Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet merupakan aktivis hak asasi manusia asal Indonesia.

Ratna juga merupakan seniman yang memiliki dedikasi yang tinggi dalam dunia panggung teater. Ratna lahir pada tanggal 16 Juli 1949 di Tarutung, Sumatera Utara. Sebagai seorang aktivis sosial yang membela hak asasi manusia, Ratna Sarumpaet telah banyak melakukan aktivitas kemanusiaan dan memberikan pertolongan bagi orang-orang yang membutuhkan. Yuk, kenali lebih dekat Ratna Sarumpaet dan silsilah keluarganya.

 

Silsilah Keluarga Ratna Sarumpaet

Menurut silsilah keluarga, Ratna Sarumpaet merupakan anak kelima dari sembilan bersaudara dari pasangan Saladin Sarumpaet dan Julia Hutabarat. Ratna dibesarkan dalam keluarga Batak Kristen yang aktif dalam politik.  Ayah Ratna Sarumpaet, Saladin Sarumpaet merupakan seorang politisi, anggota DPR, dan Menteri Pertanian dan Perburuhan dalam kabinet Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra pada akhir 1950-an.

Selain itu, Ayah Ratna Sarumpaet pernah menjadi sekretaris jenderal pertama Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Saladin Sarumpaet bersama saudarinya, Riris Sarumpaet, juga pernah menjadi bagian dalam tim penyuntingan Kamus Batak-Indonesia.

Sedangkan, ibu Ratna, Julia Hutabarat, merupakan seorang aktivis hak-hak wanita terutama memperjuangkan kemajuan perempuan Batak Toba. Julia Hutabarat juga pernah menjadi anggota Konstituante hasil Pemilihan Umum 1955 dan menjabat Ketua Persatuan Wanita Kristen Indonesia.

Ratna Sarumpaet pernah mengunggah foto keluarga bersama ayah dan ibunya saat masa kecil dan foto bersama anak-anak dan cucunya di media sosial. Ratna Sarumpaet memiliki kisah cinta dengan Ahmad Fahmy Alhady, seorang pengusaha berdarah Arab Indonesia. Mereka menikah di tahun 1972. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak: Mohamad Iqbal, Fathom Saulina, Ibrahim, dan Atiqah Hasiholan.

Ratna Sarumpaet dan Ahmad Fahmy Alhady bercerai di tahun 1985. Anak bungsu Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan, berprofesi sebagai seorang artis dan model kenamaan di Indonesia. Atiqah Hasiholan menikah dengan aktor terkenal Rio Dewanto. Mereka dikaruniai seorang anak wanita.  Ratna Sarumpaet berdomisili di Jakarta Selatan sehingga kartu keluarga terdaftar di daerah Jakarta Selatan.

 

Pendidikan Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet bersekolah di SD Negeri di daerah Tarutung. Setelah menamatkan SD, Ratna dan keluarga besar memutuskan pindah ke Yogyakarta. Di Yogyakarta, Ratna melanjutkan pendidikan SMP ke SMP BOPKRI. Setelah menamatkan SMP, Ratna dan keluarganya pindah ke Jakarta. Di Jakarta, Ratna melanjutkan pendidikan SMA ke PSKD I Menteng.

Setelah lulus SMA, Ratna melanjutkan pendidikannya ke Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada tahun 1969. Jurusan yang diambil Ratna adalah jurusan arsitektur. Ratna juga sempat mengambil jurusan hukum di universitas yang sama. Saat kuliah, Ratna menyaksikan penampilan teater yang dipimpin oleh W.S. Rendra yang berjudul Kasidah Berzanji.

W.S. Rendra mengajak Ratna untuk bergabung dengan grup pimpinannya. Kemudian, Ratna memutuskan berhenti kuliah dari jurusan arsitektur karena dia tertarik dengan dunia seni dan teater. Setelah berhenti kuliah, Ratna belajar seni dan teater di Taman Ismail Marzuki (TIM). Pada tahun 1974, Ratna Sarumpaet sudah aktif di kelompok drama Satu Merah Panggung, yang melakukan berbagai pementasan kisah-kisah dari luar negeri.

 

Karier Ratna Sarumpaet

Ratna memilih kesenian sebagai karier dan perjuangannya untuk membela orang-orang kecil dan marjinal. Ratna membuat karya yang berisi mengenai masalah-masalah kemanusiaan dalam bentuk sembilan naskah drama. Pada tahun 1990-an, Ratna menjadi aktivis dalam kasus Marsinah dan pembelaan terhadap penderitaan rakyat Aceh yang terjebak perang antara TNI dan GAM. Ratna menjadi aktivis maupun seniman yang sangat dikenal akan sepak terjangnya.

Ratna Sarumpaet juga membangun Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) bersama teman-teman aktivisnya. RSCC ini menjadi wadah bagi mereka yang membutuhkan pertolongan. Permasalahan yang ditangani RSCC ini pun beragam. Mulain dari korupsi, kelaparan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan lain-lain. Ratna juga menjadikan RSCC sebagai posko terbesar dan terlama yang mengurusi korban banjir bandang yang melanda Jakarta pada tahun 1991. Selain menjadi aktivis dan seniman, Ratna Sarumpaet pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta periode 2003-2006, penulis naskah dan sutradara drama, penulis skenario, dan sutradara film.

 

Kasus Politik Ratna Sarumpaet

Sebagai seorang aktivis yang memperjuangkan hak asasi manusia, Ratna Sarumpaet sering berbenturan dengan politik di Indonesia. Pada bulan Maret tahun 1998, Ratna Sarumpaet pernah ditahan di rezim Orde Baru atas tuduhan hendak makar. Pada bulan Maret tahun 2003, Ratna juga pernah dituduh hendak makar saat akan bagi-bagi sembako di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada tanggal 2 Desember 2016, Ratna Sarumpaet ditangkap atas dugaan menjadi bagian kelompok yang merencanakan kudeta terhadap pemerintahan Joko Widodo di sebuah hotel di Jakarta. Namun, Ratna dilepaskan keesokan harinya.

Kemudian pada bulan September 2018, Ratna Sarumpaet membuat kontroversi dengan mengunggah foto wajahnya yang bengkak ke media sosial. Ratna menyebutkan bahwa mukanya bengkak karena diserang oleh orang-orang yang tidak dikenal di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung. Pemberitaan penganiayaan tersebut menyebar dan viral.

Setelah kasus penganiayaan viral, pihak kepolisian mengadakan penyelidikan. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa wajah Ratna yang bengkak akibat operasi plastik. Hal ini dibuktikan dengan bukti transaksi sejumlah uang dari rekening Ratna ke klinik tersebut. Pada tanggal 3 Oktober, Ratna akhirnya mengakui bahwa dia telah berbohong mengenai serangan tersebut kepada masyarakat dan mengatakan bahwa ternyata dia adalah pencipta hoaks terbaik, kebohongannya telah menghebohkan negeri.

Keesokan harinya, Ratna ditahan oleh polisi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saat itu, Ratna akan terbang ke Chile untuk menghadiri suatu konferensi internasional.

Inilah informasi tentang Ratna Sarumpaet dan silsilah keluarganya.

Artikel terkait

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Sandiaga Uno

Sandiaga Salahuddin Uno lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969. Tokoh muda yang mulai naik daun sejak terpilih menjadi Wakil Gubernur Jakarta bersama Anies Baswedan ini merupakan seorang politisi…

K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Dr.(H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid adalah Presiden RI yang keempat.Inilah kisah hidupnya dan susunan keluarga beliau.

Only One in the World

Nusa Penida Bali? Visit Paluang Temple, You Don’t Wanna Miss!

There is a temple that is too dear to miss if you have the opportunity to visit the island of Bali. A must-see attractive temple that is different from all types of temples that are everywhere else namely Paluang temple. Read More...

Tradisi Keluarga

Hobi Koleksi Mustika Gaib Peninggalan Nenek Moyang

Indonesia adalah negara yang masih kental dengan mistis. Di negara kita pun terdapat banyak barang-barang pusaka peninggalan nenek moyang kita zaman dulu. Nah, benda-benda mustika gaib itulah yang sering diburu oleh beberapa kalangan.

Makam Sunan Ngudung - Soko, Tuban, Jawa Timur

"Sunan Ngudung adalah Panglima Kerajaan Demak yang memimpin penyerangan ke Majapahit."

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Raden Ajoe Koesoemowisastro (Roosmi), Raden Wirijokoesoemo (Djajoes), Raden Nganten Soerokoesoemo (Roekijah), Raden Samsoe (Kartoamiredjo), Raden Nganten Koesoemodiwirio (Rademi), Raden Noto, Raden Nganten Mertokoesoemo (Resmi), Raden Goenadi, Radcn Nganten…
  • Mas Singgih, Mas Soetojo, Mas Rara Patimah, Mas Soemantri, Mas Rara Soertinah, Mas Rara Soemartinah, Mas Rara Soepatmi, Mas Agoes Soedjono, Soebandijah
  • Raden Nganten Wirjo (Tari), Raden Nganten Nitisoedarmo (Jati), Soelastri, Soekardi, Soepardjan
  • Sarmi, Raden Koesoemoredjo (Slamet), Raden Soerohadiardjo (Soetarno)

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...