Ali Mochtar Ngabalin

Ali Mochtar Ngabalin merupakan seorang politisi dan juga pengajar.

Lahir di Fakfak pada tanggal 25 Desember 1968, ia mengawali karier politiknya sebagai kader dari Partai Bulan Bintang (PBB). Ali Mochtar Ngabalin pernah menjadi anggota Komisi I DPR-RI pada tahun 2004-2009 dari daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Selatan II.

Fokus bidang pengajaran Ali Mochtar adalah di bidang komunikasi. Namun dalam organisasi, Ali Mochtar Ngabalin aktif di bidang keagamaan, di antaranya dengan menjadi ketua di beberapa organisasi dan juga pemimpin di pondok pesantren. Itulah alasan mengapa Ali Mochtar Ngabalin cukup disegani di bidang ini.

 

Pendidikan

Ali Mochtar Ngabalin mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Dasar Inpres (Instruksi Presiden) Fak Fak dan lulus pada tahun 1980. Beliau pun melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Fak Fak dan lulus pada tahun 1983.

Pendidikannya dilanjutkan ke Madrasah Aliyah Fak Fak dan lulus pada tahun 1985. Kemudian, dia melanjutkan ke Mualimin Muhammadiyah Makassar dan kuliah di IAIN Alauddin Makassar hingga tahun 1994.

Setelah itu, Ali Mochtar melanjutkan studi ke PPS. Ilmu Komunikasi UI hingga tahun 2001. Beliau mendapatkan gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2013.

Karier Politik

Ali Mochtar Ngabalin mengawali kariernya di Partai Bulan Bintang sebagai kader partai. Hal ini mengantarkannya pada posisi anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009. Pada tahun 2010, Ali Mochtar Ngabalin pindah ke Partai Golkar.

Dalam partai bersimbol pohon beringin itu, Ali Mochtar Ngabalin menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen). Sebelumnya, beliau pernah mengajukan diri untuk menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang periode 2010-2015. Namun, Ali Mochtar Ngabalin dikalahkan oleh MS. Kaban.

Pada tahun 2014, Ali menjadi salah satu juru debat untuk tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo-Hatta. Namun di tahun 2018, Ali Mochtar Ngabalin justru direkrut menjadi Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP) untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo. Posisi ini berada di bawah Deputi IV KSP.

Sebelum menempati posisi tersebut, Ali Mochtar Ngabalin dihubungi oleh Nico Harjanto. Beliau memberikan pesan dari Pratikno selaku Menteri Sekretariat Negara supaya Ali Mochtar Ngabalin berkenan untuk bergabung pada posisi di bawah naungan Jenderal (Purn) Moeldoko tersebut.

Banyak pihak yang sering menulis dan menganggap bahwa Ali Mochtar Ngabalin merupakan juru bicara presiden. Pendapat ini salah, karena Ali Mochtar Ngabalin diperbantukan di kantor KSP dalam diseminasi informasi pemerintah dan bukan dalam posisi juru bicara presiden.

Alasan pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin sebagai tenaga ahli utama ini salah satunya adalah karena Ali Mochtar Ngabalin dianggap mampu menjembatani kepentingan antara pemerintah dan juga organisasi masyarakat Islam (ormas Islam). Ali dianggap mampu menjadi komunikator yang baik bagi ormas Islam dan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Karier Profesional dan Keagamaan

Kedekatan Ali Mochtar Ngabalin dengan organisasi masyarakat Islam tidak dapat dilepaskan dari kiprah keagamaannya. Ali pernah menjadi mubaligh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di Makassar. Selain itu, pada tahun 1994-1995, Ali menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallah Palu, Sulawesi Tenggara.

Pada tahun 2003-2006, Ali Mochtar Ngabalin pernah menjadi Ketua DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia. Selain posisi tersebut, dalam rentang waktu yang sama, Ali Mochtar juga menjabat sebagai Ketua DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia. Tidak hanya itu, Ali juga pernah menjadi Ketua Umum PP Mubaligh se-Indonesia.

Mengenai karier profesional dan sebagai pengajar, Ali pernah menjadi Dosen Luar Biasa Program Pasca-Sarjana Institut Agama Islam Al-Aqidah. Menjadi Direktur Jurnal Sinema (Studi Informasi dan Media), Direktur Eksekutif Indonesian Network for Crisis (InCR), dan Direktur Eksekutif Adam Malik Center (AMC).

Kemampuan komunikasi Ali Mochtar Ngabalin, selain dalam politik dan organisasi, juga dibuktikan melalui kiprahnya sebagai penyiar radio komunitas ‘Cation Rose’ di Jakarta pada tahun 2003. Hingga saat ini, Ali tercatat sebagai Anggota Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI)

Rumor Stroke Ali Mochtar Ngabalin

Pada pertengahan Februari 2019, beredar foto Ali Mochtar Ngabalin tengah terbaring di rumah sakit dan juga menggunakan kursi roda di tempat yang sama. Kabar yang berhembus, Ali Mochtar Ngabalin tengah dirawat karena mengalami stroke dan kondisinya cukup kritis. Rumah sakit tempat Ali Mochtar Ngabalin dirawat adalah Jogjakarta International Hospital (JIH).

Ali Mochtar Ngabalin tidak menampik kabar bahwa dirinya sakit, tetapi dia membantah pernyataan bahwa dia mengalami stroke. Tidak dijelaskan apa penyakit yang menimpa Ali Mochtar pada saat itu.

Namun pada tanggal 13 Februari, Ali Mochtar Ngabalin terlihat segar dan bugar saat hadir selaku pembicara pada acara diskusi Rumah Aspirasi #01 di Jakarta Pusat. Hal tersebut merupakan statement bahwa kondisi tubuh Ali sehat dan tidak mengalami penyakit parah stroke seperti kabar burung yang beredar.

Kehidupan Pribadi Ali Mochtar Ngabalin

Ali merupakan anak dari Hasan Basri Ngabalin, seorang pegawai Badan Pemberdayaan Masyarakat di Fak Fak. Ali menikah dengan perempuan bernama Henny Muis Bakkidu. Dari pernikahan tersebut, Ali Mochtar Ngabalin dikaruniai empat orang anak. Kehidupan pribadinya ini tidak terlalu gencar disorot oleh media.

Seperti itulah biodata dan perjalanan hidup dari Ali Mochtar Ngabalin. Beliau adalah orang yang mudah beradaptasi dan pekerja keras, sehingga langkah-langkah dan kariernya pun patut diperhitungkan dan dijadikan salah satu inspirasi.

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Dr.(H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid adalah Presiden RI yang keempat.Inilah kisah hidupnya dan susunan keluarga beliau.

Basuki Tjahaja Purnama

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. merupakan seorang politikus Indonesia yang berasal dari Belitung Timur.

Only One in the World

Saraswati Temple Ubud: A Charming Spot of Bali

Looking at the Beauty of Enchanted Saraswati Temple Ubud - Saraswati is known as the Goddess of knowledge. The Saraswati Temple Ubud was built to worship her. The temple is one of authentic proves how religiosity of Balinese has become part of their life. Read More...

Tradisi Keluarga

Menghargai Waktu Dengan Mengumpulkan Jam Antik

Barang antik sekarang memang diburu sebagai koleksi oleh banyak orang. Mulai dari mobil antik, motor antik, perabot rumah yang antik, dan sebagainya. Satu hal yang tidak ketinggalan adalah jam antik.

Hobi Koleksi Mustika Gaib Peninggalan Nenek Moyang

Indonesia adalah negara yang masih kental dengan mistis. Di negara kita pun terdapat banyak barang-barang pusaka peninggalan nenek moyang kita zaman dulu. Nah, benda-benda mustika gaib itulah yang sering diburu oleh beberapa kalangan.

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Koesoemowisastro, Karmini, Wongso, Soediro, Soemoardjo, Soemoredjo, Kromoredjo, Soepardi, Tjoentari, pandi, Nawangsih, Soetopo, Alie, Soetji, Soeki, Moenardi, Kromoastro, Koesoemowisastro, Soepijah, Herdinah, Soegoeng, Soemoastro, Soekesi, Soekeni
  • Sastrosoepoetro, Soepetanti, Hartati, Hartini, Goembreg, Soemitrati, Soerjadi, Goenoengsoerjanto, Wijadi
  • Mas Rara Soetami, Mas Rara Hasri, Mas Sajoekti, Mas Soesatio, Mas Rara Slamet, Mas Soeketi
  • Mas Rara Soemarsini, Mas Soewignjo, Mas Rara Soetiati, Mas Siratmardanoes, Mas Rara Soekarti, Mas Banoearli, Mas Rara Isnaningsih, Mas Soedarto, Mas Nganten Soemarni, Mas Nganten Soekarli

sultan

Kisah Sultan Yang Masuk ke Laut Menggunakan Mobil

Sultan Hamengku Buwono IX, tak banyak bicara tentang pengalaman batin yang dialami. Namun demikian banyak orang meyakini bahkan menjadi saksi berbagai hal mistis, misterius dan diluar nalar pernah terjadi yang berkaitan dengan Dorodjatun-nama kecil Sultan. Misalnya kisah tentang Sultan masuk ke laut selatan dengan mengendarai sebuah mobil merah tanpa kap.

Baca selengkapnya...