, Tempo pun pernah memilih BTP sebagai ‘10 Tokoh yang Mengubah Indonesia’ karena kiprahnya sebagai pemimpin di Belitung Timur yang dianggap membawa perubahan.

Bergabung Kembali ke Partai Politik

Dua hari usai keluar dari tahanan pada awal tahun 2019, Basuki Tjahaja Purnama resmi bergabung ke dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pada saat ini, posisi BTP adalah sebagai anggota biasa dan belum menjadi kader atau pengurus di badan PDI-P.

Itulah biodata dan informasi singkat mengenai kehidupan dan karier politik BTP. Dengan bergabungnya BTP ke partai politik, jalannya di dunia politik ini tentunya masih panjang.

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Keluarga Sosrodjojo dan Profil Teh Botol Sosro

Anda tentu tidak asing dengan Teh Botol Sosro, bukan? Minuman teh botol kemasan dari Indonesia ini emang terkenal di saentero negeri. Dengan tagline “Apapun makanannya, minumannya Teh Botol Sosro,”…

K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Dr.(H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid adalah Presiden RI yang keempat.Inilah kisah hidupnya dan susunan keluarga beliau.

Only One in the World

Catur Lokapala Temple: The Heart of Pura Besakih

Seeing what is Unseen from the Catur Lokapala Temple. Talking about Catur Lokapala is inevitably talking about Pura Besakih as well. Pura Besakih is one of the most important religious buildings for Hindu people in Bali. Read More...

Tradisi Keluarga

Tradisi Pacu Jalur Riau Rekatkan Jalinan Silaturahmi Saat Idul Fitri

Saat Idul Fitri, ada begitu banyak pemudik dari luar kota dan pulau yang berduyun-duyun kembali ke kampung halaman mereka. Kabupaten Kuantan Singingi di Riau juga bahkan tidak luput dari fenomena riuhnya mudik Lebaran tersebut.

Menghargai Waktu Dengan Mengumpulkan Jam Antik

Barang antik sekarang memang diburu sebagai koleksi oleh banyak orang. Mulai dari mobil antik, motor antik, perabot rumah yang antik, dan sebagainya. Satu hal yang tidak ketinggalan adalah jam antik.

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Mas Soereno, Mas Soewerni.
  • Koesoemowisastro, Karmini, Wongso, Soediro, Soemoardjo, Soemoredjo, Kromoredjo, Soepardi, Tjoentari, pandi, Nawangsih, Soetopo, Alie, Soetji, Soeki, Moenardi, Kromoastro, Koesoemowisastro, Soepijah, Herdinah, Soegoeng, Soemoastro, Soekesi, Soekeni
  • Raden Rara Siti Aminah, Raden Rara Salamah
  • Mas Rara Soedjinah, Mas Rara Soedarsini, Mas Soeharjono, Mas Soebiakto, Mas Hertomo, Mas Rara Soemarni, Mas Soeharjoto

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...