Fadli Zon

Fadli Zon merupakan salah satu politikus terkenal dari Indonesia, yang lahir di Jakarta pada tanggal 1 Juni 1971.

Fadli merupakan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia saat ini. Dia adalah salah satu pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya atau dikenal sebagai Partai Gerindra dan menduduki posisi sebagai wakil ketua umum Partai Gerindra saat ini. Ingin tahu lebih dekat tentang Fadli Zon dan silsilah keluarganya? Yuk, disimak.

 

Silsilah Keluarga Fadli Zon

Berdasarkan informasi yang diperoleh mengenai silsilah keluarga Fadli Zon, Fadli lahir dari pasangan alm. Zon Harjo and Ellyda Yatim. Fadli merupakan anak tertua dari 3 bersaudara.

Orang tuanya berasal dari Payakumbuh, Minangkabau, Sumatera Barat. Ketika Fadli Zon berusia 15 tahun, ayahnya meninggal. Pada saat itu Fadli dan ayahnya mengalami kecelakaan bermotor  yang cukup tragis sehingga mengakibatkan kematian ayahnya.

Pada saat itu ibu Fadli Zon hanyalah seorang ibu rumah tangga. Sejak kematian ayahnya, ibu Fadli Zon, Ellyda Yatim bekerja keras untuk menghidupi Fadli dan kedua saudaranya.

Kisah cinta Fadli Zon tidak terlalu berliku. Fadly Zon menikahi Katherine Grace. Mereka memiliki dua orang anak perempuan yang bernama Shafa Sabila Fadli and Zara Saladina Fadli. Shafa Sabila Fadli adalah putri pertama Fadli Zon. Sekarang Shafa bersekolah di London setelah menyelesaikan pendidikan SMA-nya.

Shafa juga pernah belajar di Stagedoor Manor. Di lembaga pendidikan ini, Shafa belajar berbagai keterampilan, seperti pementasan drama, menari, musik, dan bernyanyi. Lembaga ini sangat terkenal di Kota New York karena banyak aktor dan aktris Hollywood menimba ilmu di sana.

Berdasarkan kartu keluarga yang dimiliki, Fadli Zon terdaftar bersama istri dan kedua anak perempuannya.  Foto keluarga Fadli Zon bersama istri dan anak-anaknya diunggah di akun media sosial pribadi milik anak pertama Fadli, Shafa Sabila Fadli.

 

Pendidikan Fadli Zon

Fadli Zon lahir di Rumah Sakit Carolus, Jakarta. Setelah ayahnya meninggal, ibunya bekerja keras untuk mencari nafkah. Fadli Zon membantu ibunya membayar uang sekolah untuk pendidikannya dengan cara mencari beasiswa. Fadli Zon berusaha keras mencari peluang beasiswa dan akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar di Amerika.

Fadly Zon menghabiskan masa kecilnya dan menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di Desa Cisarua, Bogor. Dia melanjutkan pendidikan SMP-nya di Gadog, Bogor, dan kemudian pindah ke Jakarta. Fadli belajar selama dua tahun di SMA Negeri 31, Jakarta Timur. Kemudian, ia bersekolah di Harlandale High School, San Antonio dari tahun 1989 hingga 1990 melalui program pertukaran pelajar, American Field Service (AFS).

Fadli Zon lulus dengan predikat summa cum laude. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia, Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Pada 1997, Fadli berhasil menyelesaikan pendidikan S1. Kemudian pada tahun 2002, Fadli meneruskan pendidikannya di London School of Economics dan Political Science (LSE) di bawah bimbingan John Harriss dan Robert Wade.

Fadli berhasil menyelesaikan pendidikannya dan mendapatkan gelar sebagai master dalam ilmu pembangunan. Fadli Zon juga memperoleh gelar doktor di Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia.

 

Awal Karier Fadli Zon

Fadli Zon memulai kariernya sejak dia masih berkuliah. Fadli telah bekerja di dunia media dan jurnalisme sebagai seorang penulis lepas dan juga jurnalis. Fadli Zon pernah bekerja sebagai jurnalis di tabloid IQRA & Majalah Suara Hidayatullah dari tahun 1990 hingga 1991.

Pada tahun 1991, Fadli juga menjadi jurnalis di Harian Terbit. Dia kemudian bekerja sebagai editor Majalah Gema DHN Angkatan 45. Selain itu, Fadli Zon juga pernah bekerja sebagai editor dan juga salah satu anggota Dewan Direksi Majalah Horizon dan Redaktur Majalah Tajuk.

 

Karier Politik Fadli Zon

Setelah lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 1997, Fadli Zon memulai kariernya sebagai anggota Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) berturut-turut selama dua tahun. Bersama dengan Yusril Ihza Mahendra dan Ahmad Sumargono, Fadli Zon, mendirikan partai berbasis Islam, Partai Bulan Bintang atau disingkat sebagai PBB, setelah Suharto lengser dari jabatannya sebagai presiden Republik Indonesia yang kedua.

Fadli juga segera menjadi salah satu ketua partai PBB. Kemudian, Fadli Zon mengundurkan diri pada tahun 2001. Fadli Zon juga pernah sebagai salah satu dewan direksi beberapa perusahaan energi dan pertanian antara tahun 1999 dan 2007. Kemudian, dia bertemu dengan seorang pengusaha, Hashim Djojohadikusumo, pada 2007. Hashim Djojohadikusumo merupakan saudara dari Prabowo Subianto.

Bersama dengan Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon mendaftarkan partai baru, Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) pada Desember 2007. Partai ini ikut berpartisipasi dalam pemilu 2009 dan memenangkan 4,46% suara. Dari hasil pemungutan suara, Gerindra memperoleh 26 kursi di parlemen. Dalam pemilihan 2014,

Fadli Zon memenangkan kursi legislatif di daerah pemilihan Jawa Barat. Dia memperoleh 79.074 suara dan menjadikannya anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Pada tanggal 2 Oktober 2014, Fadli Zon diangkat sebagai wakil ketua DPR.

Pada bulan Oktober tahun 2015, Fadli Zon diangkat sebagai Presiden Global Organization of Parliamentarians Against Corruption atau Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia. Pada bulan Desember 2015, Zon mengambil alih posisi sebagai pelaksana tugas Ketua DPR RI dari Setya Novanto sampai Ade Komaruddin ditunjuk sebagai Ketua DPR RI yang baru. Pada tanggal 11 Desember 2017 sampai 15 Januari 2018, Fadli Zon diangkat kembali sebagai pelaksana tugas ketua DPR RI.

Demikianlah, informasi mengenai Fadli Zon dan silsilah keluarganya. Semoga bermanfaat!

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Mooryati Soedibyo: Dari Putri Keraton Menjadi "Businesswoman"

Rasanya tak ada wanita Indonesia yang tidak mengenal atau mungkin belum pernah menggunakan kosmetika Mustika Ratu. Kosmetik lokal asli Indonesia tersebut tentu sangat lekat dengan nama pendiri…

Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Ternyata, Sri Sultan Hamengkubuwono IX pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia dari tahun 1973 hingga 1978. Seperti apakah struktur keluarga salah satu sosok paling berpengaruh di Kesultanan…

Only One in the World

Dalem Balingkang Temple Symbol of Inter-Religious Tolerance in Bali

Have You Ever Seen the Beauty and Peace of Nature? Dalem Balingkang Temple is The Only Answer. Read More...

Tradisi Keluarga

Ngabuburit di Masjid Lautze Bareng Mualaf Tionghoa Saat Ramadhan

Berkunjung ke wilayah Pecinan di Pasar Baru Jakarta, siapa sangka terdapat sebuah masjid di antara bangunan ruko-ruko lainnya. Masjid ini tepatnya beralamat di Jalan Lautze No.87-89, RT 10/RW 03 Karang Anyar, Sawah Besar, Jakpus.

Mengulik Tradisi Ruwahan dan Hidangan Khasnya

Bicara soal budaya dan tradisi negeri ini memang tak pernah ada habisnya. Beragamnya suku dan agama tak pelak memunculkan beragam tradisi yang beragam pula. Salah satu tradisi yang masih mengakar kuat di Tanah Jawa adalah tradisi ruwahan.

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Raden Rara Siti Aminah, Raden Rara Salamah
  • Sastrosoenarto, Soekrasto, Soenarti, Soenarni, Soenarsih
  • Raden Ajoe Koesoemowisastro (Roosmi), Raden Wirijokoesoemo (Djajoes), Raden Nganten Soerokoesoemo (Roekijah), Raden Samsoe (Kartoamiredjo), Raden Nganten Koesoemodiwirio (Rademi), Raden Noto, Raden Nganten Mertokoesoemo (Resmi), Raden Goenadi, Radcn Nganten…
  • Mas Hadisoendjojo, Mas Rara Soendjajani, Mas Rara Soedarjati, Soedarsi, Mas Soebenoe, Mas Soetojo, Soebadi, Soenarti