Theodore Rachmat: Konglomerat Nan Dermawan

Bila dibandingkan dengan Budi Hartono, Tahir, atau Chairul Tanjung namanya memang tak begitu populer di kalangan orang-orang super kaya tersebut. Meskipun begitu bukan berarti sosoknya kurang penting, buktinya Majalah Forbes mendaftarkan namanya di deretan konglomerat di tanah air.

Dianugerahi rezeki berlimpah membuat Theodore Rachmat, atau lebih akrab disapa Teddy Rachmat juga menjadi salah satu pengusaha yang dikenal dermawan dan kerap terlibat pada kegiatan-kegiatan social. Salah satunya adalah Adaro Nyalakan Ilmu, atau program pendidikan bernilai 1.1 triliun rupiah. Program tersebut juga bentuk  kerjasama dengan keluarga Benny Subianto, Mochaman Thohir, dan Edwin Soeryadjaya.

Teddy Rachmat mendapatkan pundi-pundi kekayaannya dari perusahaan tambang Adaro yang dirintisnya dari nol, selain itu ia juga membangun kerajaan bisnis yang bernaung di bawah nama Tigaputra Group. Bagi Anda para pebisnis, atau yang berniat merintis bisnis, sosok konglomerat yang murah hati ini bisa menjadi panutan Anda. Tak perlu searching di Google untuk mendapatkan  keterangan dari kartu keluarga Teddy  Rachmat karena Anda dapat mengetahui biografinya pada ulasan ini.

 

 

Biografi Theodore Rachmat

Pengusaha keturunan Tionghoa ini mempunyai nama lengkap Theodore Permadi Rachmat, sementara nama aslinya adalah Oei Giok Eng. Tanggal 15 desember 1943 menjadi hari kelahirannya, tepatnya di kota Majalengka dari orangtua yang juga pengusaha, yaitu Raphael Adi Rachmat dan Agustine.

 

 

Masa kecil

Teddy kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya di kota Kembang Bandung, walaupun dilahirkan di Majalengka. Penyebabnya adalah sang Ayah yang berniat mengembangkan bisnisnya di kota Bandung sehingga memboyong keluarganya ke Ibukota propinsi tersebut. Teddy tumbuh menjadi anak yang cerdas dan selalu termasuk dalam peringkat 10 besar di kelas. Dengan latar belakang keluarga pengusaha yang kaya-raya, Teddy kecil dapat memulai pendidikannya di sekolah dasar Indonesia-Belanda yang memang para siswanya mempunyai tingkat perekonomian berkecukupan dan status social yang tinggi.

Setelah menamatkan sekolah dasar, Teddy melanjutkan pendidikan di SMP serta SMA Katolik Alloysius. Kepandaiannya semakin terlihat di masa-masa pendidikan ini, dengan selalu meraih 3 besar di kelasnya. Minatnya akan buku semakin terlihat dan berkembang di masa SMA, sehingga Teddy kerap menghabiskan waktu luangnya dengan membaca  buku-buku filsafat, keagamaan,  hukum, serta ekonomi dan bisnis. Walaupun cerdas ternyata Teddy bukanlah jenis siswa kutu buku yang pendiam, melainkan cukup populer di sekolah serta sering bergabung dengan kegiatan khas remaja bersama teman-temannya.

Setamat SMA dia melanjutkan studi ke salah satu universitas paling top di tanah air ini yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Mesin. Masa kuliah ini ditempuhnya cukup singkat, dan menjadi salah satu alumni dengan masa studi tercepat pada jurusan Teknik Mesin.

 

 

Bekerja di Perusahaan Astra

Teddy kemudian diminta bekerja di PT Astra milik sang Paman, William Soeryadjaya. Pamannya memang pemilik dari perusahaan tapi itu tak membuat Teddy mendapatkan posisi penting secara singkat. Sama seperti pegawai baru lainnya, ia harus merintis sendiri karier bisnisnya dari nol, dengan menjadi tenaga sales PT. Astra. Apalagi saat itu Astra masih merupakan perusahaan kecil dengan kantor berupa garasi yang terletak di Jalan Juanda 3 nomor 11. Hanya ada 16 karyawan pada saat itu termasuk Teddy dan bersama pamannya ia turut membantu  mengembangkan anak perusahaan Astra pada saat itu.

Teddy Rachmat dan saudara-saudaranya juga pernah merintis perusahaan PT Porta Nigra di tahun 1970 yang bergerak di bidang kontruksi. Dia juga sempat mengikuti pelatihan di Gavehe B, sebuah perusahaan kontruksi di Belanda.

 

 

Bekerja di United Tractors

Setelah pulang ke tanah air, Teddy berikutnya mengelola United Tractors yang merupakan anak perusahaan PT Astra mulai tahun 1972 dengan dana investasi US $ 500.000, selain berprofesi sebagai sales untuk alat-alat berat pada perusahaan Allis Chalmers Astra. Teddy Rachmat bekerja sama dengan Benny Subianto, juniornya yang kelak juga menjadi orang super kaya di Indonesia, sama seperti dirinya. Kegigihan, kecemerlangan otak, serta latar belakang pendidikan yang mendukung, membuat karier Teddy Rachmat menanjak dengan cepat hingga menduduki posisi direktur pada PT Astra Honda Motor.

Kemajuan kariernya seolah tak terbendung lagi sehingga di tahun 1984 Teddy menduduki posisi CEO di Grup Astra Internasional. Perusahaan Astra turut berkembang pesat di bawah kepemimpinannya, yang terbukti dengan bertambahnya cabang perusahaan tersebut mencapai 235 perusahaan dan bergerak di segala bidang pada tahun 1989. Pada tahun tersebut Teddy menjabat sebagai komisaris hingga tahun 2000. Berikutnya dia menduduki posisi Presiden Direktur selama 2 tahun dan menjabat sebagai presiden komisaris pada tahun 2005.

 

 

Mengidolakan Umar bin Khattab

Bagi seorang Teddy Rachmat, seorang pemimpin harus dapat memberikan dan menjadi teladan. Inilah sebabnya salah satu tokoh idolanya adalah seorang khalifah besar dari abad 7, Umar bin Khattab. Keteladanan Umar menjadi inspirasi terbesarnya, berbagai riwayat mengisahkan bagaimana Umar selalu di barisan depan saat memimpin perang, dan saat berhasil meraih kemenangan, beliau tak pernah mengatakan bahwa itu adalah kejayaan pribadinya namun hasil  kerjasama tim.

Teddy mengambil kebijakan tersebut dan mengaplikasikannya pada aktivitas hariannya, misalnya ia selalu datang pagi-pagi di kantor sehingga para pegawai sungkan kalau sampai datang terlambat. Selain itu Teddy Racmat juga sangat terkesan dengan sifat peduli Umar yang dikisahkan pada salah satu riwayatnya yang paling terkenal, yaitu saat beliau memanggul sendiri sekarung gandum untuk diberikan kepada sebuah keluarga yang kelaparan.

Menurut Teddy Rachmat menjadi leader itu artinya harus mempunyai visi, kepedulian serta keteladanan. Visi yang ditetapkan harus setinggi mungkin namun tetap membumi, alias realistis. Maksudnya di sini adalah apa yang dicita-citakan oleh peusahaan adalah sesuatu yang dapat dijangkau dan bukan sekedar impian mustahil. Visi perusahaan menurutnya harus terukur besarannya serta dapat diperkirakan rentangan waktu untuk meraihnya.

Dalam keseharian kerjanya Teddy tak luput memberikan perhatian kepada para pegawainya. Secara umum dirinya akan berupaya menyediakan kebutuhan anak buahnya untuk mengembangkan kariernya dan bila terjadi kegagalan yang bersangkutan masih akan diberi peluang untuk bangkit kembali. Tapi satu hal yang tak dapat ditolerir orang nomor satu di Astra ini adalah bila anak buahnya melakukan pelanggaran etika, terlebih lagi melanggar hukum.

Dengan seluruh pencapaian dalam bidang bisnis tersebut, Teddy Rachmat sukses mendulang kekayaan hingga mencapai 21 triliun rupiah atau setara dengan US $ 1.5 miliar. Majalah Forbes edisi tahun 2017 pun menobatkannya sebagai orang terkaya di Indonesia pada posisi ke-19.

 

Ulasan di atas tentunya dapat menjadi inspirasi bagi Anda dalam memulai bisnis. Apalagi di jaman sekarang ini cukup banyak pilihan untuk membuka usaha sendiri, misalnya dengan bisnis online. Internet memang semakin mempermudah siapa pun untuk merintis bisnis terutama di bidang pemasaran dengan beragam pilihannya, mulai dari dropshiper, reseller, affiliate marketer, dan seterusnya.  Jadi sudah siapkah Anda menjadi salah satu jutawan-jutawan baru dari bisnis dunia maya?

Silsilah Keluarga Para Tokoh Nasional

Theodore Rachmat: Konglomerat Nan Dermawan

Bila dibandingkan dengan Budi Hartono, Tahir, atau Chairul Tanjung namanya memang tak begitu populer di kalangan orang-orang super kaya tersebut. Meskipun begitu bukan berarti sosoknya kurang…

Maimun Zubair

Kyai Haji Maimun Zubair atau yang dikenal dengan panggilan Mbah Moen lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 di Rembang, Jawa Tengah.

Only One in the World

Mekah Temple: A Temple Owned by Balinese Muslims

Recognizing the Mekah Temple in Bali. Bali, as people call it the Island of Gods, is inhabited by mostly Hindu people with lots of temples built in almost its every corner. Read More...

Tradisi Keluarga

Makam Raden Patah - Bintoro, Demak, Jawa Tengah

"Menurut sejarah, Adipati Raden Patah yang memiliki nama Tionghoa Jin Bun dan bergelar Panembahan Jimbun merupakan pendiri Kerajaan Demak dan memerintahnya selama 18 tahun (1500-1518)."

Mudik Lebaran, Waktu Tepat Menelusuri Kembali Silsilah Keluarga

Mudik lebaran adalah sebuah tradisi masyarakat yang telah berlangsung turun temurun. Belum sah merayakan Idul Fitri jika tidak mudik ke kampung halaman. Inilah ajang tepat untuk saling berbagi cerita tentang petualangan dan perjuangan sambil mempererat tali…

Adakah Keluarga Anda Pada Daftar Nama Dibawah Ini?

  • Soebenoe, Soekadis, Roesni, Sidik
  • Koesoemowisastro, Karmini, Wongso, Soediro, Soemoardjo, Soemoredjo, Kromoredjo, Soepardi, Tjoentari, pandi, Nawangsih, Soetopo, Alie, Soetji, Soeki, Moenardi, Kromoastro, Koesoemowisastro, Soepijah, Herdinah, Soegoeng, Soemoastro, Soekesi, Soekeni
  • Raden Soewignjo, Raden Soegih, Raden Sajoeto, Raden Sootio, Raden Soetjipto, Raden Soediro, Raden Sootomo, Raden Rara Asijah, Raden Achmad, Raden Mohamad Salim, Raden Rara Patimah, Raden Abdulkadir
  • Mas Hadisoendjojo, Mas Rara Soendjajani, Mas Rara Soedarjati, Soedarsi, Mas Soebenoe, Mas Soetojo, Soebadi, Soenarti