Tak Mungkin Bisa Mengubah Nagari Bila Kita Takut Berpikir Besar!

Pria kelahiran Kota Bukittinggi tanggal 05-08-1976 ini sejak kecil tergolong anak yang berbakat dan gaul. Berbagai hal ia lakukan, mulai dari mencari uang jajan sendiri hingga mengikuti banyak kegiatan di sekolah. Nantinya terbukti bahwa sifat dan kepribadiannya yang terbentuk sejak kecil membuat ia layak menjadi seorang pemimpin.

Pria kelahiran Kota Bukittinggi tanggal 05-08-1976 ini sejak kecil tergolong anak yang berbakat dan gaul. Berbagai hal ia lakukan, mulai dari mencari uang jajan sendiri hingga mengikuti banyak kegiatan di sekolah. Nantinya terbukti bahwa sifat dan kepribadiannya yang terbentuk sejak kecil membuat ia layak menjadi seorang pemimpin.

Keseharian suami dari Yulia Eka Sari ini tergolong biasa saja, namun ia menjalani hidup dengan prinsip yang luar biasa yaitu, "kita harus berani berpikir besar". Jika tetap berpikir kecil, hasilnya juga kecil. Menurut keyakinannya, tak mungkin bisa mengubah nagari bila dari hari ke hari kita hanya berpikir kecil dan takut berpikir besar!

Pergaulannya tergolong sangat luas. Walaupun hampir seluruh kehidupan Febby dijalani di Bukittingi, jumlah kawannya luar biasa banyak dan berasal dari seluruh wilayah Indonesia,  mulai dari orang biasa hingga pejabat tinggi setingkat menteri.

Dengan jaringan pertemanan yang dimiliki, ia berhasil mengumpulkan para Ketua PKB seluruh propinsi di Indonesia, untuk mendeklarasikan dan mengikrarkan  Jusuf Kalla sebagai pemimpin Indonesia. Belakang hari, Jusuf Kalla dilantik sebagai Wakil Presiden berpasangan dengan Joko Widodo.

 

Ide Pengembangan Kota

Kepedulian pria yang biasa juga dipanggil sebagai Datuk Bangso Nan Putiah kepada kota Bukittinggi sangatlah besar. Jika berbicara mengenai Bukittinggi, topiknya adalah ide atau pemikiran untuk membangun kota ini.

Ia mampu melihat berbagai hal yang nantinya bakal menjadi masalah. Salah satu contohnya adalah tentang pembangunan Ruko (Rumah Toko), yang bertumbuh pesat seperti jamur di musim hujan. Ada kekhawatiran dalam benaknya, ruko-ruko ini akan memenuhi kota yang luasnya hanya lima kali lima kilometer itu kemudian merusak keindahannya.

Febby tidak menentang pembangunan ruko, akan tetapi ia ingin keserasian kota tetap terjaga. Untuk itu diperlukan perda yang mengatur  pembangunan ruko agar  mencerminkan Bukittinggi sebagai kota pariwisata yang rapih dan cantik. Misalnya, untuk kawasan tertentu ruko dibangun dengan desain berciri khas Minang. Pada kawasan lain dirancang layaknya kota lama.

"Ji", panggilan akrab dari Febby, juga punya pemikiran hebat tentang Pasar Bawah, sebuah pasar tradisional yang ada di kota Bukittinggi.  Pasar Bawah harus dikembangkan, bukan hanya sekadar tempat atau pusat aktivitas ekonomi belaka, tapi harus bisa menjadi pasar pendukung objek wisata yang menjual beragam benda-benda atau oleh-oleh khas Bukittinggi.

Menurut ayah dari Belya Sadira dan Fathya Risqy Ayla ini, Bukittinggi juga memerlukan taman kota. Bayangkan jika Bukitinggi bisa seperti Singapura atau Belanda, berkat puluhan taman kota yang cantik dan terawat. Jangan pernah berpikir bahwa taman bunga hanya mempersempit ruang gerak, karena taman memperlapang pandangan hingga bisa memberikan kesegaran bagi seluruh warga kota.

Febby juga memiliki pemikiran untuk mencarikan tempat baru bagi Kebun Binatang. Karena tak layak lagi kebun binatang itu ada di tengah kota. Kebun Binatang harus dipindahkan ke lokasi yang sesuai dan dibangun kembali menjadi kawasan untuk rekreasi dan pendidikan.

 

Industri Kopi

Bukik Apik adalah salah satu "nagari" di Bukittinggi yang menjadi legenda karena kopinya yang murni, halus, kental dan harum. Namun sayang kenikmatan Kopi Bukik Apik kini tenggelam oleh jenis kopi dari luar Bukittinggi. Tak ada pilihan lain, pemerintah harus turun tangan untuk melindungi eksistensi kopi Bukik Apik. Caranya dengan membantu para pelaku bisnis kopi Bukik Apik, dalam hal budidaya, produksi, pengemasan dan pemasarannya.

Jika kopi Bukik Apik bisa memiliki standar kualitas terbaik dan selalu terjaga, tanpa diminta pun hotel-hotel di kota Bukittinggi akan  menyuguhkan kopi Bukik Apik bagi tamunya. Dan disetiap acara resmi, kopi Bukik Apik bakal menjadi sajian utama. Bukan suatu kemustahilan jika nantinya Bukik Apik kembali melegenda dan  menjadi salah satu ikon kota wisata melalui kopi.

Mimpi Febby adalah menjaga kemurnian dan meningkatkan kualitas kopi asli Bukik Apik, agar memiliki daya saing di pasar kopi international. Caranya adalah membangun pabrik kopi yang modern di Bukik Apik. Namun, pemilik perusahaan tersebut adalah seluruh masyarakat Bukik Apik dan dikelola secara profesional oleh "nagari".

 

Tentang Masjid

Febby prihatin dengan kondisi sekarang ini, dimana telah banyak sekali masjid yang dibangun dengan megah namun sepi jemaah. Padahal Nagari kita adalah Nagari Adat basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Seharusnya ada upaya untuk meramaikan masjid dan surau dengan menjadikannya pusat kegiatan kreativitas anak muda islami. Maksimalkan fungsi Masjid tak hanya sebagai pusat ibadah, tapi juga tempat berpikir dan berkreativitas kaum muda. Misalnya, berikan kepada komunitas masjid media komunikasi seperti pemancar radio, untuk menyampaikan pikiran islami kepada para pendengarnya.

Atau dengan menggelar berbagai lomba dan pelatihan bernafaskan islami, seperti lomba dai muda,  pelatihan jurnalistik untuk remaja masjid. Tujuannya adalah untuk membentuk remaja masjid  yang trampil dan cerdas, agar tidak mudah dipengaruhi oleh paham radikalisme ataupun paham yang menyesatkan.

 

Tentang Karier

Febby Dt Bangso dapat digolongkan sebagai "pejuang" yang  tak pernah berhenti memajukan Sumatera Barat melalui berbagi bidang.

Di pariwisata, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD Asita Sumatera Barat (Asosiasi Biro Perjalanan Umum). Juga dipercaya menjabat sebagai Dewan Penasihat DPD HPI (Himpunan Pramuwisata) Sumbar, Ketua INCCA Sumbar, Ketua Asppi Sumbar dan pernah menjadi Bendahara Umum DPP HPI, serta Ketua Penyelenggara kongres 1st  Seatga (South East Asia Tourist Guide Association).

Di organisasi keagamaan, ia pernah menjabat Ketua DPC GP Ansor Kabupaten Agam, Awan Rais Syuriah PWNU Sumatera Barat, Pembina IPNU Sumatera Barat. Baru-baru ini dia diamanahkan sebagai Bendahara PW Isnu Sumbar.

Di pemerintahan, H. Febby Dt Bangso pernah maju menjadi calon wali kota Bukittinggi pada tahun 2015. Kemudian menduduki jabatan sebagai Staf Ahli Kementerian Desa PDTT dan Komisaris BUMN PT Mitra BUMDes Nusantara. Ia mengaku sangat senang ketika diminta  mengurus BUMDes,  karena dapat turut serta memajukan dan mengembangkan ekonomi desa melalui  BUMDes-BUMDes atau BUMNag-BUMNag yang ada di Sumatera Barat.

Bagi tokoh muda yang juga biasa disapa juga dengan panggilan Datuak Febby, jabatan staf ahli Menteri sangat berharga, karena bisa mengawal realisasi kegiatan Kemendes PDTT  yang ditujukan untuk Sumatera Barat.

Menurut Febby, yang saat ini menjabat juga sebagai Sekretaris TKD Pemenangan Jokowi Maruf Amin Sumatera Barat, penerapan program unggulan kawasan pedesaan (Prukades) yang menggunakan dana desa, begitu besar dampaknya yang dirasakan masyarakat Sumbar selama ini.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan embung, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta membangun sarana olahraga desa, mesti menjadi perhatian Kepala Desa atau Wali Nagari di Sumbar.

Sebagai ketua Forum BUMDes Indonesia, ia ingin BUMDes di nagari bisa lebih kuat dan menjadi agen terdepan dalam membangun Indonesia. Sekaligus sebagai bukti  bahwa Sumatera Barat adalah benar tanah kelahiran para wirausahawan sukses, sesuai dengan sejarahnya.

Di partai politik, Febby menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sumatera Barat, dan bakal calon legislatif (Bacaleg) Nomor Urut 1 (satu), daerah pemilihan (Dapil) Sumatera barat 2 yaitu: Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman dan Kota Payakumbuh.

datuk 7

Demikian cerita singkat tentang H. Febby Datuak Bangso Nan Putiah, yang kami rangkum dari beberapa sumber yaitu:

Selanjutnya di kategori ini: « Eko Putro Sandjojo Ali Mochtar Ngabalin »

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Megawati Soekarnoputri

Berdasarkan silsilah keturunan keluarga, Dr.(H.C.) Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau yang lebih dikenal dengan Megawati Soekarnoputri adalah salah satu putri Presiden RI pertama,…

Theodore Rachmat: Konglomerat Nan Dermawan

Bila dibandingkan dengan Budi Hartono, Tahir, atau Chairul Tanjung namanya memang tak begitu populer di kalangan orang-orang super kaya tersebut. Meskipun begitu bukan berarti sosoknya kurang…

Only One in the World

Nusa Penida Bali? Visit Paluang Temple, You Don’t Wanna Miss!

There is a temple that is too dear to miss if you have the opportunity to visit the island of Bali. A must-see attractive temple that is different from all types of temples that are everywhere else namely Paluang temple. Read More...

Tradisi Keluarga

Masih Cari Lowongan Kerja, Mengapa Tidak Mencoba Mengelola Bisnis Bersama Keluarga?

Lowongan kerja memang dibutuhkan oleh setiap anggota masyarakat, namun banyak orang memiliki impian tentang bisnis yang akan dijalankan. Ada yang terobsesi membuat usaha sendiri dari bawah dengan mendirikan startup. Namun, tidak sedikit yang ingin meneruskan…

Makam Ratu Syarifah Ambami - Buduran, Bangkalan, Jawa Timur

"Kisah Kesetiaan dan Kecintaan Seorang Istri dari Tanah Madura."

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Mas Hoewarman, Mas Oewardojo, Mas Oewardjono, Mas Mochamad Ali
  • Sasilah, Soeprobo, Soeligi (Wirjodidjoio), Soepeni, Soewarno, (Widjoioredjo), Soemardi, (Pawirodidjoio), Soedarmo (Kartodikromo), Soemarmi, Soedarni, Soetompo, Soeparni, Soegono, Soemarto, Mas Soeparno, Sari, Mas Soedono Wonodjojo.
  • Raden Ajoe Soerodhimoeljo (Soeparin)
  • Raden Nganten Sastroatmodjo (Soedjiah), Raden Rara Soedjimah, Raden Nganten Kromodjojo (Soekipah), Raden Soemoredjo (Roestam)