Hobi Naik Sepeda? Jangan Lupa Bawa Bidon

Peranti  ini pasti tak asing dengan para pedalis. Bidon ternyata artinya “botol air”, diambil dari bahasa Prancis. Dalam sejarah sepeda, bidon awalnya berupa botol logam dengan bukaan yang disegel gabus. Bidon itu dicantolkan di handlebar.  Bentuk dan ukurannya kira-kira sama dengan bidon sekarang ini. Untuk penempatannya,  umumnya menggunakan keranjang yang ditempelkan di handlebar yang bisa memuat dua bidon.

Keranjang itu memiliki tuas yang bisa digeser untuk membuka dan menutup pegas yang akan mengeluarkan bidon dari keranjang sehingga pesepeda bisa meraih bidon. Pada prakteknya, dua bidon di handlebar membuat sepeda jadi kurang aerodinamis. Apalagi saat bidon penuh, efeknya akan  membuat pengendalian sepeda jadi lebih sulit.

Hingga muncul ide dari René Vietto, salah satu pesepeda terbaik di Tour de France tapi belum pernah memenangkan lomba, ia untuk mrnempatkan  bidon di down tube. Ketika Vietto finis di tempat kedua pada 1939, ia memasang satu bidon di handlebar dan satu di downtube. Dengan turunnya pusat gravitasi sepeda itu, membuat pegendalian sepeda membaik.

Di penghujung 1950-an, semua pesepeda profesional kemudian memakai model  Vietto ini. Termasuk mengganti bahan Bidon dengan plastik yang bisa diremas sehingga memudahkan air dalam bidon keluar.

Kemudian selama 1960-an, keranjang bidon di handlebar pun dihilangkan. Para pesepeda lebih suka membawa satu bidon demi pengendalian sepeda yang nyaman. Ketika faktor hidrasi dipandang penting dalam dunia sepeda, tempat bidon di seat tube pun ditambahkan. Jadilah tempat bidon seperti sekarang  ini.

Sumber: netfit.id

Di Telinga Orang Eropa, Suara Tokek Sangat Indah Dan Mempesona

Istilah Tokek dalam pemahaman orang awam merujuk kepada tokek rumah (Gekko gecko), dari jenis genus Gekko, famili Gekkonidae. Tidak hanya ada di Indonesia, Tokek menyebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara, ke Utara hingga Korea dan Jepang. Kemudian ke timur, meliputi Kepulauan Nusantara, Filipina, Solomon dan Santa Cruz di Pasifik. Akan tetapi, penyebarannya ternyata tidak sampai ke daratan eropa. Baca Selengkapnya...

Tanaman Hias Philodendron Silver Cloud

Philodendron Silver Cloud tergolong tanaman yang hidup di permukaan tanah dengan tampilan yang sangat cantik. Warna daunnya hijau terang dan tampak berkilau dihiasi dengan percikan warna perak. Tanaman ini tergolong unik dan langka karena belum dibudidayakan secara ekstensif. Daya tarik tanaman ini luar biasa, jika diletakkan bersamaan dengan tanaman lainnya, Philodendron Silver Cloud akan selalu menjadi pusat perhatian. Baca Selengkapnya...

Cara Mudah Memilih Sepeda Balap Ala Komunitas Road Bike

Komunitas Road Bike – Berolahraga dengan menggunakan sepeda memang menjadi trend akhir-akhir ini. Pandemic covid-19 di Indonesia yang belum tahu kapan berakhir membuat banyak orang lebih sadar akan kesehatan diri sendiri. Selain membuat sehat, sepeda juga banyak dijadikan sebagai transportasi. Baik untuk pergi sekolah anak-anak, ke kantor dan lainnya. Baca Selengkapnya...

Nyi Tjondrolukito, Pesinden Pagelaran Wayang Kulit Kesenangane Mantan Presiden Indonesia

Kanggone para prosutresno karawitan, asma siji iki wes ora asing maneh. Yo, ora liya asma kesebut, yaiku Nyi Tjondrolukito. Piyambake kalebu legenda sinden Indonesia. Lahir kanthi asma asli Turah, wanita kelairan Desa Pogung, Sleman, Yogyakarta ing 20 April 1920 iku malahan nate dadi pesinden kesenengane Bung Karno, Presiden Indonesia pertama. Opo sejatine kang ndadekake Nyi Tjondrolukito istimewa, saengga presiden kapisan Indonesia wae nganti ngormati lan seneng? Artikel ing ngisor iki bakal… Baca Selengkapnya...

Topeng Barongan Tidak Bisa Digunakan Sembarang Orang

Pada pagelaran Jaranan, ada tiga jenis tarian yang dipertunjukkan. Pertama, tarian jaranan, dilakukan menggunakan kuda tiruan. Kedua, tari barongan, para pemainnya mengenakan kostum macan atau harimau, kemudian diiringi dengan musik gamelan dengan suara pecutan, kemudian pemain menari di area pertunjukan. Baca Selengkapnya...