Jusuf Kalla

Tidak banyak orang yang mampu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dalam dua periode pemerintahan.

Salah satu tokoh yang dapat melakukan hal tersebut adalah Muhammad Jusuf Kalla yang lebih dikenal dengan julukan “JK”. Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini merupakan seorang politisi sekaligus pengusaha sukses yang mewarisi kepiawaian berdagang dari ayah dan ibu kandungnya, yaitu Haji Kalla dan Hajjah Athirah, pasangan pengusaha asli Bugis yang sangat disegani.

Sejak muda JK sudah aktif di berbagai organisasi kepemudaan, mulai dari bergabung dengan organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), menjadi ketua HMI Makassar, hingga terpilih sebagai ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin pada tahun 1965.

Pengalaman-pengalaman tersebutlah yang membuatnya aktif berpolitik di samping segala kesibukannya untuk melanjutkan bisnis orang tua yang berada di bawah bendera Kalla Group.

Ibunya Merupakan Keturunan Bangsawan Asal Bugis

Ibu Jusuf Kalla, yaitu Hajjah Athirah Kalla, adalah keturunan seorang penasihat Kerajaan Bone bernama Muhammad. Sejarah mencatat bahwa ayah Athirah memiliki silsilah keluarga yang sama dengan saudara ipar Raja Gowa, Sultan Alauddin. Athirah dipercaya merupakan salah satu keturunan dari I Panusurang Daeng Manassa Tumenanga RI Campagana.

Darah bangsawan yang mengalir dalam diri Athirah membuatnya dikenal sebagai pribadi yang gigih dan cerdas meskipun hidup dalam kondisi miskin saat kecil. Karena perjuangannya yang inspiratif dalam meraih kesuksesan bersama sang suami serta membesarkan anak-anaknya menjadi orang hebat, Biografi ibu Hj. Athirah pernah difilmkan dengan judul “Athirah” pada tahun 2016.

Dipercaya Memiliki Hubungan Kekerabatan dengan Sultan Hasanuddin

Jika ditelusuri secara saksama, jalur keturunan Jusuf Kalla ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Sultan Hasanuddin dari Makassar. Silsilah keluarga Jusuf Kalla yang panjang, terutama dari pihak ibu rupanya bermuara pada sosok yang sama dengan Sultan Hasanuddin, yaitu Sayyid Hasan Jumadil Kubra, cucu dari Tuminanga ri Paralakkenna, seorang tokoh asal Gowa yang dihormati.

Dari silsilah tersebut, dapat dilihat bahwa Jusuf Kalla ternyata tidak hanya mewariskan bakat seorang pedagang khas Bugis, tapi juga bakat kepemimpinan yang sangat tinggi. Tak hanya itu, beberapa keturunan Sayyid Hassan Jumadil Kubra pun ada yang menjadi tokoh agama, misalnya seperti Syekh Yusuf Al-Makassari yang dikenal sebagai seorang penyebar agama Islam di Afrika Selatan.

Dari fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa nama Jusuf Kalla memang bukan berasal dari keluarga sembarangan. Mengingat jalur keturunannya yang dipenuhi oleh tokoh-tokoh terkenal, tidak heran jika beliau dapat sukses dalam karir bisnis dan politiknya.

Memiliki Banyak Anak dan Cucu

Berdasarkan data kartu keluarga, Jusuf Kalla memiliki lima anak, yaitu Muchlisa, Muswirah, Imelda, Solichin, dan Chaerani. Semua anak-anak beliau mewariskan nama “Kalla” di belakang nama lahirnya. Hebatnya, hingga saat ini Jusuf Kalla telah memiliki tidak kurang dari 15 orang cucu.

Cucu pertamanya adalah seorang laki-laki bernama Ahmad Fikri Susanto hasil pernikahan Mushlisa Kalla dengan pengusaha Susanto Supardjo. Hal ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri mengingat dari kelima orang anaknya Jusuf Kalla hanya memiliki satu orang putra, yaitu Solichin.

Uniknya, tidak ada satu pun dari cucu-cucu beliau yang diberikan nama “Kalla” di belakang nama utamanya. Kebanyakan dari cucunya memiliki nama bernuansa Islam yang modern seperti Rania Hamidah, Aisha Kamilah, dan Maliq Jibran.

Dengan banyaknya anak dan cucu yang dimiliki, dapat dibayangkan betapa semaraknya foto keluarga yang beliau simpan di rumah.

Memiliki Istri Berdarah Asli Minangkabau

Istri Jusuf Kalla, yaitu ibu Mufidah Mi'ad Saad, adalah wanita berdarah Minangkabau yang lahir di Sibolga, Sumatera Utara. Putri pasangan H. Buya Mi'ad dan Sitti Baheram ini pernah menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Anggrek Indonesia.

Meski lahir di Sibolga, kedua orang tua ibu Mufidah sejatinya adalah pendatang dari Lintau Buo, Tanah Datar. Kebiasaan orang Minang yang gemar merantau membuat ia pada akhirnya pindah ke Makassar, Sulawesi Selatan, dan bertemu dengan Jusuf Kalla.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia Makassar yang juga pernah bekerja sebagai Wakil Pimpinan Bank BNI cabang Sarinah, Makassar, ini dikenal sebagai pribadi yang ramah dan baik hati.

Kisah cinta beliau dengan Jusuf Kalla pun sangat inspiratif karena keduanya bertemu saat masih duduk bangku kelas dua SMA. Kini di usia beliau yang sudah menginjak 76 tahun, ibu Mufidah masih setia mengiringi perjalanan karier sang suami sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Mewarisi Kepiawaian Berbisnis dari Ayahnya

Sebelum berkecimpung di ranah politik praktis, sosok Jusuf Kalla telah dikenal sebagai seorang pengusaha tangguh yang sukses mengembangkan bisnis di berbagai sektor, mulai dari otomotif, konstruksi, energi, hingga properti.

Hingga tahun 2014, kekayaan Jusuf Kalla telah menyentuh angka 465 miliar rupiah. Angka ini tentu sudah melonjak naik dalam lima tahun terakhir mengingat bisnis yang beliau tekuni semakin berkembang pesat, bahkan ketika dirinya masih sibuk menjalankan tugas sebagai seorang Wapres.

Kepiawaian JK dalam berbisnis rupanya merupakan sifat warisan dari ayahnya. Hadji Kalla sebagai pendiri Kalla Group dikenal bertangan dingin dan ulet dalam menjalankan usahanya dari nol.

Hadji Kalla diketahui sudah mulai berbisnis sejak usianya masih 15 tahun. Usahanya yang dimulai dari sebuah kios sederhana di pasar kini sudah berubah menjadi usaha raksasa yang diteruskan oleh putranya dan akan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Dari fakta tersebut, bisa dibilang bahwa buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Tak Mungkin Bisa Mengubah Nagari Bila Kita Takut Berpikir Besar!

Pria kelahiran Kota Bukittinggi tanggal 05-08-1976 ini sejak kecil tergolong anak yang berbakat dan gaul. Berbagai hal ia lakukan, mulai dari mencari uang jajan sendiri hingga mengikuti banyak…

Mooryati Soedibyo: Dari Putri Keraton Menjadi "Businesswoman"

Rasanya tak ada wanita Indonesia yang tidak mengenal atau mungkin belum pernah menggunakan kosmetika Mustika Ratu. Kosmetik lokal asli Indonesia tersebut tentu sangat lekat dengan nama pendiri…

Only One in the World

Nusa Penida Bali? Visit Paluang Temple, You Don’t Wanna Miss!

There is a temple that is too dear to miss if you have the opportunity to visit the island of Bali. A must-see attractive temple that is different from all types of temples that are everywhere else namely Paluang temple. Read More...

Tradisi Keluarga

Grebeg Syawal Bentuk Kedermawanan Sultan Untuk Rakyatnya Saat Idul Fitri

Apabila mendengar kata “grebeg” mungkin yang terbesit di benak Anda adalah sebuah peristiwa penangkapan. Namun kosakata ini rupanya tidak bermakna demikian jika Anda bermain ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Berasal dari akar kata “gumrebeg” pemaknaannya…

Masih Cari Lowongan Kerja, Mengapa Tidak Mencoba Mengelola Bisnis Bersama Keluarga?

Lowongan kerja memang dibutuhkan oleh setiap anggota masyarakat, namun banyak orang memiliki impian tentang bisnis yang akan dijalankan. Ada yang terobsesi membuat usaha sendiri dari bawah dengan mendirikan startup. Namun, tidak sedikit yang ingin meneruskan…

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Mas Adjeng Sastrodiwerio (Soeratni), Mas rasa Samsini, Mas rasa Samsini, Mas Rara Soedjinah, Mas adjeng Kartaadiardja (Soetarni)
  • Raden Nganten Wirjo (Tari), Raden Nganten Nitisoedarmo (Jati), Soelastri, Soekardi, Soepardjan
  • Mas Rara Marjam, Mas Abdoel Kadir, Mas Abdoerrachman, Mas Abdoeloemar
  • Mas Soedirman, Mas Rara Asijah (Kalidjah), Mas Palidjo (Soediro), Mas Rara Djoeliko, Mas Moehadi (Soedarmo)

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...